Timnas Indonesia U-17 Punya Masalah yang Sama dengan Timnas Senior, Apa Tuh?

Pebriansyah Ariefana

Senin, 07 April 2025 | 14:43 WIB
Timnas Indonesia U-17 Punya Masalah yang Sama dengan Timnas Senior, Apa Tuh?
Potret kegembiraan Timnas Indonesia setelah meraih kemenangan perdana di Piala Asia U-17. (pssi.org)

Suara.com - Timnas Indonesia, baik di level senior maupun kelompok umur seperti U-17, masih dihadapkan pada tantangan yang sama: penyelesaian akhir yang belum optimal dan eksekusi penalti yang belum konsisten. Masalah ini menjadi perhatian besar di tengah harapan masyarakat untuk melihat sepak bola nasional bersinar di panggung internasional.

Persoalan ini kembali mencuat saat Timnas Senior bertanding melawan Australia dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Pertandingan yang berlangsung di Sydney pada 20 Maret lalu menjadi saksi bagaimana peluang emas terbuang sia-sia.

Kevin Diks, salah satu pemain naturalisasi yang diharapkan membawa pengaruh positif, gagal mengeksekusi penalti di menit ke-8. Bola yang ditendangnya hanya membentur tiang, sebuah momen yang seharusnya bisa mengubah arah pertandingan sejak awal.

Tak hanya Diks, Jay Idzes juga hampir membuka keunggulan lewat sundulan tajam, namun upayanya berhasil digagalkan oleh penjaga gawang Australia. Serangkaian kegagalan ini menandai bahwa penyelesaian akhir Timnas Senior masih memerlukan perbaikan menyeluruh, baik dari aspek teknis maupun mental.

Situasi serupa juga dialami Timnas Indonesia U-17. Dalam ajang Piala Asia U-17 2025, mereka menghadapi Korea Selatan pada 4 April. Meski meraih kemenangan berkat gol semata wayang Evandra Florasta, proses terjadinya gol tersebut memperlihatkan kelemahan yang tak jauh beda.

Penalti yang dieksekusi Evandra gagal berbuah gol secara langsung, meskipun ia sukses memanfaatkan bola pantulan untuk mengonversinya menjadi gol.

Fakta bahwa eksekusi penalti masih menjadi momok bagi Timnas U-17 menunjukkan bahwa masalah ini bukan hanya terjadi di level senior, tetapi telah mengakar hingga ke level kelompok usia muda. Ketajaman dan ketenangan di momen penting masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan.

Tak berhenti di penalti, peluang emas dalam situasi terbuka pun gagal dimaksimalkan. Mochamad Mierza Fijatullah, penyerang muda yang tampil penuh semangat, mendapat peluang satu lawan satu dengan kiper. Namun sayang, peluang itu terbuang sia-sia karena tembakannya tidak mampu mengoyak jala gawang lawan.

Kegagalan-kegagalan ini seharusnya menjadi alarm keras bagi jajaran pelatih di semua level. Penyelesaian akhir yang lemah bisa menjadi pembeda antara kemenangan dan kekalahan, apalagi dalam turnamen dengan tekanan tinggi.

baca juga

Latihan yang berfokus pada ketenangan dalam mengeksekusi peluang, peningkatan akurasi tembakan, dan simulasi eksekusi penalti dalam tekanan harus dijadikan prioritas.

Penyelesaian akhir sejatinya bukan hanya soal teknik, tapi juga berkaitan dengan aspek psikologis. Banyak pemain muda Indonesia masih terlihat grogi di momen krusial. Maka dari itu, pendampingan psikologis untuk membangun mental juara menjadi hal yang tak kalah penting dari latihan fisik.

Perlu juga dicermati bagaimana negara-negara lain mempersiapkan para pemain muda mereka dalam hal eksekusi penalti dan konversi peluang. Negara-negara seperti Jepang dan Korea Selatan, misalnya, telah lama mengintegrasikan pendekatan analitik dalam pembinaan pemain muda, termasuk analisis biomekanik saat menendang bola.

Untuk bisa bersaing di level Asia, apalagi dunia, Timnas Indonesia harus segera membenahi fondasi-fondasi ini. Jika tidak, maka harapan masyarakat akan terus terganjal oleh realita permainan yang belum efisien di lini depan.

Potensi besar yang dimiliki para pemain muda tak akan berkembang maksimal jika persoalan dasar seperti ini terus dibiarkan.

