Gaungkan Isu HAM, Jerman Belum Tentu Boikot Piala Dunia 2022

Arief Apriadi

Sabtu, 27 Maret 2021 | 05:39 WIB
Gaungkan Isu HAM, Jerman Belum Tentu Boikot Piala Dunia 2022
Timnas Jerman berpose untuk memperlihatkan rangkaian t-shirt bertuliskan hak asasi manusia menjelang pertandingan Grup J Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Eropa melawan Islandia di MSV-Arena, Duisburg, Jerman, 25 Maret 2021. [AFP]

Suara.com - Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB) menggaungkan protes terhadap isu pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Piala Dunia 2022 Qatar. Meski demikian, mereka masih mempertimbangkan soal memboikot ajang tersebut.

Timnas Jerman menggaungkan protes pelanggaran HAM di Qatar dengan mengenakan baju hitam bergambar deretan huruf bertuliskan "HAK ASASI MANUSIA".

Aksi itu dilakukan sebelum sepak mula menghadapi Islandia dalam matchday pertama Grup J Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Eropa, Jumat (26/3/2021).

Tak hanya Jerman yang melakukan aksi protes di babak kualifikasi. Norwegia turut melakukannya pada Rabu menjelang pertandingan di Gibraltar ketika para pemain mengenakan kaus bertuliskan: "Hak Asasi Manusia, di dalam dan di luar lapangan".

Inisiatif tersebut muncul setelah sebuah laporan oleh surat kabar Inggris The Guardian yang menyebutkan perhitungannya menunjukkan setidaknya 6.500 pekerja migran telah meninggal dunia di Qatar sejak negara tersebut memenangi hak untuk menggelar Piala Dunia 2022 10 tahun lalu.

Klub papan atas Norwegia, Tromso, telah meminta federasi sepak bola negaranya untuk mempertimbangkan memboikot Piala Dunia setelah The Guardian menerbitkan laporannya.

Namun untuk urusan boikot, Presiden DFB, Fritz Keller, menentangnya. Dia beranggapan Qatar telah memulai reformasi dan perkembangan itu membuat Jerman masih menimbang-nimbang wacana boikot.

"Qatar telah memulai beberapa reformasi, dan telah ada kemajuan yang terlihat - meskipun masih ada hal perlu dilakukan - yang berpotensi boikot dapat dibatalkan," katanya dalam sebuah wawancara yang publikasikan di situs resmi DFB, seperti dilansir Antara dari Reuters.

"Saya berharap dapat mendorong perubahan konkret, dan menerapkannya sebelum memberikan Piala Dunia kepada negara seperti Qatar, di mana ada beberapa hal yang masih perlu diubah," tambah Keller.

baca juga

"Sebaliknya, Qatar dianugerahi Piala Dunia sebagai semacam lompatan keyakinan, dengan harapan itu akan membantu membawa perbaikan."

Manajer Belgia Roberto Martinez mengatakan kepada CNN sebelumnya pada Jumat bahwa akan menjadi "kesalahan besar" untuk memboikot putaran final Piala Dunia.

DFB menggemakan sikap pemerintah Jerman sebelumnya ketika seorang juru bicara mengatakan kepada wartawan "tim nasional adalah bagian yang baik dari Jerman dan oleh karena itu bagus ketika mereka berkomitmen pada nilai-nilai demokrasi liberal kita."

Keller menambahkan: "Kita harus mempertahankan nilai-nilai kita, yang tertulis dalam undang-undang kita, dan membiarkan suara kita didengar setiap saat. Jika seseorang tidak dapat mendukung pernyataan hak asasi manusia, mereka perlu segera menyesuaikan kembali moral mereka.

"Setiap pemain bermimpi bisa bermain untuk negaranya di Piala Dunia sejak usia muda, tetapi pada saat yang sama, tentu saja, mereka tahu bahwa Anda tidak bermain-main dengan hak asasi manusia.

"Mereka tidak dapat dinegosiasikan dan dapat diterapkan secara universal, di seluruh dunia. Inilah yang menarik perhatian para pemain nasional."

