Sejarah Galatama, Kompetisi Sepak Bola Indonesia Era 80an

Syaiful Rachman

Sabtu, 18 September 2021 | 18:18 WIB
Sejarah Galatama, Kompetisi Sepak Bola Indonesia Era 80an
Ilustrasi Bola [Shutterstock]

Suara.com - Dalam sejarahnya, sepak bola Indonesia pernah memiliki beragam kompetisi bergengsi, dan Salah satu yang paling dikenang adalah kehadiran Galatama.

Galatama menjadi salah satu liga atau kompetisi yang pernah mewarnai sepak bola Indonesia. Hadirnya kompetisi ini pun menjadi sejarah emas persepak bolaan Tanah Air mengingat banyaknya hal menarik yang terjadi di dalamnya.

Entah berapa kali saja Indonesia memiliki kompetisi dengan nama dan format berbeda. Dalam satu dekade terakhir saja, Tanah Air memiliki beragam kompetisi yang ada.

Bambang Nurdiansyah. (8k.com)
Bambang Nurdiansyah. (8k.com)

Pecinta sepak bola Indonesia tentu tak asing dengan nama-nama kompetisi seperti Indonesia Super League (ISL), Indonesia Premier League (IPS), Indonesia Soccer Championship (ISC), hingga akhirnya menjadi Liga 1 yang dikenal seperti saat ini.

Kompetisi-kompetisi yang disebutkan ini menjadi kompetisi yang mewarnai sepak bola Indonesia dalam satu dekade terakhir. Dengan kata lain, bisa dibayangkan berapa banyak kompetisi berskala nasional yang pernah ada sejak Indonesia merdeka di tahun 1945.

Dari sekian banyak kompetisi yang ada, mungkin pecinta sepak bola Indonesia tak asing dengan kompetisi bernama Galatama.

Kompetisi yang pernah menghiasi sepak bola Indonesia di era 80 an hingga pertengahan 90 an ini menjadi salah satu kompetisi terbaik yang pernah ada di Tanah Air.

Sematan terbaik sendiri tak lepas dari perjalanan Galatama di sepak bola Indonesia yang banyak melahirkan fakta menarik dan pemain-pemain hebat di masanya.

Lantas, seperti apa kompetisi Galatama tersebut? Berikut rangkumannya.

baca juga

Galatama: Kompetisi Sepak Bola Indonesia yang Jadi Inspirasi J-League

Galatama merupakan singkatan dari Liga Sepak Bola Utama. Saat pertama kali lahir, kompetisi ini dijadikan sebagai liga semi profesional yang dibentuk pada tahun 1979.

Saat Galatama lahir, Indonesia saat itu memiliki kompetisi berskala nasional yang masih bersifat amatir, yakni Perserikatan.

PSSI yang kala itu diketuai Ali Sadikin, lantas menyelenggarakan kompetisi semi profesional sehingga lahirnya Galatama atau Liga Sepak Bola Utama.

legenda sepakbola Indonesia Zulkarnain Lubis tutup usia. (Twitter PSSI)
legenda sepakbola Indonesia Zulkarnain Lubis tutup usia. (Twitter PSSI)

Di awal kelahirannya, Galatama hanya diikuti 8 klub saja. Seiring berjalannya waktu, peserta Galatama bertambah dan membuat kompetisi ini terbagi dalam 2 divisi yang berlaku pada 1980, 1983 dan 1990.

Hal tersebut pun seakan menunjukkan adanya inkonsistensi pada penyelenggaraan turnamen kala itu. Meski demikian, Galatama tetap berjalan.

Berjalannya Galatama sendiri sama sekali tak mengganggu Perserikatan. Pasalnya, kedua kompetisi ini tak saling berikatan baik dalam pengelolaan klub dan pengelola liga.

Mudahnya, jika Perserikatan berisikan tim-tim dari daerah dan menggunakan APBD, Galatama diisi oleh klub-klub yang dananya didapat dari perusahaan swasta.

Karena model penyelenggaraan dan sistem yang dimiliki, Galatama pun sempat menjadi acuan liga profesional di sepak bola Asia.

Bahkan, ada pula rumor yang beredar bahwa Galatama menjadi bahan studi pembuatan J-League yang saat ini menjadi kompetisi terpopuler di Asia.

