Suara.com - Laga antara Timnas Indonesia vs Bahrain pada 25 Maret 2025 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) menjadi salah satu pertandingan dengan jumlah penonton terbanyak di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Sebanyak 69.599 suporter hadir langsung di stadion untuk mendukung Skuad Garuda. Antusiasme tinggi terlihat dari tiket yang sudah habis terjual beberapa hari sebelum laga.
Harga tiket bervariasi, mulai dari Rp300 ribu untuk tribun atas, Rp600 ribu untuk tribun bawah di belakang gawang, hingga Rp1,75 juta untuk tribun VIP barat dan timur.
Atmosfer di SUGBK semakin meriah setelah Indonesia sukses mengalahkan Bahrain dengan skor tipis 1-0.
Gol semata wayang dicetak oleh Ole Romeny pada menit ke-23, memastikan tiga poin penting bagi pasukan Patrick Kluivert dalam perjuangan mereka di Grup C.
![Timnas Indonesia Ragnar Oratmangoen dan Joey Pelupessy merayakan kemenangan atas Bahrain dalam laga kedelapan Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Selasa (25/3/2025) malam WIB. [Dok. PSSI]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/03/27/72884-timnas-indonesia-ragnar-oratmangoen-dan-joey-pelupessy.jpg)
Dengan jumlah penonton yang nyaris menyentuh kapasitas maksimal SUGBK, pertandingan ini hanya kalah dari dua laga lain dalam hal jumlah kehadiran suporter di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Dukungan besar dari masyarakat Indonesia menunjukkan betapa besar gairah sepak bola di Tanah Air.
Setelah kemenangan atas Bahrain, Timnas Indonesia kini bersiap menghadapi China pada 5 Juni 2025 di tempat yang sama.
Laga ini menjadi kesempatan bagi Skuad Garuda untuk membalas kekalahan 1-2 dari China di pertemuan pertama Oktober tahun lalu.
Melihat tingginya minat suporter pada laga sebelumnya, pertandingan melawan China diprediksi kembali menyedot animo besar.
Apalagi, kemenangan akan sangat krusial bagi Indonesia dalam upaya lolos ke putaran selanjutnya.
Dukungan penuh di SUGBK menjadi faktor kunci yang bisa membantu Timnas Indonesia meraih hasil positif.
Dengan atmosfer yang luar biasa, Skuad Garuda diharapkan bisa tampil maksimal dan mengamankan tiga poin di hadapan ribuan pendukung setianya.
Pengalaman Tak Biasa Ole Romeny di GBK
Pemain Timnas Indonesia, Ole Romeny membuat sebuah pengecualian perihal jersey tim nasional. Ia terpaksa harus mencuci seragam bersejarah yang dikenakannya pertama kali membela skuad Garuda.
![Sisi Lain Patrick Kluivert Diumbar Ole Romeny: Dia Paham Apa Itu Kebebasan [Instagram Ole Romeny]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/03/30/70834-ole-romeny.jpg)
Seperti diketahui Ole Romeny mencatatkan dua kali penampilan bersama Timnas Indonesia di laga ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia pada Maret 2025. Pemain Oxford United tersebut pertama kali tampil sebagai pasukan Garuda saat bersua dengan Australia.
Dalam laga yang berlangsung di Sydney Football Stadium pada 20 Maret lalu, Timnas Indonesia dihabisi 1-5. Satu-satunya gol tim Merah Putih dalam pertandingan tersebut dicetak Ole Romeny.
Kemudian, Ole Romeny tampil lagi saat Timnas Indonesia menjamu Bahrain di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, lima hari setelahnya. Lagi-lagi Ole Romeny yang mencetak gol kemenangan Timnas Indonesia dengan skor 1-0.
Tentu saja laga tersebut jadi berharga untuk Ole Romeny. Wajar, jika sang pemain menjadikan partai tersebut sebagai laga bersejarah.
Ole Romeny pun akan menyimpan jersey yang dipakainya di dua laga tersebut. Seragamnya itu bakal dipajang di rumah ibunya yang berada di Nijmegen, Belanda.
"Mungkin nanti akan aku pajang di rumah ibuku di Nijmegen," kata Ole Romeny, dikutip dari Voetbalzone.nl.
Namun, Ole Romeny terpaksa melanggar aturan tidak tertulis hal yang biasa dilakukan pesepak bola di seluruh dunia. Aturan itu adalah mencuci jersey tersebut.
Ole mengaku akan mencucinya karena saat ia kenakan sangat berkeringat. Tidak memungkinkan jika dipajang dengan kondisi masih banyak berkeringat.
"Saya berkeringat seperti sedang bermain bola di sauna. Jadi mungkin kali ini aku akan membuat pengecualian," sambung mantan pemain FC Utrecht tersebut.
Kontributor : Imadudin Robani Adam