Pascal Struijk: Kadang Saya Merasa Bukan Keturunan Indonesia

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 01 Juli 2025 | 10:51 WIB
Pascal Struijk: Kadang Saya Merasa Bukan Keturunan Indonesia
Pascal Struijk, bek Leeds United yang bermain di Premier League dengan nilai pasar fantastis mencapai Rp312,87 miliar, kembali menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta sepak bola Tanah Air. [Dok. Instagram/@pascalstruijk]

Suara.com - Pascal Struijk, bek Leeds United yang bermain di Premier League dengan nilai pasar fantastis mencapai Rp312,87 miliar, kembali menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta sepak bola Tanah Air.

Pemain bertahan berusia 25 tahun ini dilaporkan sempat bertemu dengan pelatih anyar Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, yang kala itu sedang berada di Inggris.

Pertemuan ini langsung menyulut spekulasi tentang kemungkinan Pascal Struijk membela skuad Garuda. Apalagi, publik Indonesia sudah cukup lama mengetahui bahwa pemain bertahan ini memiliki darah keturunan Indonesia dari pihak kakek dan neneknya yang berasal dari Surabaya.

Nama pertama yang bisa dilirik PSSI adalah Pascal Struijk. Status pemain keturunan dengan harga pasar 312,87 miliar itu sebagai bek andalan Leeds United bisa membuat pertahanan Timnas Indonesia kian kokoh. (IG Pascal Struijk)
Nama pertama yang bisa dilirik PSSI adalah Pascal Struijk. Status pemain keturunan dengan harga pasar 312,87 miliar itu sebagai bek andalan Leeds United bisa membuat pertahanan Timnas Indonesia kian kokoh. (IG Pascal Struijk)

Kabar bahwa Pascal Struijk menghadiri pertandingan antara Oxford United dan Leeds United pada April 2025 turut memperkuat rumor tersebut.

Saat itu, ia tak tampil di lapangan, melainkan terlihat di tribun penonton bersama rombongan pelatih Timnas, termasuk Kluivert dan asistennya, Denny Landzaat. Hal ini memunculkan dugaan bahwa pertemuan tersebut bukanlah kebetulan semata.

Potensi Struijk Bersama Timnas Indonesia

Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia memang terus aktif memburu talenta diaspora yang bisa memperkuat skuad Merah Putih.

Setelah sukses membawa nama-nama seperti Jordi Amat, Sandy Walsh, dan Shayne Pattynama ke kancah internasional, kini Struijk menjadi target potensial berikutnya.

Dengan kualitas yang ia miliki sebagai pemain bertahan tangguh di kasta tertinggi sepak bola Inggris, kehadiran Struijk bisa menjadi tambahan kekuatan yang sangat signifikan untuk Timnas Indonesia.

baca juga

Tak hanya dari sisi teknis, nilai pasarnya yang tinggi juga akan menaikkan prestise skuad Garuda di mata dunia.

Andai Pascal Struijk mau bergabung, maka nilai pasar Timnas Indonesia akan melejit menjadi 52,93 juta euro atau setara dengan Rp986,6 miliar. (IG Pascal Struijk0
Andai Pascal Struijk mau bergabung, maka nilai pasar Timnas Indonesia akan melejit menjadi 52,93 juta euro atau setara dengan Rp986,6 miliar. (IG Pascal Struijk0

Publik Indonesia tentu menyambut positif kabar ini. Di media sosial, dukungan untuk Struijk agar bersedia mengenakan seragam Merah Putih terus mengalir deras sejak informasi tentang darah keturunannya terungkap ke publik.

Jejak Koneksi Indonesia dari Sang Bek

Meski lahir dan besar di Belgia serta besar kariernya di Eropa, Pacal Struijk tidak menutup kemungkinan untuk menjalin hubungan lebih erat dengan akar keturunannya.