Dari Galatama pula, banyak pemain hebat lahir. Bahkan banyak yang menyebut bahwa kompetisi ini lebih baik dari Perserikatan secara permainan, mengingat Perserikatan memiliki semangat untuk pembinaan pemain.

Sederet pemain bintang pun banyak mengisi Galatama. Sebut saja Ricky Yakobi, Bambang Nurdiansyah, Zulkarnain Lubis, dan lain-lain.

Tak hanya pemain lokal, Galatama juga pernah dihuni oleh para pemain asing seperti Fandi Ahmad yang sempat membawa Niac Mitra Surabaya menjadi juara.

Sayangnya, aturan penggunaan pemain asing di Galatama ini dihapuskan oleh ketua PSSI kala itu, Sjarnoebi Said.

Nyatanya, pelarangan penggunaan pemain asing ini menjadi salah satu penyebab merosotnya pamor Galatama bersamaan dengan munculnya skandal dan pengelolaan yang tidak profesional.

Hingga akhirnya, pada tahun 1994 PSSI meleburkan Galatama dan Perserikatan menjadi satu kompetisi yang bernama Liga Indonesia.

[Penulis: Zulfikar Pamungkas]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Otomotif | Sabtu, 26 September 2026 | 20:54 WIB

Evaluasi Problem Ekonomi: AEI Soroti Risiko Fiskal hingga Deforestasi

Evaluasi Problem Ekonomi: AEI Soroti Risiko Fiskal hingga Deforestasi

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 20:10 WIB

Pertamina Raih The Best Service Quality Management Team & Best Agent Digital Email Publik

Pertamina Raih The Best Service Quality Management Team & Best Agent Digital Email Publik

Bisnis | Sabtu, 26 September 2026 | 17:54 WIB

Hanung Bramantyo Siapkan Plot Twist di Film Lobang Buaya, Dalangnya Bikin Penonton Terkecoh

Hanung Bramantyo Siapkan Plot Twist di Film Lobang Buaya, Dalangnya Bikin Penonton Terkecoh

Entertainment | Sabtu, 26 September 2026 | 15:53 WIB

Ole Romeny Cetak 5 Gol dalam 5 Laga Timnas Indonesia, Ini Rahasianya

Ole Romeny Cetak 5 Gol dalam 5 Laga Timnas Indonesia, Ini Rahasianya

Bola | Sabtu, 26 September 2026 | 15:31 WIB

Menang atas Singapura, Timnas Indonesia Tetap Dikritik Pengamat: Miskin Kreativitas!

Menang atas Singapura, Timnas Indonesia Tetap Dikritik Pengamat: Miskin Kreativitas!

Bola | Sabtu, 26 September 2026 | 15:25 WIB

Modal Tekun dan Kehati-hatian, Wanita Asal Blitar Ini Tak Menyerah Merintis Usaha Dua Kali

Modal Tekun dan Kehati-hatian, Wanita Asal Blitar Ini Tak Menyerah Merintis Usaha Dua Kali

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 14:42 WIB

Debut Timnas Indonesia Berbuah Assist, Luke Vickery: Sungguh Malam yang Istimewa

Debut Timnas Indonesia Berbuah Assist, Luke Vickery: Sungguh Malam yang Istimewa

Bola | Sabtu, 26 September 2026 | 14:03 WIB

John Herdman Paham Duel Timnas Indonesia vs Malaysia Punya Arti Lebih, 3 Poin Wajib Didapat

John Herdman Paham Duel Timnas Indonesia vs Malaysia Punya Arti Lebih, 3 Poin Wajib Didapat

Bola | Sabtu, 26 September 2026 | 13:27 WIB

Sharp Gebrak Pasar TV 4K, Bawa Gaming 120Hz hingga Azan Reminder

Sharp Gebrak Pasar TV 4K, Bawa Gaming 120Hz hingga Azan Reminder

Tekno | Sabtu, 26 September 2026 | 12:15 WIB

Terkini

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Entertainment | Minggu, 27 September 2026 | 00:01 WIB

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

News | Sabtu, 26 September 2026 | 23:28 WIB

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 23:20 WIB

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:44 WIB

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:34 WIB

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:20 WIB

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 22:14 WIB

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 21:59 WIB

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 21:25 WIB

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Otomotif | Sabtu, 26 September 2026 | 20:54 WIB

×