facebook

Bawa MU ke 16 Besar Liga Champions, Michael Carrick Tetap Minus di Mata Paul Scholes

Rully Fauzi
Bawa MU ke 16 Besar Liga Champions, Michael Carrick Tetap Minus di Mata Paul Scholes
Pelatih sementara Manchester United, Michael Carrick (kedua dari kiri) memimpin tim pada laga Liga Champions kontra Villarreal di Estadio de la Ceramica, Spanyol, Rabu (24/11/2021) WIB. [JOSE JORDAN / AFP]

Scholes berharap Manchester United jangan naif untuk mempermanenkan status Carrick jadi pelatih tetap.

Suara.com - Pelatih sementara Manchester United (MU), Michael Carrick melakoni debutnya memimpin tim dengan manis. Meski demikian, legenda Setan Merah Paul Scholes meminta mantan klubnya jangan naif untuk mempermanenkan status Carrick jadi pelatih tetap.

Carrick ditunjuk sebagai pelatih sementara Manchester United usai klub memecat Ole Gunnar Solskjaer akhir pekan lalu.

Mantan gelandang Manchester United itu telah dikonfirmasi hanya jadi pelatih sementara, sampai kubu Setan Merah mendapatkan sosok pelatih interim alias caretaker yang akan menukangi tim hingga akhir musim ini, sebelum akhirnya menunjuk manajer definitif menyambut musim 2022/2023 nanti. 

Akan tetapi wacana Carrick dipermanenkan saja sebagai pelatih tetap Manchester United mulai bermunculan, usai pria berusia 40 tahun itu mengantarkan Setan Merah lolos ke babak 16 besar Liga Champions.

Baca Juga: Tambal Sulam Taktik Solskjaer, Berikut 5 Perubahan MU di Bawah Carrick

Manchester United asuhan Carrick mengamankan kelolosan setelah menang 2-0 di markas Villarreal pada laga matchday 5 Liga Champions, Rabu (24/11/2021) dini hari WIB tadi, hasil yang sekaligus memastikan Setan Merah keluar sebagai jawara Grup F seiring dengan ditahan imbangnya Atalanta dengan skor 3-3 oleh Young Boys.

Well, meski Manchester United tampil impresif dalam debut Carrick sebagai juru taktik, legenda klub Paul Scholes rupanya tetap skeptis mantan rekan setimnya itu layak menjadi pelatih definitif.

Menurut Scholes, Manchester United tak seharusnya mempercayakan tim pada pelatih yang miskin pengalaman, atau dalam kasus Carrick, sang pelatih bahkan belum punya pengalaman sama sekali sebagai pelatih kepala sebelumnya.

Scholes, yang pernah jadi tandem setia Carrick di lini tengah Manchester United selama bertahun-tahun, menilai eks rekan setimnya itu belum cukup mumpuni untuk menukangi Setan Merah.

"Ayolah, ini hanya satu pertandingan. Mereka (Manchester United) juga lolos ke 16 besar berkat pelatih ksebelumnya (Solskjaer)," ketus Scholes saat menjadi pandit untuk BT Sport.

Baca Juga: Jelang Sheriff vs Real Madrid, Carlo Ancelotti Puji Vinicius Junior Setinggi Langit

Mantan gelandang Manchester United Paul Scholes. STEFANUS IAN / AFP
Legenda Manchester United, Paul Scholes. [STEFANUS IAN / AFP]

"Sebagai pelatih kepala Manchester United, sebagai manajer, Anda harus memiliki yang terbaik. Ini klub masif. Anda harus menunjuk sosok manajer terbaik yang bisa Anda dapatkan," lanjut mantan gelandang Manchester United dan Timnas Inggris itu.

"Michael, dia seorang pelatih yang tidak ada pengalaman di tempat lain sebelumnya. Ia lama membela Manchester United sebagai pemain, pensiun, lalu menjadi staf pelatih dan kemudian asisten pelatih. Tapi, pengalamannya sebagai pelatih kepala adalah nol," celoteh Scholes.

"Dia tidak bisa mendapatkan pekerjaan ini (sebagai pelatih tetap Manchester United). Terlepas dari saya menyukai Michael, mereka (Manchester United) membutuhkan yang terbaik. Saya berharap mereka jangan naif, mereka telah membuat banyak kesalahan sebelumnya, terkait pemilihan manajer, perekrutan pemain, dan yang lainnya."

Sebelum kick-off laga kontra Villarreal, Scholes sendiri juga telah memberikan kritik keras kepada Carrick. Ia menilai yang bersangkutan harusnya ikut mengundurkan diri bersama para staf Solskjaer lainnya.

"Saya akan merasa malu menjadi staf pelatih yang sekarang, karena mereka semua seharusnya pergi dengan didepaknya Ole. Ya, bisa itu dipecat atau mereka harusnya mundur sendiri. Mereka telah mengecewakan klub seperti halnya Ole," tandas Scholes.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar