Pemerintah Qatar Bantah Tuduhan Eksploitasi Pekerja Migran untuk Piala Dunia 2022

Syaiful Rachman

Selasa, 16 November 2021 | 23:34 WIB
Pemerintah Qatar Bantah Tuduhan Eksploitasi Pekerja Migran untuk Piala Dunia 2022
Suasana proyek pembangunan Stadion Ras Abu Aboud, salah satu stadion yang akan digunakan pada Piala Dunia FIFA 2022 di Doha di Qatar, Rabu (25/9/2019). [AFP]

Suara.com - Pemerintah Qatar mengakui bahwa sistem tenaga kerja mereka masih harus dibenahi, namun membantah tuduhan eksploitasi ribuan pekerja migran untuk persiapan Piala Dunia 2022 sebagaimana tertuang dalam laporan Amnesty International.

Pernyataan Badan Komunikasi Pemerintah Qatar pada Selasa (16/11/2021) membantah klaim Amnesty International bahwa reformasi tenaga kerja di negaranya tak menciptakan perubahan berarti bagi ribuan pekerja migran di negara Timur Tengah itu.

Suasana proyek pembangunan Stadion Ras Abu Aboud, salah satu stadion yang akan digunakan pada Piala Dunia FIFA 2022 di Doha di Qatar, Rabu (25/9/2019). [AFP]
Suasana proyek pembangunan Stadion Ras Abu Aboud, salah satu stadion yang akan digunakan pada Piala Dunia FIFA 2022 di Doha di Qatar, Rabu (25/9/2019). [AFP]

"Amnesty gagal mendokumentasikan satu cerita pun di antara 242.870 pekerja yang bisa beralih pekerjaan sejak pembatasan diangkat pada September 2020 maupun terkait manfaat yang didapatkan lebih dari 400 ribu pekerja yang kini mendapatkan upah minum baru berdasar kenaikan gaji serta berbagai insentif finansial lainnya," demikian pernyataan tersebut dilansir Reuters.

"Qatar tak pernah mengelak dari fakta bahwa sistem tenaga kerja kami masih harus dibenahi."

"Pemerintah berkomitmen untuk mengadakan kolaborasi aktif dan konstruktif dengan rekanan internasional serta kelompok kritik untuk terus meningkatkan standard bagi pekerja migran di Qatar," tulis pernyataan yang sama.

Sebelumnya, Amnesty International, menerbitkan laporan 48 halaman bertajuk Reality Check 2021 yang menyatakan bahwa di tengah persiapan Piala Dunia 2022 di Qatar masih terjadi praktik penangguhan upah serta pungutan kepada pekerja yang ingin beralih pekerjaan, meskipun sudah dilakukan reformasi tenaga kerja pada 2014.

"Kepuasan diri yang tampak dari pihak berwenang membuat ribuan pekerja terus menghadapi risiko eksploitasi oleh majikan yang tidak bermoral, dengan banyak tidak dapat berganti pekerjaan dan menghadapi pencurian upah," kata direktur program masalah global Amnesty International Mark Dummett sebagaimana dikutip oleh The Guardian.

"Mereka memiliki sedikit harapan untuk pemulihan, kompensasi maupun keadilan. Setelah Piala Dunia, nasib para pekerja yang menetap di Qatar akan semakin tidak pasti."

Isu pekerja migran di Qatar sempat menimbulkan seruan aksi boikot terhadap Piala Dunia 2022.

baca juga

Namun, dari kalangan pelaku sepak bola seperti tim nasional Belanda menyatakan bahwa memberi sorotan langsung saat berlaga di Qatar akan memberi dampak lebih besar ketimbang boikot. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Qatar Jadi Penengah Rahasia Konflik Panas AS-Iran

Qatar Jadi Penengah Rahasia Konflik Panas AS-Iran

News | Rabu, 30 September 2026 | 07:58 WIB

Eks Anak Asuh Enzo Maresca Terkejut Jika Timnas Indonesia Gagal ke Piala Dunia 2030

Eks Anak Asuh Enzo Maresca Terkejut Jika Timnas Indonesia Gagal ke Piala Dunia 2030

Bola | Kamis, 24 September 2026 | 18:50 WIB

Amnesty Minta Pelaku Pembubaran Ibadah GKPI Tangerang Diproses Hukum

Amnesty Minta Pelaku Pembubaran Ibadah GKPI Tangerang Diproses Hukum

News | Senin, 21 September 2026 | 21:41 WIB

Emir Qatar Mendadak Kirim Surat Khusus ke Presiden Prabowo Lewat Menlu Sugiono, Ada Apa?

Emir Qatar Mendadak Kirim Surat Khusus ke Presiden Prabowo Lewat Menlu Sugiono, Ada Apa?

News | Senin, 21 September 2026 | 13:57 WIB

Resmi Menikah, Christian Wilfandio Tetap Fokus Bawa Timnas Mini Soccer Indonesia ke Piala Dunia 2027

Resmi Menikah, Christian Wilfandio Tetap Fokus Bawa Timnas Mini Soccer Indonesia ke Piala Dunia 2027

Bola | Senin, 14 September 2026 | 17:35 WIB

Timnas Indonesia U-20 Masuk Pot 3, Ini Calon Lawan di Piala Asia 2027

Timnas Indonesia U-20 Masuk Pot 3, Ini Calon Lawan di Piala Asia 2027

Bola | Rabu, 09 September 2026 | 13:22 WIB

43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG

43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG

News | Selasa, 08 September 2026 | 22:15 WIB

Niat Pulang ke Indonesia, Raditya Dika Tertahan di Qatar Akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau

Niat Pulang ke Indonesia, Raditya Dika Tertahan di Qatar Akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau

Your Say | Selasa, 08 September 2026 | 10:12 WIB

Amnesty Soroti Kekerasan TNI terhadap Warga Sipil: Tentara Perlu Punya Hati Nurani

Amnesty Soroti Kekerasan TNI terhadap Warga Sipil: Tentara Perlu Punya Hati Nurani

News | Senin, 07 September 2026 | 19:20 WIB

Kejar Tiket Piala Dunia Wanita 2035, MLSC 2026/2027 Ekspansi ke 3 Kota Baru

Kejar Tiket Piala Dunia Wanita 2035, MLSC 2026/2027 Ekspansi ke 3 Kota Baru

Bola | Senin, 07 September 2026 | 09:37 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×