Dalam wawancara dengan media Belanda, Sport Magazine pada 2020 silam, ia menyampaikan bahwa kakek dan neneknya berasal dari Surabaya dan sempat tinggal di Hindia Belanda sebelum pindah ke Negeri Kincir Angin.

Struijk mengaku bahwa dirinya memiliki rasa kedekatan emosional dengan Indonesia. Meski ia tak banyak berinteraksi langsung dengan masyarakat di Tanah Air, identitas Indonesia tetap melekat dalam kehidupannya.

Pemain keturunan Indonesia Pascal Struijk diarak di jalanan Inggris setelah antarkan Leeds United kembali ke divisi utama Liga Inggris Premier League. Dia merayakan dengan warga kota Beeston, Ritania Raya. (Ig Pascal Struijk)
Pemain keturunan Indonesia Pascal Struijk diarak di jalanan Inggris setelah antarkan Leeds United kembali ke divisi utama Liga Inggris Premier League. Dia merayakan dengan warga kota Beeston, Ritania Raya. (Ig Pascal Struijk)

Pernyataan tersebut membuka harapan baru bahwa Struijk bisa saja mempertimbangkan untuk membela Timnas Indonesia, terutama jika proyek penguatan skuad Garuda dinilai serius dan memberinya ruang bermain yang pasti.

“Saya memiliki koneksi dengan Indonesia melalui kakek dan nenek saya, yang meninggalkan Hindia Belanda ke Belanda,” bunyi pengakuan Struijk pada 2020 lalu.

“Saya harus mengaku terkadang saya merasa seperti orang Indonesia dan terkadang tidak. Tapi di luar keluarga saya, saya tak banyak berkomunikasi dengan orang di sana,” imbuhnya.

Dilema Antara Belanda dan Indonesia

Meski peluang membela Timnas Indonesia terbuka, perjalanan Struijk untuk menentukan masa depannya di panggung internasional tidaklah mudah.

Ia berada dalam persimpangan antara membela negara leluhurnya atau menanti panggilan dari Timnas Belanda, De Oranje.

Struijk memang pernah membela Timnas Belanda U-17 dan U-20, namun belum pernah mencatatkan debut di tim senior. Jika FIFA menyetujui proses naturalisasinya dan Struijk merasa tertarik dengan proyek yang ditawarkan oleh Indonesia, bukan tidak mungkin ia akan mengikuti jejak para pemain keturunan lainnya yang telah lebih dulu memperkuat Merah Putih.

Namun, ada tantangan besar yang harus dihadapi. Kompetisi di posisi bek tengah di skuad Belanda sangat ketat, dengan nama-nama besar seperti Virgil van Dijk, Matthijs de Ligt, dan Nathan Aké.

Hal ini justru bisa menjadi celah bagi Indonesia untuk meyakinkan Struijk bahwa ia bisa menjadi pemain inti, bukan sekadar pelapis.

Langkah Federasi Sepak Bola Indonesia dalam mendatangkan talenta diaspora bukan hal baru. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas skuad nasional yang kini tengah bertransformasi secara besar-besaran di bawah kepemimpinan pelatih asing berpengalaman seperti Patrick Kluivert.

Kehadiran pemain sekelas Pascal Struijk tentu akan menjadi angin segar bagi lini pertahanan Indonesia.

Apalagi, Indonesia tengah bersiap menghadapi agenda-agenda besar di tingkat Asia Tenggara dan Asia, seperti Kualifikasi Piala Dunia dan Piala Asia.

Proses naturalisasi, bila ditempuh, harus melalui tahapan administrasi dan persetujuan FIFA.

Namun, pengalaman sebelumnya dengan pemain seperti Shayne Pattynama dan Rafael Struick menunjukkan bahwa proses tersebut sangat mungkin dilakukan jika sang pemain menunjukkan komitmen.

Masa Depan Struijk Masih Misterius

Meski berbagai indikasi mengarah pada kemungkinan Struijk bergabung dengan Indonesia, belum ada pernyataan resmi dari pihak sang pemain maupun PSSI.

