Persija Wajib Pikir Ulang Sebelum Rekrut Jordi Amat, Ini 3 Kerugiannya

Arief Apriadi

Jum'at, 20 Juni 2025 | 11:14 WIB
Persija Wajib Pikir Ulang Sebelum Rekrut Jordi Amat, Ini 3 Kerugiannya
Jordi Amat jawab isu soal kepindahannyaa ke Liga 1 Indonesia. (Instagram/@jordiamat5)

Suara.com - Usai berpisah dengan Johor Darul Ta’zim, rumor kepindahan Jordi Amat ke Persija Jakarta mencuri perhatian publik Indonesia.

Langkah ini tentu terlihat menjanjikan di atas kertas. Jordi adalah bek dengan rekam jejak kelas Eropa dan pengalaman internasional yang luas.

Jika bergabung, ia akan jadi salah satu nama paling mentereng yang mentas di kompetisi domestik Indonesia musim depan.

Namun, tak bisa dimungkiri bahwa potensi kedatangan Jordi juga menyimpan sejumlah risiko.

Apalagi mengingat situasi terkini baik dari sisi usia, performa, maupun adaptasi terhadap iklim Liga 1 yang sangat berbeda dari liga-liga sebelumnya yang pernah ia jalani.

Bek naturalisasi Timnas Indonesia era Mochamad Iriawan, Jordi Amat pamit dari JDT. [Dok. IG/@jordiamat5]
Bek naturalisasi Timnas Indonesia era Mochamad Iriawan, Jordi Amat pamit dari JDT. [Dok. IG/@jordiamat5]

Liga 1 dikenal dengan jadwal padat, lapangan yang bervariasi kualitasnya, serta intensitas fisik yang tinggi. Bagi pemain seperti Jordi yang telah lama berkarier di luar negeri dan kini menginjak usia 33 tahun, penyesuaian bukanlah hal yang bisa dianggap sepele.

Di tengah ambisi besar Persija membangun ulang tim, keputusan merekrut Jordi bisa jadi langkah yang berani—namun tetap perlu dikaji dengan matang.

Berikut adalah tiga potensi dampak negatif bagi Persija jika transfer ini benar terjadi.

1. Risiko Penurunan Performa karena Usia dan Riwayat Cedera

baca juga
3 Dampak Negatif Jordi Amat Jika Gabung Persija Jakarta, No.3 Krusial. [Dok. IG Jordi Amat]
3 Dampak Negatif Jordi Amat Jika Gabung Persija Jakarta, No.3 Krusial. [Dok. IG Jordi Amat]

Jordi Amat sudah memasuki usia 32 tahun dan dalam dua musim terakhir di JDT, ia tak lagi menjadi pilihan utama secara konsisten. Catatan tersebut bisa menjadi sinyal bahwa penurunan performa fisik mulai terjadi.

Liga 1 Indonesia menuntut intensitas tinggi dan daya tahan fisik maksimal. Jika Jordi tidak dalam kondisi prima, kehadirannya justru berisiko menciptakan lubang di lini belakang ketimbang memperkuatnya.

Selain itu, bila ia rentan cedera atau sulit pulih dengan cepat, maka Persija harus menghadapi situasi sulit dengan mengandalkan pemain pengganti yang belum tentu selevel.

2. Beban Gaji Tinggi

Masuknya nama Jordi Amat dalam daftar pemain bertahan menunjukkan kepercayaan besar yang masih diberikan kepada pemain berusia 33 tahun tersebut. (IG Jordi Amat)
Masuknya nama Jordi Amat dalam daftar pemain bertahan menunjukkan kepercayaan besar yang masih diberikan kepada pemain berusia 33 tahun tersebut. (IG Jordi Amat)

Sebagai pemain bintang dengan pengalaman di liga top Eropa dan Asia, besar kemungkinan Jordi akan menuntut gaji tinggi.

Ini menjadi pertimbangan serius bagi manajemen Persija yang kini sedang merombak skuad dengan pendekatan lebih berkelanjutan.

Jika kontribusi Jordi di lapangan tak setimpal dengan nilai kontraknya, maka akan terjadi ketimpangan di internal tim.

Bukan hanya soal bujet, tapi juga potensi menciptakan kecemburuan di ruang ganti—terutama bagi pemain yang selama ini tampil reguler.

3. Menghambat Regenerasi

Bek timnas Indonesia, Jordi Amat masuk dalam daftar cuci gudang JDT. (Instagram/@jordiamat5)
Bek timnas Indonesia, Jordi Amat masuk dalam daftar cuci gudang JDT. (Instagram/@jordiamat5)

Persija Jakarta disebut akan lebih fokus pada pemain muda untuk menghadapi kompetisi musim depan. Macan Kemayoran pun didukung dengan cukup banyaknya stok pemain muda berbakat, terutama di pos bek tengah.

Jika Jordi Amat datang dan langsung dipasang sebagai starter, ada risiko para pemain muda ini kehilangan menit bermain berharga.

Padahal, regenerasi pemain belakang adalah salah satu kebutuhan jangka panjang klub. Memberi jam terbang kepada pemain muda di posisi krusial seperti bek tengah sangat penting untuk membangun fondasi tim masa depan.

Hadirnya Jordi Amat bisa membuat keputusan pelatih cenderung bergantung pada pengalaman ketimbang memberi kesempatan untuk mengembangkan pemain lokal.

Terlebih, Jordi Amat tidak akan masuk kuota asing karena statusnya yang saat ini sudah WNI. Dengan kata lain, Persija bisa saja merekrut bek asing lain yang membuat pemain muda semakin sulit bersaing.

Kontributor: Aditia Rizki

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

6 Pemain Peninggalan Shin Tae-yong yang Dipanggil Gerald Vanenburg ke Timnas Indonesia U-23

6 Pemain Peninggalan Shin Tae-yong yang Dipanggil Gerald Vanenburg ke Timnas Indonesia U-23

Bola | Jum'at, 20 Juni 2025 | 11:05 WIB

Timnas Indonesia U-23 Jadi Sasaran, Malaysia Ingin Ukur Level Pemain

Timnas Indonesia U-23 Jadi Sasaran, Malaysia Ingin Ukur Level Pemain

Bola | Jum'at, 20 Juni 2025 | 10:56 WIB

Mengenang Tahun Keemasan STY di Timnas Indonesia, Garuda Menggila dalam Setahun

Mengenang Tahun Keemasan STY di Timnas Indonesia, Garuda Menggila dalam Setahun

Bola | Jum'at, 20 Juni 2025 | 10:51 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:39 WIB

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:29 WIB

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Jabar | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:08 WIB

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:01 WIB

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Potensi RI Punya 89 Ribu Ton Uranium, BRIN Paparkan Ambisi Nuklir ke Prabowo

Potensi RI Punya 89 Ribu Ton Uranium, BRIN Paparkan Ambisi Nuklir ke Prabowo

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

×