![Timnas Indonesia diduga terima hadiah rolex [Ist/Idextratime]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/06/06/40706-timnas-indonesia.jpg)
Selepas acara, seluruh pemain tampak membawa tas berisi hadiah dari Presiden Prabowo.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengaku tidak tahu persis isi hadiah tersebut.
"Sepertinya itu (hadiah dari Presiden). Saya kurang tahu (isinya)," kata Erick Thohir di Kertanegara.
Hal serupa disampaikan Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, yang juga belum membuka hadiah tersebut.
"Hadiah kecil, entahlah, saya belum membukanya," ujar Jay Idzes.
Namun, di media sosial X beredar kabar bahwa isi hadiah dari Presiden Prabowo diduga berupa jam tangan Rolex.
Hal ini diketahui setelah sejumlah pemain Timnas Indonesia terlihat membuka hadiah tersebut, yang berisi jam Rolex, di dalam bus.
Kemenangan Penting
Kemenangan atas China menjadi catatan positif dalam sejarah pertemuan kedua tim. Secara historis, Timnas Indonesia kerap kesulitan menghadapi China, baik dalam laga persahabatan maupun kompetisi resmi.
Namun kali ini, skuad Garuda tampil dengan mental yang lebih siap dan strategi matang, yang terbukti mampu meredam dominasi lawan.
Selain faktor teknis, peningkatan performa Timnas Indonesia dalam beberapa laga terakhir juga tidak lepas dari peran pelatih serta sistem pembinaan pemain yang makin terstruktur.
Sejak era Shin Tae-yong, perkembangan tim nasional terlihat signifikan, baik dari segi taktik, kedisiplinan, maupun mental bertanding.
Saat ini, fokus publik mulai mengarah ke pertandingan berikutnya, di mana Timnas Indonesia dijadwalkan menghadapi Jepang pada 10 Juni mendatang.
Hasil ini membawa Indonesia meraih kemenangan ketiga dan mengumpulkan total 12 poin, cukup untuk mengunci satu tiket ke fase berikutnya.
Ini menjadi pencapaian historis, karena untuk pertama kalinya Tim Garuda berhasil melaju ke babak keempat Kualifikasi Piala Dunia dalam sejarah sepak bola nasional.
Menatap laga kontra Jepang, Indonesia harus menghadapi kenyataan tidak bisa diperkuat beberapa pemain inti, seperti Ragnar Oratmangoen, Sandy Walsh, dan Eliano Reijnders, akibat cedera serta urusan keluarga.
Pelatih Patrick Kluivert pun dipaksa melakukan rotasi dan menyiapkan opsi pengganti, seperti Yakob Sayuri dan Yance Sayuri.
Fokus utama tim adalah menjaga stabilitas permainan dan tampil percaya diri menghadapi tekanan Jepang.
Kluivert juga menyoroti pentingnya mentalitas bertanding. Atmosfer panas di Stadion Utama Gelora Bung Karno saat menghadapi China menjadi bukti kekuatan dukungan suporter Garuda.
Bahkan media asal China menyebut stadion kebanggaan Indonesia itu sebagai "kandang setan" yang memberi tekanan luar biasa kepada tim lawan.
Jika mampu menjaga momentum dan tampil solid melawan Jepang, Indonesia akan lebih siap menghadapi ronde keempat yang dijadwalkan bergulir mulai Oktober mendatang.
Potensi bertanding di negara-negara seperti Qatar atau Arab Saudi akan membawa tantangan baru, baik dari segi iklim maupun intensitas laga.
Kini, Timnas Indonesia tinggal selangkah lagi menorehkan sejarah lebih besar di pentas internasional.
Pertandingan melawan Jepang bukan sekadar formalitas, melainkan momen penting untuk membangun kekompakan dan membuktikan bahwa Garuda memang layak bersaing di level tertinggi Asia.