Namun, kunjungannya kepada Kluivert memberikan harapan dan membuka ruang negosiasi yang bisa saja berkembang ke arah yang positif.

Jika Indonesia berhasil mendatangkan Pascal Struijk, maka skuad Garuda akan semakin tangguh. Tidak hanya dalam pertahanan, tetapi juga dalam membangun citra sebagai negara dengan kekuatan sepak bola yang berkembang dan dihormati di Asia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kenapa Kurniawan Dwi Yulianto Tak Jadi Pelatih Striker Timnas Indonesia U-23?

Kenapa Kurniawan Dwi Yulianto Tak Jadi Pelatih Striker Timnas Indonesia U-23?

Bola | Selasa, 01 Juli 2025 | 08:31 WIB

1 Detik Emil Audero Gabung Lagi ke Como 1907 Langsung Cetak Rekor

1 Detik Emil Audero Gabung Lagi ke Como 1907 Langsung Cetak Rekor

Bola | Selasa, 01 Juli 2025 | 08:11 WIB

Wonderkid Ini Diramal Jadi Striker Ganas Timnas Indonesia, Main di Liga Belgia tapi Berakhir Tragis

Wonderkid Ini Diramal Jadi Striker Ganas Timnas Indonesia, Main di Liga Belgia tapi Berakhir Tragis

Bola | Selasa, 01 Juli 2025 | 07:56 WIB

Terkini

Ramalan Zodiak 15 Agustus 2026: Virgo Dapat Keberuntungan, Libra Perlu Menenangkan Hati

Ramalan Zodiak 15 Agustus 2026: Virgo Dapat Keberuntungan, Libra Perlu Menenangkan Hati

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 09:34 WIB

BMKG NTT: Kabar Gempa Susulan Besar Pukul 09.00 WITA Hoaks, Jangan Percaya!

BMKG NTT: Kabar Gempa Susulan Besar Pukul 09.00 WITA Hoaks, Jangan Percaya!

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 09:26 WIB

Gempa Bumi NTT di Mbay Robohkan Tembok Rumah dan Rusak Pelabuhan Maumere

Gempa Bumi NTT di Mbay Robohkan Tembok Rumah dan Rusak Pelabuhan Maumere

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 09:24 WIB

Huawei MatePad Pro Max (2026): Tablet Super Tipis yang Serius Mengajak Laptop Pensiun

Huawei MatePad Pro Max (2026): Tablet Super Tipis yang Serius Mengajak Laptop Pensiun

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 09:20 WIB

Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio

Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 09:20 WIB

Mensesneg Nyatakan Kesiagaan Penuh Pascagempa Bumi NTT

Mensesneg Nyatakan Kesiagaan Penuh Pascagempa Bumi NTT

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 09:14 WIB

Basarnas Evakuasi 3 Korban Reruntuhan Bangunan Akibat Gempa Bumi NTT di Maumere

Basarnas Evakuasi 3 Korban Reruntuhan Bangunan Akibat Gempa Bumi NTT di Maumere

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 09:02 WIB

Bukannya Jarah Isi Rumah, Pria di Bandar Lampung Ini Malah Angkut Pagar Milik Warga

Bukannya Jarah Isi Rumah, Pria di Bandar Lampung Ini Malah Angkut Pagar Milik Warga

Lampung | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 09:02 WIB

Chiikawa The Movie Sukses Raup 6 Miliar Yen, Tayang di Indonesia 28 Agustus

Chiikawa The Movie Sukses Raup 6 Miliar Yen, Tayang di Indonesia 28 Agustus

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 09:00 WIB

HUT ke-81 RI dan Merdeka dari FOMO: Saatnya Berhenti Mengikuti Semua Tren!

HUT ke-81 RI dan Merdeka dari FOMO: Saatnya Berhenti Mengikuti Semua Tren!

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:56 WIB

×