- Bek Manchester United, Harry Maguire, dinyatakan bersalah atas keributan di Mykonos pada Agustus 2020 oleh pengadilan Yunani.
- Maguire dijatuhi hukuman 15 bulan penjara bersyarat atas penyerangan, perlawanan, dan percobaan penyuapan polisi dalam sidang 4 Maret 2026.
- Tim kuasa hukum Maguire dipastikan mengajukan banding atas putusan tersebut yang tidak bulat di Pulau Syros.
Suara.com - Bek Manchester United, Harry Maguire, dinyatakan bersalah oleh pengadilan Yunani dalam kasus keributan di Mykonos yang terjadi pada 2020.
Kapten tim nasional Inggris itu dijatuhi hukuman penjara 15 bulan dengan status bersyarat setelah dinilai melakukan penyerangan, perlawanan saat ditangkap dan percobaan penyuapan terhadap polisi.
Putusan tersebut dibacakan dalam sidang ulang yang digelar di Pulau Syros pada Rabu (4/3/2026) waktu setempat. Maguire sendiri tidak hadir langsung di persidangan tersebut.
Keputusan majelis hakim tidak bulat. Satu hakim menyatakan Maguire tidak bersalah, sementara dua hakim lainnya memutuskan sang pemain bersalah.
Tim kuasa hukum Maguire dipastikan akan mengajukan banding ke Mahkamah Agung Yunani. Langkah itu diambil demi membersihkan nama bek berusia 33 tahun tersebut.
Kasus ini bermula hampir enam tahun lalu saat Maguire ditangkap dalam sebuah liburan keluarga di Mykonos pada Agustus 2020. Kala itu ia sempat dijatuhi hukuman 21 bulan penjara bersyarat sebelum putusan tersebut otomatis dibatalkan setelah banding.
Sidang ulang sendiri mengalami berbagai penundaan. Prosesnya sempat tertunda karena ketidakhadiran pengacara, aksi mogok pengacara di Yunani, hingga jadwal persidangan yang berubah beberapa kali.
Menurut laporan, Maguire juga menolak beberapa tawaran penyelesaian di luar pengadilan. Salah satunya permintaan pembayaran sekitar 43.500 poundsterling yang diajukan menjelang sidang.
Versi Maguire berbeda dengan dakwaan jaksa. Ia mengklaim insiden bermula ketika dua pria mendekati adiknya, Daisy, di sebuah bar hingga menyebabkan sang adik pingsan.
Baca Juga: 11 Laga Tak Terkalahkan, Carrick Haramkan Pemain Manchester United Lakukan Hal Ini
“Dua pria mendekati adik perempuan saya dan menanyakan asalnya. Tiba-tiba mata adik saya terbalik dan dia pingsan,” kata Maguire dalam wawancara dengan BBC.
Ia juga mengaku sempat mengira dirinya diculik ketika dibawa ke kantor polisi. Menurutnya, ia dan keluarganya dipukul oleh orang yang diduga polisi berpakaian sipil.
“Pikiran pertama saya adalah kami sedang diculik. Kami berlutut dan mengangkat tangan, tapi mereka tetap memukul kami,” ujar Maguire.
“Saya sangat panik dan takut. Saat itu saya berpikir karier sepak bola saya sudah berakhir,” tambahnya.
Kontributor: Adam Ali