- Roberto Mancini mundur sementara sebagai pelatih Al-Sadd sebab ia tertahan akibat larangan penerbangan di kawasan Teluk.
- Mancini, yang ditunjuk 13 November 2025, izin keluar Qatar karena urusan medis keluarga sebelum konflik memburuk.
- Asisten pelatih Sergio Alegre akan memimpin tim Al-Sadd sampai Mancini dapat kembali bertugas ke Qatar.
Suara.com - Pelatih Al-Sadd, Roberto Mancini, terpaksa mundur sementara dari jabatannya setelah tidak bisa kembali ke Qatar akibat larangan penerbangan yang diberlakukan di tengah perang AS-Iran di kawasan Teluk.
Situasi ini tentu tak mengenakkan bagi eks pelatih Timnas Arab Saudi. Mancini baru bekerja selama 5 bulan di Al Sadd.
Roberto Mancini resmi ditunjuk sebagai pelatih Al-Sadd, pada tanggal 13 November 2025.
Situasi keamanan yang memburuk membuat seluruh penerbangan menuju Qatar dihentikan, sehingga Mancini tertahan di luar negeri.
Mantan pelatih timnas Italia dan Manchester City itu sebelumnya mendapat izin meninggalkan Qatar untuk urusan keluarga yang bersifat medis.
Kepergiannya telah dikoordinasikan dengan manajemen klub sebelum laga pertama AFC Champions League Elite.
Namun situasi regional berubah cepat dan membuat akses udara ke Qatar ditutup. Akibatnya, Mancini tidak bisa kembali untuk memimpin tim dalam pertandingan penting.
“Situasi konflik di kawasan menyebabkan penerbangan ke Qatar dihentikan, sehingga pelatih Roberto Mancini belum dapat kembali untuk menjalankan tugasnya,” tulis pernyataan resmi klub.
Klub Al-Sadd memastikan perubahan sementara di kursi pelatih.
Baca Juga: Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
Asisten pelatih Sergio Alegre ditunjuk memimpin tim saat menghadapi Umm Salal dalam laga liga domestik.
“Untuk pertandingan berikutnya, tim akan dipimpin oleh asisten pelatih Sergio Alegre sampai Roberto Mancini dapat kembali ke Qatar,” lanjut pernyataan klub.
Manajemen juga menegaskan sedang berupaya mencari solusi agar Mancini bisa segera kembali.
Kepulangan pelatih asal Italia itu sepenuhnya bergantung pada perkembangan situasi konflik di kawasan.
Kontributor: M.Faqih