alexametrics

Mengenang Tragedi Bradford, Insiden yang Membakar Suporter di Dalam Stadion

Irwan Febri Rialdi
Mengenang Tragedi Bradford, Insiden yang Membakar Suporter di Dalam Stadion
Tragedi Bradford. (Dok. The Guardian)

Tragedi Bradford merupakan salah satu insiden yang mengerikan dalam sepak bola

Suara.com - Dalam perkembangannya, sepak bola Inggris pernah dihadapkan pada tragedi memakan korban nyawa yakni Hillsborough dan Valley Parade.

Sepak bola tak hanya menawarkan hiburan, melainkan juga tragedi. Tragedi-tragedi ini bahkan menyisakan trauma mendalam untuk para korban yang ditinggalkan.

Siapa yang tak asing dengan tragedi Hillsborough? Tragedi ini menjadi noda hitam akan animo besar masyarakat Inggris terhadap sepak bola.

Tragedi ini terjadi pada 15 April 1989 di Stadion Hillsborough, yang merupakan kandang Sheffield Wednesday. Saat itu tragedi terjadi tepat di laga semifinal Piala FA yang mempertemukan Liverpool dan Nottingham Forest.

Baca Juga: Peringati Tragedi Hillsborough, Liga Inggris Digelar 7 Menit Lebih Lambat

Saat itu, stadion di Inggris dipasangi pagar besi untuk memisahkan tribun dengan lapangan. Di laga tersebut, pengamanan pun disebut telah ditingkatkan levelnya mengingat rivalitas kedua tim.

Saat hari H laga berlangsung, kedua suporter seperti biasa dipisahkan. Suporter Liverpool di tribun barat dan selatan, sedangkan suporter Nottingham Forest ditempatkan di tribun utara dan timur.

Karena banyaknya pendukung Liverpool yang datang, tribun yang ditempati pendukung The Reds menjadi sesak. Apalagi, ribuan fans The Anfield Gank di luar stadion mencoba masuk.

Hal ini membuat pihak kepolisian mengambil tindakan dan membuka pintu stadion sehingga massa Liverpool menjadi berjubel di tribun barat dan selatan.

Banyaknya massa di area tersebut membuat banyak orang terinjak, tertindih dan tergencet. Pihak keamanan tak bisa berbuat banyak karena sebagian massa ada yang mencoba menerobos pagar besi untuk ke lapangan.

Alhasil, kericuhan tersebut memakan 95 korban nyawa ditambah 1 korban yang meninggal pasca mendapat perawatan.