Suara.com - Raksasa Eredivisie, Feyenoord dikabarkan siap gelontorkan dana besar demi mendapatkan pemain keturunan Indonesia di musim depan.
Feyenoord dirumorkan ingin merekrut bek kiri Timnas Indonesia, Dean James dari Go Ahead Eagels.
Laporan media Belanda, footballtransfers.com menyebutkan Dean James jadi opsi Feyenoord yang bakal ditinggal bek kiri mereka, Quilindschy Hartman.
Menurut laporan media Belanda itu, Dean James jadi pemain bagus untuk gantikan Hartman dan memiliki gaya bermain yang cocok dengan skema Feyenoord dibawah asuhan Robin van Persie.
Namun Feyenoord harus siap gelontorkan dana besar demi bisa mendapatan Dean James. Pasalnya, James pada Januari 2025 baru mendapatkan perpanjangan kontrak di Go Ahead Eagels sampai pertengahan 2028.

"Bek kiri tersebut saat ini memiliki nilai transfer yang diperkirakan sebesar 600 ribu Euro," ulas media Belanda tersebut. Nilai 600ribu Euro setara dengan Rp10 miliar.
Dean James dianggap jadi pemain yang cocok untuk gantikan peran Quilindschy Hartman. Pasalnya Hartman dikabarkan akan hengkang dari Feyenoord, meski pihak klub berusaha ingin memperpanjang kontraknya.
"Bek kiri berusia 23 tahun itu mengalami cedera lutut serius tahun lalu yang menyebabkan kepindahannya ke Chelsea batal,"
"Menurut Krabbendam dari Voetbal International, Hartman terbuka untuk petualangan baru jika ada kesempatan," ulas media Belanda tersebut seperti dilansir Suara.com, Jumat (4/4).
Data dari SciSports menurut media Belanda itu tunjukkan bahwa Dean James jadi pengganti sepadan jika Hartman tetap ngotot ingin pindah dari Feyenoord.
"Pemain Timnas Indonesia itu memiliki kemiripan 99 persen dengan gaya bermain Hartman dan bisa cocok dengan atmosfer De Kuip,"
"Jika Hartman unggul dalam duel bertahan dan bermain di bawah tekanan. James memiliki kualitas menyerang yang sesuai dengan gaya permainan Robin va Persie,"
Pelatih Feyenoord, Robin van Persie dianggap ingin menerapkan gaya menyerang dengan tekanan tinggi dan rotasi permainan yang cepat.
"Rendahnya skema bertahan James jadi catatan. Tetapi kekuatannya dalam permainan menyerang dari sayap bisa mengimbangi. James lebih pandai mencetak gol dibanding Hartman dengan umpan silang dan kecepatan,"
Rekam Jejak Dean James
Pemain timnas Indonesia, Dean James mengakui punya bakat sepak bola dari keluarganya. Ayah dan kakaknya juga menggeluti dunia kulit bundar.
Walau tidak tenar, pemain 24 tahun tersebut mengatakan bahwa ayah dan kakaknya juga bermain sepak bola. Ia pun mengikuti langkah keluarganya.
"Ayah saya main sepak bola di level amatir. Kakak saya main di level tertinggi karena sembilan tahun di Ajax, sempat ke Noordwijk, dan Sparta Rotterdam," ucap James dikutip dari Youtube Go Ahead Eagles.
"Jadi memang keluarga sepak bola. Saat masih kecil saya sering melihat kakak bertanding, ia jadi panutan. Bahkan sampai sekarang kita berbicara setiap hari, dia seperti sahabat saya," jelasnya.

Dean James juga membeberkan bahwa keluarganya sangat mendukungnya menjadi pemain profesional karena selalu hadir dalam pertandingan.
Bahkan ketika pemain berposisi bek kiri tersebut duduk di bangku cadangan, keluarganya tetap ke stadion untuk memberikan dukungan.
"Keluarga sangat penting, selalu mendukun karier saya. Mereka berusaha hadir di setiap pertandingan," kata Dean James.
"Itu sangat berarti. Tahun lalu ketika saya di bangku cadangan, mereka juga hadir di stadion. Itu memberi perasaan yang bagus untuk saya," tukasnya.
Semangat Dean James Bela Timnas Indonesia
Antusiasme ditunjukkan bek Dean James usai mendapat panggilan perdana untuk bergabung dengan Timnas Indonesia.
Pemain Go Ahead Eagles itu langsung terbang ke Sydney, Australia untuk menyusul rekan-rekannya jelang menghadapi lanjutan babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Berdasarkan jadwal, pasukan Garuda lebih dulu bertandang ke markas Australia. Kedua tim bakal bentrok di Sydney Football Stadium, Kamis (20/3/2025).
Usai dari Negeri Kanguru, Timnas Indonesia giliran menjamu Bahrain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, lima hari berselang.
Melalui unggahan di Instagram, James pun kini mengalihkan fokus untuk memberikan performa terbaik ke Timnas Indonesia.
"Waktunya memberikan segalanya untuk Garuda," tulisnya dilansir Suara.com, Senin (17/3/2025).
