Spanyol menggunakan formasi 4-2-3-1 di atas kertas dan selama persiapan mereka, tetapi juga transisi antara 4-3-3.
Spanyol suka membangun dengan formasi nominal 4-2-3-1, di mana dua gelandang pivot memutuskan siapa yang turun untuk menerima bola dari bek tengah dan bek sayap.
Namun, ini bukan sekadar 4-2-3-1. Spanyol sering bermain dengan Fermin Lopez sebagai penyerang nomor 10 atau penyerang kedua, yang turun untuk menerima bola dari lini tengah atau bergerak maju untuk membentuk kemitraan penyerang ganda dengan Abel Ruiz.
Ketika hal ini terjadi, Spanyol memerintahkan pemain sayap mereka untuk bergerak lebih tinggi, menciptakan formasi 4-2-4.
Saat pemain sayap bergerak maju dan Lopez bergeser ke posisi penyerang, bek sayap maju ke lini tengah, bertransisi ke formasi 2-4-4.
Di fase bertahan, Spanyol lebih suka bermain dalam formasi 4-4-2 yang lebih kompak.
Mereka bertujuan agar lini pertahanan kedua mereka padat di tengah daripada menutupi lebar secara bersamaan.
Empat gelandang di lini kedua diinstruksikan untuk bermain agresif dan mengambil peran menjaga pemain.
Kekuatan dan Kelemahan Spanyol
- Kekuatan
Kekuatan Spanyol terletak pada penguasaan bola dan melelahkan lawan, pada dasarnya "bertahan dengan bola."
Para pemain muda mereka juga telah aktif bermain di level senior di kompetisi papan atas Eropa.
Pemain terkenal termasuk Juan Miranda, Pau Cubarsi, Eric Garcia, Pablo Barrios, Sergio Gomez, dan Fermin Lopez, semuanya memiliki pengalaman papan atas yang substansial.
- Kelemahan
Kelemahan utama tim Spanyol ini adalah konsentrasi pertahanan mereka pada waktu-waktu tertentu.
Tim Spanyol telah kebobolan satu gol di setiap pertandingan selama Olimpiade ini kecuali pertandingan perempat final melawan Jepang, di mana VAR menganulir gol tersebut.
Pertandingan terakhir babak penyisihan grup melawan Mesir menyoroti masalah ini. Mereka kebobolan dua gol dan kalah dalam pertandingan tersebut dengan skor 2-1.