alexametrics

Koeman Optimistis Soal Peluang Barcelona Juarai La Liga

Syaiful Rachman
Koeman Optimistis Soal Peluang Barcelona Juarai La Liga
Pelatih Barcelona Ronald Koeman memimpin sesi latihan di Joan Gamper, Jumat (7/5/2021). [AFP]

Barcelona saat ini hanya terpaut dua poin dari Atletico yang ada di puncak klasemen sementara La Liga.

Suara.com - Pelatih Barcelona Ronald Koeman masih yakin timnya bisa memenangi gelar Liga Spanyol meski gagal mengalahkan pemuncak klasemen Atletico Madrid pada Sabtu.

Koeman mengatakan bahwa timnya harus sapu bersih tiga pertandingan tersisa mereka.

Hasil imbang 0-0 di kandang melawan Atletico membuat Blaugrana berada di urutan ketiga dalam klasemen, dua poin di belakang tim Diego Simeone dan sejajar dengan tim urutan kedua Real Madrid, yang meraih hasil imbang 2-2 melawan tim tamu Sevilla pada Senin (10/5/2021).

Barca dapat memuncaki La Liga dengan memenangkan pertandingan berikutnya lawan Levante pada Rabu (12 Mei), tetapi Atletico dan Real harus kehilangan poin dalam pertandingan yang tersisa bila tim Katalunya tersebut berharap menjadi juara.

Baca Juga: Gugup Lihat Real Madrid Vs Sevilla, Koeman Pilih Nonton Pembantaian Juve

Pelatih Barcelona Ronald Koeman menyaksikan timnya berlaga menghadapi Villarreal di ajang La Liga yang digelar di La Ceramica, 25 April 2021. [AFP]
Pelatih Barcelona Ronald Koeman menyaksikan timnya berlaga menghadapi Villarreal di ajang La Liga yang digelar di La Ceramica, 25 April 2021. [AFP]

"Kami akan berjuang sampai saat terakhir untuk memenangkan La Liga. Ini tidak lagi di tangan kami, tetapi kami tidak dapat melakukan kesalahan lagi," kata Koeman dalam konferensi pers jelang pertandingan, yang dikutip Antara dari Reuters pada Senin (10/5/2021).

Pelatih asal Belanda itu juga mengatakan timnya letih setelah menjalani musim tanpa ampun dan jadwal pertandingan yang padat karena pandemi virus corona.

Ia juga merasa tidak adanya suporter menjadi penyebab utama Barcelona meraih poin terendah dalam pertandingan kandang sejak musim 2002/03.

"Kami berada di batas kemampuan kami, tetapi begitu juga setiap tim, terutama mereka yang pernah bermain di Eropa atau mencapai final. Ada begitu banyak pertandingan dan pada akhirnya mereka merugikan Anda," katanya.

Barca mencapai babak 16 besar Liga Champions musim ini sebelum disingkirkan Paris Saint-Germain. Mereka juga bermain di final Copa del Rey dan mengalahkan Athletic Bilbao.

Baca Juga: Sabda Fabrizio Romano: Cavani Tetap di Old Trafford Musim Depan

"Bermain tanpa suporter juga berdampak, itulah mengapa tim kehilangan begitu banyak poin di kandang. Tidak normal memainkan begitu banyak pertandingan. Pada akhirnya, tim yang paling kuat secara fisik dan mental akan memenangkan gelar."

Komentar