Perjalanan Shunsuke Nakamura hingga Jadi Legenda Asia

Arief Apriadi, Adie Prasetyo Nugraha

Senin, 26 Desember 2022 | 08:46 WIB
Perjalanan Shunsuke Nakamura hingga Jadi Legenda Asia
Pesepak bola legendaris Jepang, Shunsuke Nakamura. [J League]

Suara.com - Shunsuke Nakamura akhirnya memutuskan gantung sepatu dengan status sebagai legenda sepak bola Asia. Perjalanan karier sosok 44 tahun itu terbilang cukup memukau karena semakin tua makin jadi.

Shunsuke Nakamura memutuskan pensiun pada akhir musim 2022, dengan terakhir membela Yokohama FC di J2 League. Banyak cerita dalam karier Nakamura, mulai dari debut, ke Eropa, hingga jadi legenda Asia.

Sosok yang lahir pada 24 Juni 1978 di Yokohama itu memulai peruntungan di dunia sepak bola saat berusia 12 pada 1991. Ia bergabung dengan tim muda Nissan Motors FC, klub yang kini dikenal dengan nama Yokohama F. Marinos.

Setelah itu, Shunsuke Nakamura bergabung ke SMA Toko Gakuen di Kawasaki dan mengantarkan sekolahnya masuk final kompetisi antar-SMA se-Jepang pada 1996. Setelah lulus SMA pada 1997, dia memutuskan bergabung dengan Yokohama Marinos, kembali ke tim tempat dirinya menimba ilmu saat kecil.

Nakamura menjalani debut profesionalnya pada 8 Maret 1997 pada laga J League Cup melawan Verdy Kawasaki atau yang sekarang dikenal dengan nama Tokyo Verdy bermain 76 menit pada pertandingan tersebut. Lalu, ia menjalani debut di Liga Jepang alias J1 League pada pekan kedua musim itu, tepatnya pada 16 Maret 1997, melawan Gamba Osaka.

Pemain Yokohama FC, Shunsuke Nakamura. [Dok. J League]
Pemain Yokohama FC, Shunsuke Nakamura. [Dok. J League]

Sang legenda masuk pada menit ke-55 menggantikan Julio Cesar Baldivieso, meski harus rela melihat tim yang ia bela kalah telak 0-4 dari Gamba Osaka. Musim itu, ia bermain 30 kali dan mencetak lima gol di semua ajang.

Kebintangan Shunsuke Nakamura mulai benar-benar terlihat pada 2000. Dari 32 laga di J1 League, ia mencatat lima gol dan 11 assist, mengantarkan Marinos jadi runner-up J1 League musim itu.

Tak hanya itu, ia juga terpilih sebagai pemain terbaik J1 League 2000. Selain itu, dia juga menjalani debutnya di timnas Jepang pada tahun ini. Dia diturunkan pelatih Philippe Troussier pada laga Kualifikasi Piala Asia 2000 melawan Singapura, 13 Februari 2000.

Nakamura kemudian mencetak gol pertamanya untuk Samurai Biru pada laga berikutnya di Kualifikasi Piala Asia 2000, yaitu kontra Brunei Darussalam pada 16 Februari 2000, mencetak gol pada menit ke-45 dalam kemenangan 9-0 timnas Jepang melawan Brunei. 

baca juga

Pada putaran final, ia berhasil membawa Jepang meraih gelar Piala Asia 2000 dengan mengalahkan Arab Saudi di final. Nakamura masuk ke dalam Tim Terbaik turnamen.

Persimpangan Karier Shunsuke Nakamura

Nakamura berada di persimpangan karier pada tahun 2002. Saat itu, secara mengejutkan dia tak dibawa menuju Piala Dunia 2002 yang dihelat di Korea Selatan dan Jepang. Ia merasa pilihan harus hengkang ke Eropa menjadi jalan untuk mengembangkan permainannya.

Pertengahan 2002, ia memilih untuk bergabung dengan tim promosi Serie A Liga Italia, Reggina. Nakamura diberikan nomor punggung 10 di Reggina dan klub mampu menjual 250 ribu jersey dia hanya dalam waktu lima bulan.

