facebook

Bawa AS Roma ke Final Liga Konferensi, Jose Mourinho Menangis hingga Cetak Sejarah

Reky Kalumata
Bawa AS Roma ke Final Liga Konferensi, Jose Mourinho Menangis hingga Cetak Sejarah
Pelatih AS Roma Jose Mourinho bertepuk tangan pada pertandingan sepak bola leg kedua semifinal Liga Konferensi UEFA antara AS Roma dan Leicester City di Stadion Olimpiade di Roma, pada 5 Mei 2022. Isabella BONOTTO / AFP

AS Roma ke final Liga Konferensi UEFA 2021-2022 usai menyingkirkan Leicester City

Suara.com - Momen haru tercipta di leg kedua semifinal Liga Konferensi UEFA kala AS Roma menjamu Leicester City, di mana Jose Mourinho terlihat menangis usai membawa anak asuhnya ke final.

Liga Konferensi UEFA 2021-2022 telah melahirkan dua finalis yang akan saling tikam untuk menjadi juara edisi pertama ajang ini, yakni AS Roma dan Feyenoord Rotterdam.

Feyenoord memastikan tiket ke final usai di leg kedua berhasil menahan imbang Olympique Marseille 0-0, sehingga tim asal Belanda itu lolos ke final berkat keunggulan agregat 3-2.

Sedangkan AS Roma berhasil melangkah ke final Liga Konferensi UEFA 2021-2022 usai menang tipis 1-0 atas Leicester City di Stadion Olimpico, Jumat (6/5).

Baca Juga: Hasil Bola Tadi Malam: Frankfurt Tekuk West Ham, AS Roma Libas Leicester

Dalam duel antara AS Roma vs Leicester itu, Tammy Abraham berhasil menjadi pembeda usai menjaringkan bola di menit ke-11.

Kemenangan 1-0 AS Roma atas Leicester itu membuat Il Lupi berhak lolos ke final karena unggul agregat 2-1 atas wakil Inggris tersebut.

Di leg pertama yang bertempat di markas Leicester itu, kedua tim hanya bermain imbang 1-1. Tak pelak gol Tammy Abraham di leg kedua memastikan tiket ke final bagi AS Roma.

Keberhasilan AS Roma memastikan tempat di final Liga Konferensi UEFA pun lantas membuat Jose Mourinho mengeluarkan emosinya.

Terlihat setelah laga kontra Leicester itu, Mourinho menitikkan air mata kebahagiaan usai AS Roma melaju ke final kompetisi Eropa.

Baca Juga: Bekuk Leicester City 1-0, Roma Tantang Feyenoord Di Final Liga Conference

Air Mata Mourinho dalam Balutan Sejarah

Komentar