Suara.com - Wakil Ketua Umum PSSI, Zainudin Amali meyakini kualitas pemain diaspora dan lokal yang mengikuti seleksi Timnas Indonesia U-17 proyeksi Piala Dunia U-17 2023 tidak jauh berbeda.
Hal itu disampaikan Zainudin Amali setelah Timnas Indonesia U-17 merampungkan dua laga uji coba di Bali kontra Barcelona Juvenil A dan Kashima Antlers U-18 pekan lalu.
Selepas menjalani laga uji coba, sebanyak 34 pemain yang tersisa dalam skuad Timnas Indonesia U-17 akan kembali menjalani seleksi bersama 42 pemain dari hasil seleksi 12 kota.
Dalam 34 pemain Timnas Indonesia U-17 yang dipimpin pelatih Bima Sakti, terdapat empat pemain diaspora yakni Aaron Liam Suitela, Welberlieskott De Halim Jardim, Althaf Fawwaz Khan, dan Igor Arungbumi Sanders.
Welberl Jardim dan Althaf Fawwaz Khan merupakan pemain diaspora yang dipanggil Bima Sakti sejak seleksi gelombang pertama, tetapi baru bisa hadir karena kesibukannya bersama klub masing-masing.

Sementara Igor Arungbumi Sanders merupakan pemain diaspora yang baru di panggil.
Di sisi lain, Aaron Liam Suitela merupakan satu-satunya pemain diaspora yang bertahan dari gelombang pertama pemanggilan ke Timnas Indonesia U-17.
Pada seleksi gelombang pertama, pemain keturunan atau diaspora lainnya sudah lebih dulu dipulangkan Bima Sakti. Mereka adalah Madrid Augusta, Mahesa Ekayanto, Aaron Nathan Ang dan Staffan Qabiel Horrito.
Melihat dinamika tersebut, Zainudin Amali pun menilai tidak ada perbedaan signifikan terkait kualitas pemain hasil seleksi Timnas Indonesia U-17 yang berisi gabungan pemain lokal dan diaspora.
“Tidak, kalau untuk U-17," kata Zainudin Amali dikutip dari Antara, Selasa (8/8/2023).
"Bahkan diaspora banyak yang tidak lolos (seleksi),” tambahnya.