Suara.com - Rio Ramandika dan Redi Rusmawan menceritakan kenangannya bersama tim usai resmi dilepas Persita Tangerang, Rabu (5/5/2021). Rio dan Redi mengingat betul bagaimana membawa Persita promosi ke Liga 1.
Manajemen Persita melepas Redi dan Rio sebagai bagian dari rencana penyegaran skuad.
Rio sudah berseragam Pendekar Cisadane --julukan Persita-- sejak 10 tahun silam. Sementara Redi didatangkan tim ungu di paruh kedua Liga 2 2019.
"Saya sangat bangga bisa jadi bagian dari Persita walaupun singkat. Saya bangga bisa membawa Persita dari Liga 2 sampai naik kasta ke Liga 1. Itu akan selalu menjadi bagian perjalanan karier saya yang luar biasa,” kata Redi dalam keterangan tertulis yang diterima Suara.com, Rabu (5/5/2021).

"Saya izin pamit dari Persita. Semoga klub ini selalu diberikan kesuksesan. Persita abadi!" ungkap pemain kelahiran 4 Desember 1996 ini.
Sementara Rio yang sudah tahu betul bagaimana Persita karena 10 tahun ada di tim, mengungkap salah satu penyesalannya di tim. Yakni tidak pernah membawa Persita menjadi juara.
Rio sudah pernah dua kali membawa Persita naik kasta pada musim 2012 dan 2019. Dua kali itu juga, pemain kelahiran 31 Januari 1989 ini meraih posisi runner-up di kompetisi kasta kedua.
"Jujur, penyesalan saya yang masih ada adalah tidak membawa Persita juara," ujar Rio Ramandika .
"Untuk semua pemain yang membela Persita, bermainlah dengan hati bukan karena uang. Karena sejarah tidak akan pernah bisa dibayar dengan materi. Karena Persita adalah kebanggaan masyarakat Tangerang," pungkasnya.
Persita Tangerang saat ini memang tengah mempersiapkan diri jelang Liga 1 2021/2022. Kompetisi kasta tertinggi di Indonesia itu dijadwalkan bergulir pada 3 Juli mendatang.
Saat ini PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIb) selaku operator kompetisi tengah mengurus perizinan kompetisi termasuk juga Liga 2 yang direncanakan kick-off dua minggu setelah Liga 1.