Momen Mencekam Pemain Persebaya Keluar Kanjuruhan: Selebrasi Kemenangan Berubah Jerit dan Tangisan

Arief Apriadi

Jum'at, 28 Oktober 2022 | 07:55 WIB
Momen Mencekam Pemain Persebaya Keluar Kanjuruhan: Selebrasi Kemenangan Berubah Jerit dan Tangisan
Suasana mencekam evakuasi tim Persebaya menggunakan baracuda untuk meninggalkan Stadion Kanjuruhan pada 1 Oktober lalu. [Tangkapan Layar YouTube Official Persebaya]

Suara.com - Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan setidaknya 135 suporter pada 1 Oktober lalu masih meninggalkan banyak cerita bagi orang-orang yang menyaksikan maupun terlibat langsung dalam insiden berdarah paling mematikan dalam sejarah sepak bola Indonesia itu.

Terkini, Persebaya Surabaya melalui kanal YouTube Official Persebaya, merilis video berjudul "UNTOLD Story 1st OCTOBER | Matchday Sessions : Arema FC VS Persebaya" yang berisi kesaksian staf pelatih, manajemen, hingga pemain dalam Tragedi Kanjuruhan.

Tragedi Kanjuruhan terjadi pasca duel Arema FC vs Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga 1 2022-2023 di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada 1 Oktober lalu.

Tak banyak narasi yang memperlihatkan bagaimana Persebaya Surabaya selaku tim tamu selamat dari insiden tersebut, sebelum tim berjuluk Bajul Ijo itu sendiri yang akhirnya merilis video kesaksian tersebut.

Semua bermula setelah Persebaya sukses meraih kemenangan 3-2 atas Arema FC. Itu merupakan kemenangan perdana mereka di kandang Singo Edan dalam 23 tahun terakhir.

Para pemain Persebaya pun bersuka cita dan meluapkan kegembiraanya di ruang ganti. Namun, momen menyenangkan itu tak berlangsung lama. Pihak keamanan meminta mereka bersiap-siap dalam lima menit untuk menuju kendaraan taktis (rantis) baracuda.

Security Officer Persebaya, Depri. [Tangkapan Layar YouTube Official Persebaya]
Security Officer Persebaya, Depri. [Tangkapan Layar YouTube Official Persebaya]

Sontak, suasana gembira di ruang ganti berubah mencekam. Tanda tanya dan kekhawatiran muncul terkait apa yang terjadi pasca laga dan seperti apa suasana di luar stadion.

"Saat peluit panjang saya belum mendapat informasi pemain harus diapakan. Setelah pemain sudah masuk ke ruang ganti, saya bertemu ibu Kasatlantas dan diminta mengevakuasi pemain," kata Security Officer Persebaya, Depri.

"Saya ke ruang ganti, ngomong ke pak manajer, bahwa kami tak bisa lama-lama di sini," tambahnya.

baca juga

Para staf pelatih, manajemen dan pemain Persebaya pun segera menuju rantis untuk mendapat evakuasi dan segera meninggalkan Stadion Kanjuruhan. Di momen itu lah mata mereka semua melihat kengerian yang hingga kini masih terbayang-bayang di kepala.

Kerusuhan ternyata juga terjadi di luar Stadion Kanjuruhan. Polisi dan para suporter saling bentrok, api berkobar di mana termasuk hancurnya beberapa mobil kepolisian.

Salah satu penggawa asing Persebaya, Leo Lelis menyampaikan kesaksiannya dalam unggahan video Persebaya di YouTube. Dia bergidik ngeri dan merasa takut mengingat-ingat apa yang terjadi.

"Kami tahu kemenangan ini bersejarah, tapi kami mendengar hanya punya lima menit untuk pergi. Situasinya kenapa?" kata Leo Lelis.

"Saat kami diminta 5 menit untk pergi dari ruang ganti, saya punya perasaan buruk. Tapi tetap, tak ada yang bisa membayangkan situasinya [akan] seperti itu. Kami takut dan kaget karena tidak pernah membayangkan ini berakhir menjadi tragedi."

Penggawa asing Persebaya Surabaya, Leo Lelis. [Tangkapan Layar YouTube Official Persebaya]
Penggawa asing Persebaya Surabaya, Leo Lelis. [Tangkapan Layar YouTube Official Persebaya]

Menurut Leo Lelis, proses evakuasi tim Persebaya Surabaya dari Stadion Kanjuruhan tidak berjalan mudah. Mereka mendapat hadangan dari suporter Arema FC. Lemparan batu dan provokasi mereka dapatkan sepanjang jalan keluar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polemik PSSI, KLB Dipandang Tak Selesaikan Masalah

Polemik PSSI, KLB Dipandang Tak Selesaikan Masalah

Bola | Kamis, 27 Oktober 2022 | 23:40 WIB

Sikap Tegas PSM Makassar Terkait Tragedi Kanjuruhan, Tuntut PSSI Gelar KLB

Sikap Tegas PSM Makassar Terkait Tragedi Kanjuruhan, Tuntut PSSI Gelar KLB

Bola | Kamis, 27 Oktober 2022 | 19:59 WIB

Kesaksian Jurnalis Tragedi Kanjuruhan: Pencarian Jalan Kehidupan Melalui Pintu 13 | Wawancara Eksklusif

Kesaksian Jurnalis Tragedi Kanjuruhan: Pencarian Jalan Kehidupan Melalui Pintu 13 | Wawancara Eksklusif

Video | Kamis, 27 Oktober 2022 | 20:00 WIB

Kembali Turun ke Jalan, Aremania Bawa Keranda: Bayar Air Mata Kami dengan Keadilan

Kembali Turun ke Jalan, Aremania Bawa Keranda: Bayar Air Mata Kami dengan Keadilan

Foto | Kamis, 27 Oktober 2022 | 13:48 WIB

4 Tim Liga 1 yang Setuju Gelar KLB PSSI, 2 Klub Berstatus Pendiri Federasi

4 Tim Liga 1 yang Setuju Gelar KLB PSSI, 2 Klub Berstatus Pendiri Federasi

Bola | Kamis, 27 Oktober 2022 | 12:50 WIB

Persib Bandung Tunggu Kepastian Trofeo Bersama Borussia Dortmund

Persib Bandung Tunggu Kepastian Trofeo Bersama Borussia Dortmund

Bola | Rabu, 26 Oktober 2022 | 17:11 WIB

Terkini

Ubah Sampah Jadi Berkah: Cerita Ketua RT di Petukangan Utara Sulap Botol Plastik Bekas Jadi Sapu

Ubah Sampah Jadi Berkah: Cerita Ketua RT di Petukangan Utara Sulap Botol Plastik Bekas Jadi Sapu

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:05 WIB

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

×