Liga champions 26 Februari 2026 | 03:00 WIB
Liga champions 26 Februari 2026 | 03:00 WIB
Liga champions 26 Februari 2026 | 00:45 WIB
Liga champions 25 Februari 2026 | 03:00 WIB
Liga champions 25 Februari 2026 | 03:00 WIB
Liga champions 25 Februari 2026 | 03:00 WIB
Liga champions 25 Februari 2026 | 00:45 WIB
Liga champions 19 Februari 2026 | 03:00 WIB
Liga champions 19 Februari 2026 | 03:00 WIB
Liga champions 19 Februari 2026 | 03:00 WIB
Liga champions 19 Februari 2026 | 00:45 WIB
Liga champions 18 Februari 2026 | 03:00 WIB
Liga champions 18 Februari 2026 | 03:00 WIB
Liga champions 18 Februari 2026 | 03:00 WIB
Liga champions 18 Februari 2026 | 00:45 WIB
Liga champions 29 Januari 2026 | 03:00 WIB
Liga champions 29 Januari 2026 | 03:00 WIB
Liga champions 29 Januari 2026 | 03:00 WIB
Liga champions 29 Januari 2026 | 03:00 WIB
Liga champions 29 Januari 2026 | 03:00 WIB
Liga champions 29 Januari 2026 | 03:00 WIB
Liga champions 29 Januari 2026 | 03:00 WIB
Liga champions 29 Januari 2026 | 03:00 WIB
Liga champions 29 Januari 2026 | 03:00 WIB
Liga champions 29 Januari 2026 | 03:00 WIB
Liga champions 29 Januari 2026 | 03:00 WIB
Liga champions 29 Januari 2026 | 03:00 WIB
Liga champions 29 Januari 2026 | 03:00 WIB
Liga champions 29 Januari 2026 | 03:00 WIB
Liga champions 29 Januari 2026 | 03:00 WIB
Liga champions 29 Januari 2026 | 03:00 WIB
Liga champions 29 Januari 2026 | 03:00 WIB
Liga champions 29 Januari 2026 | 03:00 WIB
Liga champions 22 Januari 2026 | 03:00 WIB
Liga champions 22 Januari 2026 | 03:00 WIB
Liga champions 22 Januari 2026 | 03:00 WIB
Liga champions 22 Januari 2026 | 03:00 WIB
Liga champions 22 Januari 2026 | 03:00 WIB
Liga champions 22 Januari 2026 | 03:00 WIB
Liga champions 22 Januari 2026 | 03:00 WIB
Liga champions 22 Januari 2026 | 00:45 WIB
Liga champions 22 Januari 2026 | 00:45 WIB
Liga champions 21 Januari 2026 | 03:00 WIB
Liga champions 21 Januari 2026 | 03:00 WIB
Liga champions 21 Januari 2026 | 03:00 WIB
Liga champions 21 Januari 2026 | 03:00 WIB
Liga champions 21 Januari 2026 | 03:00 WIB
Liga champions 21 Januari 2026 | 03:00 WIB
Liga champions 21 Januari 2026 | 03:00 WIB
Liga champions 21 Januari 2026 | 00:45 WIB
Liga champions 20 Januari 2026 | 22:30 WIB
Liga champions 11 Desember 2025 | 03:00 WIB
Liga champions 11 Desember 2025 | 03:00 WIB
Liga champions 11 Desember 2025 | 03:00 WIB
Liga champions 11 Desember 2025 | 03:00 WIB
Liga champions 11 Desember 2025 | 03:00 WIB
Liga champions 11 Desember 2025 | 03:00 WIB
Liga champions 11 Desember 2025 | 03:00 WIB
Liga champions 11 Desember 2025 | 00:45 WIB
Liga champions 11 Desember 2025 | 00:45 WIB
Liga champions 10 Desember 2025 | 03:00 WIB
Liga champions 10 Desember 2025 | 03:00 WIB
Liga champions 10 Desember 2025 | 03:00 WIB
Liga champions 10 Desember 2025 | 03:00 WIB
Liga champions 10 Desember 2025 | 03:00 WIB
Liga champions 10 Desember 2025 | 03:00 WIB
Liga champions 10 Desember 2025 | 03:00 WIB
Liga champions 10 Desember 2025 | 00:45 WIB
Liga champions 9 Desember 2025 | 22:30 WIB
Liga champions 27 November 2025 | 03:00 WIB
Liga champions 27 November 2025 | 03:00 WIB
Liga champions 27 November 2025 | 03:00 WIB
Liga champions 27 November 2025 | 03:00 WIB
Liga champions 27 November 2025 | 03:00 WIB
Liga champions 27 November 2025 | 03:00 WIB

Syamsir Alam Bongkar Nasib Pemain Indonesia di Eropa, Inikah Alasan Kenapa PSSI Getol Lakukan Naturalisasi?