Total, dia bermain 150 kali dan mencetak 33 gol di J1 League sebelum hengkang ke Eropa. Delapan tahun di Eropa, dia membela Reggina di Liga Italia, Celtic di Liga Skotlandia, dan Espanyol di Liga Spanyol, menghabiskan diri sebagai salah satu pemain paling mentereng dari Asia di dunia.

Nakamura sempat membawa timnas Jepang kembali juara Piala Asia pada edisi 2004 dengan mengalahkan Cina di partai puncak. Ia bahkan terpilih jadi MVP alias Pemain Terbaik dalam turnamen tersebut.

Pesepak bola legendaris Jepang, Shunsuke Nakamura. [J League]
Pesepak bola legendaris Jepang, Shunsuke Nakamura. [J League]

Setelah sewindu melanglang Eropa, dia memutuskan untuk kembali ke J League, bergabung kembali dengan Yokohama F. Marinos pada awal tahun 2010. Hal ini dia lakukan agar mendapatkan menit bermain dan bisa dipanggil pelatih Takeshi Okada untuk Piala Dunia 2010. 

Sang legenda bermain satu kali di gelaran yang dihelat di Afrika Selatan tersebut, dan memutuskan pensiun dari timnas Jepang usai gelaran Piala Dunia 2010. Total, Nakamura bermain 98 kali untuk timnas Jepang dan mencetak 24 gol. 

Di level klub, musim itu dia bermain 32 kali di J1 League dan mencetak lima gol, jadi salah satu pemain utama Marinos meski sudah berusia 32 tahun.

Shunsuke Nakamura, Makin Tua Makin Jadi

Musim 2013, dia yang menjabat sebagai kapten tim Marinos tampil luar biasa, berlaga 33 kali, mencetak 10 gol dan enam assist, serta membawa Marinos jadi runner-up J1 League di usia 35.

Saat itu, sang legenda mengalami cedera jelang akhir musim, membuat Marinos kalah tiga kali dalam empat laga terakhir yang membuat mereka disalip Sanfrecce Hiroshima dalam perburuan gelar juara, hal yang dikatakan dia menjadi momen terburuk dalam kariernya.

Nakamura terpilih jadi MVP alias Pemain Terbaik, mengulangi prestasinya pada tahun 2000, dan kini jadi satu-satunya pemain yang pernah meraih gelar MVP J1 League dua kali sepanjang kariernya.

Saat itu, dia juga jadi pemain tertua yang menerima gelar MVP J1 League.

Nakamura bertahan di Yokohama F. Marinos hingga akhir musim 2016, total bermain 408 kali di semua ajang, mencetak 82 gol, dan 58 assist. Pada tahun 2017, Nakamura memutuskan hijrah ke klub J1 League lainnya, Jubilo Iwata.

Nakamura bermain dua setengah musim di Jubilo Iwata hingga musim panas 2019, dan total bermain 52 kali di semua ajang, mencetak 5 gol dan 12 assist. Pada pertengahan musim 2019, Nakamura bergabung dengan Yokohama FC di J2 League alias kasta kedua Liga Jepang.

Yokohama FC merupakan rival sekota klub masa kecilnya dan klub yang membesarkan namanya, Yokohama F. Marinos. Musim itu ia bermain enam kali dan mencetak satu gol, membantu Yokohama FC promosi ke kasta teratas sebagai runner-up J2 League.

Dia bertahan di Yokohama FC hingga pengujung kariernya sebelum memutuskan pensiun pada akhir 2022. Dalam musim terakhirnya, Nakamura bermain enam kali di J2 League dan membantu Yokohama FC jadi juara serta promosi ke kasta teratas Liga Jepang. 

Total, Nakamura bermain 41 kali di semua ajang untuk Yokohama FC, mencetak satu gol dan dua assist. Musim 2022 menjadi musim terakhirnya sebagai pesepak bola profesional dan kini memutuskan untuk memulai karier kepelatihan sebagai staf pelatih di Yokohama FC.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Profil Nguyen Cong Phuong, Striker Timnas Vietnam yang Gabung Yokohama FC

Profil Nguyen Cong Phuong, Striker Timnas Vietnam yang Gabung Yokohama FC

Bola | Minggu, 25 Desember 2022 | 21:45 WIB

Rapor Pemain J League Sepanjang Gelaran Piala Dunia dari 1994-2022

Rapor Pemain J League Sepanjang Gelaran Piala Dunia dari 1994-2022

Bola | Jum'at, 16 Desember 2022 | 11:04 WIB

Rapor 10 Pemain J League di Piala Dunia 2022, Siapa Paling Gemilang?

