Guru di Qatar Diperkosa dan Dibunuh, Mayatnya Dibuang ke Gurun Pasir, Keluarga Tulis Surat ke Timnas Inggris

Pebriansyah Ariefana
Guru di Qatar Diperkosa dan Dibunuh, Mayatnya Dibuang ke Gurun Pasir, Keluarga Tulis Surat ke Timnas Inggris
Pelatih Timnas Inggris, Gareth Southgate diwawancarai jurnalis usai laga kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Eropa kontra Polandia di Stadion PGE Narodowy, Warsawa, Kamis (9/9/2021). [ANEK SKARZYNSKI / AFP]

Surat itu ditulis sang ibu, Alison Patterson yang ditujukan kepada pelatih Timnas Gareth Southgate.

Suara.com - Lauren, seorang guru diperkosa dan dibunuh di Qatar. Mayatnya dibuang di gurun pasir. Pihak keluarga menulis surat kepada Timnas Inggris agar mereka mengangkat kasus tersebut selama bertanding di Piala Dunia 2022 Qatar.

Surat itu ditulis sang ibu, Alison Patterson yang ditujukan kepada pelatih Timnas Gareth Southgate.

Keluarga Lauren ingin bintang Timnas Inggris, termasuk Harry Kane dan Marcus Rashford menyebutkan nama Lauren saat mencetak gol di Piala Dunia 2022.

Kejadian pembunuhan itu bermula saat Lauren sedang mengajar di sebuah sekolah dasar di ibu kota Doha.

Baca Juga: Lionel Messi Ungkap Satu Penyesalan di Piala Dunia 2022, Singgung Louis van Gaal

Pelatih Timnas Inggris, Gareth Southgate. [PAUL ELLIS / AFP]
Pelatih Timnas Inggris, Gareth Southgate. [PAUL ELLIS / AFP]

Setelah pulang mengajar, Laurenhilang pada Oktober 2013.

Tubuhnya ditemukan di gurun setelah dia diperkosa dan dibunuh oleh Badr Hashim Khamis Abdallah al-Jabr.

Badr Hashim Khamis Abdallah al-Jabr akan menghadapi hukuman mati karena kasus pembunuhan itu.

“Saya ingin semua pemain Inggris memikirkan Lauren ketika mereka berlari ke lapangan. Jika salah satu dari mereka membuat bentuk-L setelah mencetak gol atau memenangkan pertandingan, itu akan menghormati Lauren dan sangat berarti," kata Alison dikutip dari Daily Mail.

Para pemain Timnas Inggris. [Paul ELLIS / AFP]
Para pemain Timnas Inggris. [Paul ELLIS / AFP]

Alison mengkritik pengadilan Qatar yang seolah-olah tidak serius menangani kasus pembunuhan Lauren.

Baca Juga: Jarang Jadi Starter MU, Harry Maguire Merasa Berada di Titik Terendah dalam Karirnya

Bahkan tidak ada permintaan maaf dari pihak pembunuh.