alexametrics

Pemain Bali United Sambut Gembira Keputusan PSSI Tentang Promosi Degradasi

Syaiful Rachman
Pemain Bali United Sambut Gembira Keputusan PSSI Tentang Promosi Degradasi
Bek senior Bali United Leonard Tupamahu (HO/Baliutd.com)

Promosi degradasi tetap berlaku di Liga 1 dan Liga 2 tahun ini.

Suara.com - Pemain senior Bali United Leonard Tupamahu menyambut baik keputusan format promosi dan degradasi dalam kompetisi Liga 1 dan Liga 2 musim 2021-2022.

"Saya secara pribadi melihat keputusan tersebut sudah sangat tepat jika dijalankan dengan baik," kata Leonard dikutip Antara dari laman resmi klub, Kamis (27/5/2021).

Menurut bek berusia 37 tahun itu, esensi liga bisa dirasakan oleh sebuah tim secara lebih kompetitif melalui sistem promosi dan degradasi.

Pemilik nomor punggung 32 itu mengatakan semua tim Liga 1 memiliki peluang sama meraih hasil terbaik pada kompetisi kasta tertinggi Indonesia.

Baca Juga: Real Madrid Ikhlas Ditinggal Pergi Zinedine Zidane

"Bagi saya secara pribadi semua tim memiliki peluang yang sama di Liga 1 untuk meraih hasil terbaik bahkan juara. Terpenting saat ini waktu pelaksanaan juga sesuai dengan waktu yang tepat untuk semua tim yang berlaga," tegas pemain senior ini.

Kompetisi Liga 1 musim ini bakal berlangsung mulai 3 Juli mendatang, kemudian disusul Liga 2 setelah dua pekan berjalan.

Hingga saat ini, kondisi pemain yang sudah mengambil lisensi kepelatihan ini tetap pada performa terbaiknya dan tengah mempersiapkan diri pada ajang Piala AFC 2021.

PSSI telah memastikan sistem promosi dan degradasi tetap berlaku di Liga 1 dan Liga 2 Indonesia musim 2021-2022.

Keputusan itu diambil setelah Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan berdiskusi dengan (Komite Eksekutif) Exco PSSI dalam Rapat Emergency Exco Meeting, Selasa dua hari lalu dan berkonsultasi dengan FIFA dan AFC.

Baca Juga: Degradasi dan Promosi Tetap Ada di Liga 1 dan Liga 2, Menpora Dukung Keputusan PSSI

Sebelumnya, ada dinamika bahwa beberapa klub Liga 1 dan 2 meminta musim 2021-2022 tidak ada degradasi dengan alasan pandemi COVID-19 belum selesai.

Komentar