-
Persijap Jepara fokus hadapi Persita Tangerang demi menjauhi ancaman degradasi musim ini.
-
Pelatih Mario Lemos membenahi penyelesaian akhir tim setelah kalah dua kali beruntun.
-
Tiga laga sisa menjadi penentu nasib Persijap untuk bertahan di kasta tertinggi.
Suara.com - Persijap Jepara kini mempertaruhkan nasib di kasta tertinggi dengan membidik poin penuh saat bertandang ke markas Persita Tangerang.
Kekalahan dua gol tanpa balas dari Persija Jakarta memaksa Laskar Kalinyamat segera berbenah untuk mengamankan posisi mereka.
Mario Lemos menyadari kualitas lawan sebelumnya sangat tangguh terutama dengan kedalaman skuad yang dimiliki oleh tim Macan Kemayoran.

"Persija punya materi pemain yang lebih baik, bahkan ada Emaxwell Souza dan Gustavo Almeida di bangku cadangan. Sekarang kami harus terus berjalan dan alihkan fokus untuk melawan Persita," kata Lemos.
Kekalahan tersebut menjadi pukulan kedua bagi tim kebanggaan warga Jepara setelah sebelumnya juga tumbang di tangan Dewa United.
Tim pelatih kini memprioritaskan perbaikan efektivitas serangan sebagai kunci untuk mencuri angka di Stadion Indomilk Arena.
Laga tandang pada Minggu besok menjadi momen hidup mati bagi Persijap untuk segera keluar dari tren negatif yang menghantui.
![Alexis Gomez optimistis Persijap Jepara bisa kalahkan Persija. Rekor kandang jadi modal penting untuk menjauh dari zona degradasi di BRI Super League. [Dok. IG alexis_nahuel00]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/04/81733-alexis-gomez-persijap-jepara.jpg)
"Kita akan memperbaiki beberapa hal termasuk untuk penyelesaian akhir," tutur Lemos.
Ambisi meraih poin di markas Pendekar Cisadane merupakan langkah wajib sebelum menghadapi jadwal penutup yang jauh lebih mengerikan.
Secara teknis persiapan taktik dan mental pemain menjadi fokus utama dalam sesi latihan terakhir di Stadion Gelora Bumi Kartini.
Persijap saat ini mengoleksi 31 poin dan terlempar ke urutan 14 klasemen sementara setelah PSM Makassar meraih kemenangan.
Selisih enam angka dari zona degradasi membuat posisi klub belum sepenuhnya aman karena kompetisi masih menyisakan tiga pertandingan.
Sembilan poin maksimal yang tersedia di sisa musim menjadi harapan terakhir agar tidak terperosok ke divisi kedua musim depan.
Setelah menghadapi Persita tantangan besar menanti dengan pertemuan melawan kandidat juara Borneo FC di pertengahan Mei nanti.
Perjuangan berat Laskar Kalinyamat akan ditutup dengan laga tandang melawan sang juara bertahan Persib Bandung di pengujung kompetisi.