Ia sebelumnya menjabat sebagai ketua The Restaurant Group, serta menduduki posisi penting di berbagai perusahaan besar seperti Visa Europe, BGL Group, dan White Stuff.
Atas kontribusinya di dunia bisnis dan sektor publik, Hewitt dianugerahi gelar kehormatan MBE pada 2011.
Perjalanan karier Hewitt tergolong unik. Ia memulai langkahnya tanpa menempuh pendidikan universitas secara langsung, namun mengikuti program pelatihan manajemen di Marks & Spencer, sebelum kemudian meniti karier di perusahaan otomotif Lex.
Di sana, ia berhasil memimpin dealer mobil Volvo di Bristol dan mendapat sponsor untuk meraih gelar MBA dari University of Bath
Setelah pengunduran diri Greg Clarke dari posisi ketua FA pada 2020, Hewitt dipilih secara bulat oleh panel seleksi beranggotakan tujuh orang untuk mengisi jabatan tersebut.
Keputusan itu kemudian dikonfirmasi oleh Dewan FA pada Juli 2021, dan Hewitt mulai aktif menjabat pada Januari 2022.
Di balik karier cemerlangnya, Hewitt juga dikenal sebagai penggemar setia Liverpool FC.
Ia tinggal di wilayah Cheshire bersama suaminya, Paul Hewitt—mantan direktur keuangan di RAC—dan memiliki sepasang anak kembar.
![Presiden FA, Debbie Hewitt [thefa.com]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/07/07/29822-debbie-hewitt.jpg)
Ia juga aktif sebagai anggota dewan desa (parish councillor) di Hough dan Chorlton.
Kondisi Timnas Putri Indonesia
Lupakan Deborah Hewitt yang jarang tersorot media namun sibuk mengurus sepak bola Inggris sampai ke level timnas putri.
Kondisi kurang mengenakkan dialami Timnas Putri Indonesia yang baru telan pil pahit di babak kualifikasi Piala Asia Putri 2026.
Protes disuarakan pemain Timnas Putri Indonesia pasca kekalahan dari Taiwan. Kekalahan yang membuat Garuda Pertiwi gagal lolos ke Piala Asia Putri 2026.
Taiwan lolos ke Piala Asia Putri 2026 dengan status juara Grup D setelah mengumpulkan sembilan poin dari tiga pertandingan.
Usai pertandingan, skuat Timnas Putri Indonesia membentangkan spanduk yang bertuliskan "Pak Erick kapan Liga 1 Putri digelar?".
Spanduk itu diberikan oleh suporter yang menyaksikan secara langsung, kepada para pemain timnas putri saat mengitari stadion setelah selesainya pertandingan.
Namun, spanduk itu kemudian direbut oleh seorang wanita berjas hitam. Spanduk protes itu direbut oleh petugas, pemain Timnas Putri Indonesia hanya bisa melongo melihatnya.

Sementara itu, ketum PSSI Erick Thohir menegaskan bahwa kompetisi Liga Putri belum bisa digelar dalam waktu dekat.
"Saya sudah jawab berkali-kali. Jadi, saya tidak mau mengulang, dan saya tidak takut tekanan, realitanya belum," kata Erick seperti dikutip dari Antara.
Ketika ditanya lebih lanjut terkait apakah pihaknya ada rencana untuk menggelar semacam turnamen dalam waktu dekat, guna mewadahi kerinduan para pesepak bola putri akan gairah kompetisi, ia menjawab,
"Timnya dibagi berapa? Saya tidak tahu nanti. Timnya siapa yang main? Timnya belum ada".
