alexametrics

Gagal Total Bersama Timnas Irak, Dick Adovacaat Resmi Tinggalkan Kursi Pelatih

Rully Fauzi
Gagal Total Bersama Timnas Irak, Dick Adovacaat Resmi Tinggalkan Kursi Pelatih
Pelatih kawakan asal Belanda, Dick Advocaat. [OLI SCARFF / AFP]

Pelatih kawakan asal Belanda itu cuma bertahan tiga bulan menukangi Timnas Irak.

Suara.com - Pelatih kawakan asal Belanda, Dick Advocaat telah berhenti sebagai pelatih Timnas Irak setelah gagal memastikan satu kemenangan pun dalam enam laga putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia dalam tiga bulan ia bertugas.

Pelatih berusia 74 tahun, yang terhitung tiga kali bertugas sebagai pelatih Belanda di antara sejumlah pos sebelumnya itu akan digantikan oleh Zeljko Petrovic dari Montenegro sebagai penanggung jawab Timnas Irak untuk Arab Cup, yang akan berlangsung di Qatar pekan depan.

"Asosiasi Sepakbola Irak telah menerima pengunduran diri pelatih Advocaat," kata juru bicara PSSI-nya Irak, Ahmed Zamil seperti dilansir Reuters, Rabu (24/11/2021).

"Advocaat menyampaikan penyesalan mendalam kepada fans Irak atas hasil mengecewakan karena ia sebenarnya diharapkan membawa timnas langsung lolos ke putaran final Piala Dunia (2022)."

Baca Juga: Terancam Tak Lolos ke Piala Dunia 2022, Uruguay Pecat Oscar Tabarez

Advocaat menyaksikan tiga hasil imbang dan tiga kekalahan sejak mengambil alih kursi kepelatihan Irak pada Agustus 2021, dan meninggalkan tim di posisi kedua terbawah klasemen Grup A babak kualifikasi ketiga, terpaut 10 poin dari tempat kedua.

Dua tim teratas dalam dua grup putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia bakal lolos langsung ke putaran final Piala Dunia 2022, sementara tempat ketiga akan menawarkan tiket ke Qatar melalui dua play-off lintas konfederasi.

"Ekspektasi tidak sesuai dengan kemungkinan," papar Advocaat kepada media Belanda soal kegagalannya bersama Irak

"Timnas Irak sedang dalam fase transisi. Pemain muda perlu ditambahkan, tetapi proses seperti itu memakan waktu lama," sambungnya.

"Kami harus mencapainya dalam jangka pendek, itu sulit. Pada prinsipnya kami telah mencapai hasil yang cukup baik, seperti seri melawan Korea Selatan dan Uni Emirat Arab, tetapi kami kesulitan mencetak gol."

Baca Juga: Roberto Martinez Sedih Lihat Karier Eden Hazard Merosot Tajam

"Secara teori, meski sangat sulit, kami masih bisa finis ketiga di grup dan lolos ke babak play-off untuk memperebutkan tiket Piala Dunia. Saya harap penerus saya bisa mewujudkannya," tandas Advocaat.

Timnas Irak, sang juara Piala Asia 2007, hanya sekali tampil di putaran final Piala Dunia pada 1986 silam. Namun di fase grup, Irak jadi bulan-bulanan dengan selalu kalah dalam tiga pertandingan.

Komentar