Rapor 10 Pemain J League di Piala Dunia 2022, Siapa Paling Gemilang?

Bola | Sabtu, 10 Desember 2022 | 09:18 WIB

Ada Andil Jepang dalam Kemenangan Kroasia atas Brasil di Perempat Final Piala Dunia 2022, Kok Bisa?

Ada Andil Jepang dalam Kemenangan Kroasia atas Brasil di Perempat Final Piala Dunia 2022, Kok Bisa?

Bola | Sabtu, 10 Desember 2022 | 07:56 WIB

Respect! Begini Reaksi Hajime Moriyasu dan Timnas Jepang Usai Gagal di 16 Besar

Respect! Begini Reaksi Hajime Moriyasu dan Timnas Jepang Usai Gagal di 16 Besar

Foto | Selasa, 06 Desember 2022 | 07:00 WIB

Bidik Tiket Perempat Final Piala Dunia 2022, Jepang Siap Ladeni Kroasia sampai Adu Penalti

Bidik Tiket Perempat Final Piala Dunia 2022, Jepang Siap Ladeni Kroasia sampai Adu Penalti

Bola | Senin, 05 Desember 2022 | 13:12 WIB

Terkini

Neymar Kembali Dicoret dari Skuad Brasil untuk Hadapi Haiti di Piala Dunia 2026

Neymar Kembali Dicoret dari Skuad Brasil untuk Hadapi Haiti di Piala Dunia 2026

Bola | Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:54 WIB

Demam Piala Dunia 2026: Filipina Darurat Kecanduan Judi Online

Demam Piala Dunia 2026: Filipina Darurat Kecanduan Judi Online

Bola | Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:45 WIB

Klub yang Prioritaskan Pemain Lokal di Super League akan Dapat Bonus dari I.League

Klub yang Prioritaskan Pemain Lokal di Super League akan Dapat Bonus dari I.League

Bola | Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:22 WIB

Timnas Swiss Cerah di Piala Dunia 2026 Gara-gara Gol Tak Terduga Johan Manzambi

Timnas Swiss Cerah di Piala Dunia 2026 Gara-gara Gol Tak Terduga Johan Manzambi

Bola | Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:03 WIB

Daftar Raja Assist Piala Dunia Sepanjang Masa: Lionel Messi dan Diego Maradona Berbagi Rekor

Daftar Raja Assist Piala Dunia Sepanjang Masa: Lionel Messi dan Diego Maradona Berbagi Rekor

Bola | Jum'at, 19 Juni 2026 | 10:45 WIB

Hasil Piala Dunia 2026: Meksiko Lolos 32 Besar Usai Kalahkan Korea Selatan

Hasil Piala Dunia 2026: Meksiko Lolos 32 Besar Usai Kalahkan Korea Selatan

Bola | Jum'at, 19 Juni 2026 | 10:25 WIB

Piala Dunia 2026: Persiapan Belanda Jelang Lawan Swedia Terganggu Alarm Misterius

Piala Dunia 2026: Persiapan Belanda Jelang Lawan Swedia Terganggu Alarm Misterius

Bola | Jum'at, 19 Juni 2026 | 10:09 WIB

Superkomputer: Menghitung Minimal Poin untuk Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026

Superkomputer: Menghitung Minimal Poin untuk Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026

Bola | Jum'at, 19 Juni 2026 | 10:05 WIB

Pelatih Kanada: Saya Bisa Dengar Tulangnya Patah

Pelatih Kanada: Saya Bisa Dengar Tulangnya Patah

Bola | Jum'at, 19 Juni 2026 | 09:30 WIB

Terbantai Swiss, Pelatih Bosnia dan Herzegovina Yakin Peluang Lolos Masih Terbuka

Terbantai Swiss, Pelatih Bosnia dan Herzegovina Yakin Peluang Lolos Masih Terbuka

Bola | Jum'at, 19 Juni 2026 | 09:21 WIB