Kariernya di politik terbilang mulus. Pada tahun 1990, Bolsonaro terpilih sebagai anggota Majelis Rendah Kongres dan terpilih lagi sebanyak 6 kali.
Pandangan politik Bolsonaro cenderung ke kanan, di mana ia dikenal sangat mendukung konservatisme nasional yang menentang kebijakan sayap kiri seperti pernikahan sesama jenis, aborsi, dan sekularisme.
Pada Maret 2016, Bolsonaro mengumumkan pencalonannya sebagai Presiden Brasil dari Partai Kristen Sosial. Namun pada 2018 ia keluar dan bergabung Partai Liberal Sosial.
Berduet dengan Jenderal Hamilton Mourao, Bolsonaro maju ke pencalonan Presiden dan Wakil Presiden di mana ia memenangi putaran pertama Pemilihan Umum (Pemilu) pada 7 Oktober 2018.
Lalu di Pemilu putaran kedua, Jair Bolsonaro kembali menang dengan meraih 55 persen suara, mengungguli Fernando Haddad dari Partai Pekerja.
[Penulis: Zulfikar Pamungkas]