facebook

Polemik Jordi Amat Gabung JDT, Indra Sjafri: Bukan Berarti Kualitasnya Menurun

Arief Apriadi | Adie Prasetyo Nugraha
Polemik Jordi Amat Gabung JDT, Indra Sjafri: Bukan Berarti Kualitasnya Menurun
Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri saat ditemui di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, Kamis (30/6/2022) pagi. (Suara.com/Adie Prasetyo Nugraha).

Kepindahan Jordi Amat ke klub Malaysia, Johor Darul Ta'zim (JDT) menimbulkan polemik di antara pecinta sepak bola Indonesia.

Suara.com - Keputusan calon pemain naturalisasi, Jordi Amat bergabung dengan Johor Darul Ta'zim (JDT) menuai polemik. Banyak yang menyayangkan keputusan sang pemain bergabung dengan klub raksasa Malaysia tersebut.

JDT sudah mengumumkan secara resmi Jordi Amat menjadi bagian dari mereka, Rabu (29/6/2022) waktu setempat. Pemain 30 tahun itu disebut akan bermain pada musim ini.

Pecinta sepakbola Tanah Air banyak yang menyayangkan keputusan Jordi Amat berkompetisi di Malaysia. Mereka berharap sang pemain tetap merumput di Eropa.

Sebelumnya, ia berbaju KAS Eupen di Liga Belgia. Namun, pemain berpaspor Spanyol itu memutuskan tidak lagi memperpanjang kontraknya.

Baca Juga: Klarifikasi Jordi Amat soal Dirinya yang Gabung JDT, Tegaskan Bukan Karena Uang

Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri turut buka suara mengenai polemik ini. Menurutnya, kualiatas Jordi Amat belum tentu merosot setelah bergabung dengan JDT.

"Pesepakbola bebas menentukan sikapnya sendiri. Di perpindahan Jordi itu murni perpindahan warga negara," kata Indra Sjafri saat ditemui di kawasan Sentul, Bogor, Kamis (30/6/2022).

"Bagaimana ia mengubah kepribadian dia saya pikir tergantung. Tapi memang kemarin saat mau memulai naturalisasi itu kualitas pertimbangannya, kedua mereka bermain di level kompetisi yang lebih baik. Tapi walaupun Jordi bermain di Malaysia, bukan berarti menurunkan kualitasnya," terangnya.

Lebih lanjut, Indra memahami apa yang dirasakan masyarakat Indonesia. Apalagi, sang pemain memilih merumput di Malaysia

"Saya memahami apa yang disampaikan masyarakat apalagi ini bermain di JDT dan klubnya di Malaysia yang sekarang ada yang pro dan kontra," ungkapnya.

Baca Juga: Jika Terpilih Jadi Tuan Rumah Piala Asia 2023, Timnas Indonesia Terhindar dari 6 Negara Ini di Fase Grup

Adapun JDT sejatinya bukanlah klub sembarang. Mereka kini bisa dibilang menjadi kekuatan baru di Asia.

Fasilitas olahraga yang mereka miliki cukup jempolan. Bahkan, JDT pernah menjadi juara Piala AFC 2015.

Saat ini pun raksasa Malaysia tersebut sedang bersaing di babak 16 besar Liga Champions Asia 2022. Tidak ada tim asal Asia Tenggara mencapai babak tersebut selain JDT.

Komentar