alexametrics

Dirut LIB: Liga 1 Digelar di 'Zona Aman'

Syaiful Rachman
Dirut LIB: Liga 1 Digelar di 'Zona Aman'
Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Akhmad Hadian Lukita (kiri) dan Direktur Operasional PT LIB Sudjarno (kanan), Jumat (14/8/2020). (Suara.com/Adie Prasetyo Nugraha).

Pulau Jawa dianggap sebagai zona aman.

Suara.com - Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) Akhmad Hadian Lukita memastikan bahwa Liga 1 musim 2021-2022 akan digelar di wilayah yang dianggap zona aman di Pulau Jawa.

Kepada Antara di Jakarta, Selasa (3/8/2021), Akhmad Hadian menyebut bahwa istilah 'zona aman' lebih tepat digunakan daripada 'zona hijau' seperti yang ada di keterangan resmi PSSI.

"Mungkin lebih tepat 'zona aman'. Jadi sudah ada wilayahnya dari Polri dan BNPB. Seperti saat ini, kasus COVID-19 di beberapa titik tertentu di DKI Jakarta dan Jawa Barat sangat melandai," kata pria asal Jawa Barat tersebut.

Oleh karena itu, Akhmad Hadian memastikan bahwa tidak ada perubahan penggolongan klaster dalam sistem seri yang ditetapkan untuk Liga 1 Indonesia musim 2021.

Baca Juga: Liga 1 Segera Bergulir, Arema FC Siap Terapkan Prokes Ketat

Klaster pertama meliputi Jawa Barat, Banten dan DKI Jakarta. Klaster kedua yaitu Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, lalu klaster ketiga Jawa Timur.

Nantinya, seri satu akan berlangsung di klaster pertama, seri dua di klaster kedua, seri ketiga di klaster ketiga. Lalu berlanjut ke seri keempat yang tetap di klaster ketiga, lalu seri kelima di klaster kedua dan seri keenam atau terakhir kembali lagi ke klaster pertama.

"Terkait hal tersebut, LIB dan PSSI sudah berkomunikasi dengan BNPB dan Polri. Kondisinya sekarang (di Jawa-red), tingkat kesembuhan dari COVID-19 meninggi, orang yang terpapar menurun," tutur Akhmad Hadian.

Penerapan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mulai dari Darurat hingga Level 4 oleh pemerintah menunjukkan hasil yang cukup positif terutama di Pulau Jawa.

DKI Jakarta, misalnya, setelah pernah memecahkan rekor tertinggi 14.619 kasus COVID-19 perhari tepatnya pada 12 Juli 2021, data terakhir pada Selasa (3/8), kasus COVID-19 di Ibu Kota menurun ke angka 1.601 kasus per-24 jam.

Baca Juga: Awas Kena Prank! LIB Sebut Kick Off Liga 1 2021 Bisa Berubah, Alasannya Ini

Sementara di Jawa barat, setelah sempat tembus 11.000 lebih pasien COVID-19 perhari pada pertengahan Juli 2021, kabar terbaru, Selasa (3/8) memperlihatkan perbaikan kondisi di mana ada 4.301 kasus COVID-19 sepanjang 24 jam.

Komentar