- Legenda Liverpool, Graeme Souness, terjebak di Bandara Abu Dhabi akibat pembatalan penerbangan Sabtu karena serangan udara Timur Tengah.
- Souness mendengar ledakan sistem pertahanan rudal setelah serangan balasan Iran terhadap operasi militer AS dan Israel.
- Pemerintah Inggris mengimbau warganya di beberapa negara Teluk untuk tetap berada di lokasi aman menunggu situasi mereda.
Suara.com - Legenda Liverpool, Graeme Souness, mengabarkan dirinya terjebak di Abu Dhabi setelah gelombang serangan udara di Timur Tengah memicu pembatalan banyak penerbangan pada Sabtu.
Serangan balasan Iran terhadap operasi militer Amerika Serikat dan Israel membuat situasi keamanan di kawasan memanas. Ribuan ekspatriat dan wisatawan terdampak, termasuk Souness yang tengah berada di Uni Emirat Arab.
Penerbangan Dibatalkan, Souness Terjebak di Bandara
Dilansir dari TalkSport, melalui Instagram pribadinya, Souness membagikan kondisi dari Bandara Abu Dhabi. Ia menunjukkan pesawat yang seharusnya membawanya kembali ke Inggris, namun akhirnya batal berangkat.
“Saat ini saya berada di Timur Tengah, di bandara Abu Dhabi. Saya akan memperlihatkan sedikit kondisi tempat saya berada,” ujarnya.
“Itu adalah pesawat yang seharusnya saya tumpangi untuk kembali ke Inggris. Ibu saya dulu pernah berkata kepada saya ketika saya masih kecil, ‘Di mana pun kamu berada, Nak, tidak pernah ada momen yang membosankan.’”
Ia mengaku sempat memikirkan laga besar antara Rangers dan Celtic yang ingin ia saksikan.
“Sepanjang akhir pekan ini saya memikirkan laga terbesar musim ini bagi saya, pertandingan Rangers melawan Celtic. Jika Rangers menang, itu akan benar-benar mengubah persaingan.”
Namun situasi di lapangan berubah drastis.
“Sekarang saya berada di bandara ini dan mendengar beberapa ledakan yang cukup keras. Itu adalah sistem pertahanan yang menghancurkan rudal-rudal yang ditembakkan ke sebuah pangkalan militer Amerika.”
Ledakan Masih Terdengar, Pilih Kembali ke Hotel
Dalam unggahan lanjutan, Souness memastikan penerbangannya resmi dibatalkan dan kondisi belum sepenuhnya aman.
“Kekacauan masih berlanjut, penerbangan kami dibatalkan, dan saya masih mendengar ledakan. Jadi kami memutuskan untuk menyerah dulu.”
Ia dan rombongan memutuskan kembali ke hotel untuk menunggu situasi membaik.
“Kami akan kembali ke hotel untuk beberapa malam dan melihat bagaimana perkembangan situasinya. Semoga keadaan segera mereda dan kami bisa kembali terbang.”