alexametrics

KNVB Dekati Antonio Conte untuk Melatih Timnas Belanda

Reky Kalumata | Adie Prasetyo Nugraha
KNVB Dekati Antonio Conte untuk Melatih Timnas Belanda
Pelatih Inter Milan, Antonio Conte. [ANDREAS SOLARO / AFP]

Posisi pelatih timnas Belanda tengah lowong usai Frank de Boer diberhentikan

Suara.com - Mantan juru taktik Inter Milan, Antonio Conte saat ini sedang dikaitkan menukangi Timnas Belanda. Seperti diketahui, posisi arsitek Belanda tengah lowong usai Frank de Boer diberhentikan menyusul kegagalan di Euro 2020.

Adapun untuk Conte kini sedang menganggur usai sepakat berpisah dengan Inter Milan meski sukses mendapatkan scudetto 2020/2021. Mantan pelatih Timnas Italia itu kini sedang mencari tim baru untuk diasuhnya.

Dilaporkan Football-Italia, Federasi Sepakbola Belanda (KNVB) tengah mendekati Conte. KNVB ingin melihat apakah juru taktik yang pernah bersama Juventus itu tertarik melatih Timnas Belanda.

Namun, Conte kabarnya sedang menunggu tawaran dari klub datang. Sempat diisukan bakal bersama Paris Saint-Germain (PSG), Tottenham Hotspur, Manchester United, atau Real Madrid, namun tidak terjadi.

Baca Juga: 5 Hits Bola: Ronaldo Tak Kenal Berbatov dan Peter Crouch Saat Diajak Foto

Conte tidak bisa menukangi tim-tim Serie A karena ada kesepakatan dengan Inter Milan untuk musim 2021/2022. Oleh sebab itu ada peluang Conte bisa menjadi pelatih Timnas Belanda.

Selama menjalani karier sebagai pelatih, Antonio Conte bisa dibilang cukup sukses. Ia sering memberikan trofi untuk tim yang diasuhnya.

Seperti tiga trofi Serie A dan dua Supercoppa Italiana bersama Juventus, satu scudetto dengan Inter Milan, gelar Premier League serta satu FA Cup di Chelsea.

Conte juga memiliki pengalaman melatih tim nasional. Ia pernah menangani Timnas Italia pada periode 2014 hingga 2016.

Lelaki 51 tahun itu mengantar Gli Azzurri --julukan Timnas Italia-- ke perempat final Euro 2016. Sayangnya, kebersamaan Timnas Italia berpisah setelah itu.

Baca Juga: Bangunan Bersejarah Peninggalan Belanda Tergilas Proyek Kereta Cepat Indonesia-China

Komentar