Pada Kamis, perwakilan penyelenggara Piala Dunia Qatar mengatakan mereka "selalu transparan tentang kesehatan dan keselamatan pekerja".

"Sejak pembangunan (stadion) dimulai pada 2014, ada tiga kematian terkait pekerjaan dan 35 kematian yang tidak terkait pekerjaan," tambah perwakilan itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mantan Kekasih Neymar Pamer Foto Tanpa Busana dan 4 Berita Bola Terkini

Mantan Kekasih Neymar Pamer Foto Tanpa Busana dan 4 Berita Bola Terkini

Bola | Jum'at, 26 Maret 2021 | 20:05 WIB

Luis Enrique Gantikan Sergio Ramos Saat Lawan Yunani Bukan karena Cedera

Luis Enrique Gantikan Sergio Ramos Saat Lawan Yunani Bukan karena Cedera

Bola | Jum'at, 26 Maret 2021 | 17:33 WIB

Akhiri Paceklik Golnya di Timnas Italia, Begini Komentar Ciro Immobile

Akhiri Paceklik Golnya di Timnas Italia, Begini Komentar Ciro Immobile

Bola | Jum'at, 26 Maret 2021 | 15:28 WIB

Prediksi Rusia vs Slovenia di Kualifikasi Piala Dunia 2022, 27 Maret 2021

Prediksi Rusia vs Slovenia di Kualifikasi Piala Dunia 2022, 27 Maret 2021

Bola | Jum'at, 26 Maret 2021 | 14:07 WIB

10 Fakta Menarik Usai Inggris Gilas San Marino 5-0

10 Fakta Menarik Usai Inggris Gilas San Marino 5-0

Bola | Jum'at, 26 Maret 2021 | 13:09 WIB

Terkini

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Potensi RI Punya 89 Ribu Ton Uranium, BRIN Paparkan Ambisi Nuklir ke Prabowo

Potensi RI Punya 89 Ribu Ton Uranium, BRIN Paparkan Ambisi Nuklir ke Prabowo

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Internal Golkar Wonosobo Bergolak, Mahkamah Partai Diminta Turun Tangan

Internal Golkar Wonosobo Bergolak, Mahkamah Partai Diminta Turun Tangan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:44 WIB

Rakyat Akan Marah! 470 Kepala Daerah Tak Mampu Bayar PPPK Tapi Minta Naik Gaji

Rakyat Akan Marah! 470 Kepala Daerah Tak Mampu Bayar PPPK Tapi Minta Naik Gaji

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:31 WIB

Gunakan Uang Hasil Sikat Korupsi, Prabowo Janji Investasi Besar di Sektor Pendidikan dan Riset

Gunakan Uang Hasil Sikat Korupsi, Prabowo Janji Investasi Besar di Sektor Pendidikan dan Riset

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:24 WIB

John Herdman Blak-blakan Akui Timnas Indonesia Sedang Terluka Jelang Melawan Singapura

John Herdman Blak-blakan Akui Timnas Indonesia Sedang Terluka Jelang Melawan Singapura

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Pemerintah Dorong Produk Indonesia Masuk Rantai Pasok Haji Arab Saudi

Pemerintah Dorong Produk Indonesia Masuk Rantai Pasok Haji Arab Saudi

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:12 WIB

Catut Nama Prabowo, Istana Bantah Makalah Nobel Soal Program MBG

Catut Nama Prabowo, Istana Bantah Makalah Nobel Soal Program MBG

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:11 WIB

Lulur Keraton Kembali Jadi Sorotan, Warisan Kecantikan Nusantara yang Tetap Relevan hingga Kini

Lulur Keraton Kembali Jadi Sorotan, Warisan Kecantikan Nusantara yang Tetap Relevan hingga Kini

Lifestyle | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:09 WIB

Calon Hakim Agung Usul RUU Perampasan Diganti Jadi Pemulihan Aset, Menkum Tunggu Langkah DPR

Calon Hakim Agung Usul RUU Perampasan Diganti Jadi Pemulihan Aset, Menkum Tunggu Langkah DPR

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:01 WIB

×