Momentum saat ini, di mana perhatian publik terhadap sepak bola nasional sedang tinggi, harus dimanfaatkan oleh PSSI dan pelatih tim nasional untuk melakukan evaluasi total.

Peningkatan kualitas penyelesaian akhir bukan hanya tugas pelatih kepala, tetapi juga bagian dari sistem pembinaan jangka panjang yang melibatkan pelatih fisik, psikolog olahraga, dan tim analis data.

Jika Indonesia ingin melangkah jauh di kompetisi internasional, penyelesaian akhir bukan lagi sekadar catatan, tapi kewajiban untuk dibenahi sesegera mungkin. Konsistensi dalam mencetak gol akan menentukan langkah Timnas Indonesia ke depan, baik di level senior maupun kelompok usia muda seperti U-17.

Kontributor : Imadudin Robani Adam

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Semua Angkatan Shin Tae-yong! 3 Pemain Timnas Indonesia Akan Merumput di Liga Champions Tahun 2026

Semua Angkatan Shin Tae-yong! 3 Pemain Timnas Indonesia Akan Merumput di Liga Champions Tahun 2026

Bola | Senin, 07 April 2025 | 14:36 WIB

Gila! Gelandang Persib Bandung Junior Pasang Target Melebih Erick Thohir untuk Timnas Indonesia U-17

Gila! Gelandang Persib Bandung Junior Pasang Target Melebih Erick Thohir untuk Timnas Indonesia U-17

Bola | Senin, 07 April 2025 | 14:27 WIB

Prediksi Line Up dan Formasi Timnas Indonesia U-17 vs Yaman: Strategi Tajam STY akan Dipakai Lagi!

Prediksi Line Up dan Formasi Timnas Indonesia U-17 vs Yaman: Strategi Tajam STY akan Dipakai Lagi!

Bola | Senin, 07 April 2025 | 13:52 WIB

Terkini

Hati-Hati Kena Mental, Review Film 'Verity' Hadirkan Ketegangan Erotis dan Plot Twist Berlapis

Hati-Hati Kena Mental, Review Film 'Verity' Hadirkan Ketegangan Erotis dan Plot Twist Berlapis

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 17:51 WIB

Lepas Jabatan Menko PMK, Pratikno Bakal Ngantor di Wantimprres?

Lepas Jabatan Menko PMK, Pratikno Bakal Ngantor di Wantimprres?

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 17:48 WIB

Dua Suntikan Mematikan Tak Membunuh Christa Pike, Saksi Ungkap Suara Mengerikan dan Kejanggalan

Dua Suntikan Mematikan Tak Membunuh Christa Pike, Saksi Ungkap Suara Mengerikan dan Kejanggalan

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 17:47 WIB

Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Gudang Spare Part di Cilincing!

Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Gudang Spare Part di Cilincing!

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 17:46 WIB

DPR Minta Kapolri Baru Usut Temuan Investigasi Kasus Pejompongan Diduga Seret Oknum Polisi

DPR Minta Kapolri Baru Usut Temuan Investigasi Kasus Pejompongan Diduga Seret Oknum Polisi

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 17:45 WIB

Apa Kasus Hary Tanoe dan Jusuf Hamka? Begini Awal Mula Perkaranya

Apa Kasus Hary Tanoe dan Jusuf Hamka? Begini Awal Mula Perkaranya

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 17:45 WIB

Cara Menentukan Sumbu Simetri pada Bangun Datar, Lengkap dengan Contoh

Cara Menentukan Sumbu Simetri pada Bangun Datar, Lengkap dengan Contoh

Tekno | Kamis, 01 Oktober 2026 | 17:40 WIB

Dilantik Prabowo Jadi Menko Hilirisasi Pertama, Segini Harta Kekayaan Terkini Bahlil Lahadalia

Dilantik Prabowo Jadi Menko Hilirisasi Pertama, Segini Harta Kekayaan Terkini Bahlil Lahadalia

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 17:38 WIB

Kembali ke Kemenkeu Sebagai Wamen Usai Dicopot Purbaya, Luky Alfirman Disambut Karangan Bunga

Kembali ke Kemenkeu Sebagai Wamen Usai Dicopot Purbaya, Luky Alfirman Disambut Karangan Bunga

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 17:37 WIB

Bahlil Jadi Menko hingga Listyo Masuk KSP, Reshuffle Prabowo Dinilai Bikin Geng Solo Makin Kuat

Bahlil Jadi Menko hingga Listyo Masuk KSP, Reshuffle Prabowo Dinilai Bikin Geng Solo Makin Kuat

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 17:36 WIB

×