Galih Priatmojo Suara.Com
Selasa, 17 September 2024 | 17:10 WIB
Syamsir Alam Bongkar Nasib Pemain Indonesia di Eropa, Inikah Alasan Kenapa PSSI Getol Lakukan Naturalisasi?
Pesepak bola Syamsir Alam ketika ditemui usai menggelar konferensi pers terkait kelahiran putri pertamanya dengan Bunga Jelitha yang bernama Akleema Regalo Zulaikha di RSIA Tambak, Jakarta Pusat, Kamis (7/1/2021). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Syamsir Alam bongkar alasan mengapa PSSI di bawah Erick Thohir begitu getol melakukan naturalisasi pemain untuk Timnas Indonesia.

Dalam beberapa waktu terakhir di tengah meroketnya performa Timnas Indonesia asuhan Shin Tae-yong, mencuat kritik mengenai kebijakan naturalisasi yang sedang gencar dilakukan PSSI.

Setelah Peter F Gontha yang merasa malu melihat komposisi pemain Timnas Indonesia yang kini didominasi pemain naturalisasi, giliran Rocky Gerung yang menyebut bahwa proyek tersebut adalah penipuan terhadap sensasi.

Bila menengok jauh ke belakang, Syamsir Alam pernah bercerita mengenai nasib para pemain Indonesia yang berkiprah di Eropa.

Dalam podcast bersama Mamat Alkatiri dan Coach Riphan Pradipta, Syamsir Alam bercerita tentang pengalamannya ketika merumput di Eropa tepatnya di kompetisi kasta 2 Liga Belgia bersama CS Vise.

Ia mengungkapkan pemain-pemain yang berasal dari Asia terutama yang ranking FIFA-nya di bawah 100 besar sulit untuk menembus pasar Eropa.

"Kan tim-tim Eropa selalu buka trial, misalnya kita buka 10 pemain untuk trial, dua dari Indonesia dua dari Belanda dan dari mana. Talent scouting akan melihat Indonesia dengan sebelah mata karena kita rankingnya nomor berapa bos," ungkapnya.

"Pasti mereka akan condong ke Brasil atau ke Paraguay misalnya. Yang Indonesia ini harus seribu kali lipat berusaha untuk dilirik," lanjutnya.

"Contoh lagi misal Indonesia buka trial, ada dari Jepang, Vietnam dan Brunei Darussalam. Maka yang ga akan dilirik siapa? Brunei kan, karena lihat kualitas. Jadi orang Indonesia yang mau ke Eropa harus sudah siap bermain," imbuh mantan wonderkid Timnas Indonesia yang terakhir sempat membela Rans Nusantara FC.

Baca Juga: 3 Keuntungan Rafael Struick Gabung Brisbane Roar, Timnas Indonesia Ketiban Berkah

Berkaca dari pengalaman Syamsir Alam tersebut, tak heran bila kemudian Ketua PSSI Erick Thohir dalam beberapa kesempatan menyebut target utama Timnas Indonesia adalah tembus di ranking 100 besar FIFA. Tujuannya tak lain agar para pemain asal Indonesia bisa menaikkan levelnya di kancah Eropa dan sejurus dengan itu meningkatkan kualitas Timnas Indonesia.

Untuk mendongkrak upaya tersebut, PSSI pun kini getol melakukan naturalisasi guna memperkuat Timnas Indonesia.

Terkini, di bawah asuhan Shin Tae-yong dan para pemain naturalisasi, ranking Timnas Indonesia baru saja melenting dari yang sebelumnya bertengger di peringkat 133, saat ini berada di ranking 129.

Meroketnya peringkat Timnas Indonesia itu setelah melakoni dua laga krusial di lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 putaran ketiga menghadapi Arab Saudi dan Australia yang semuanya berakhir imbang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI