Di level Eredivisie (kasta tertinggi), catatannya lebih sederhana, yang menunjukkan perannya lebih sebagai fasilitator serangan ketimbang mesin gol murni.
Kerugian Tanpa Romeny
Kehilangan Romeny berarti Timnas Indonesia kehilangan fluiditas di lini depan.
Skema serangan yang cair dan saling bertukar posisi menjadi sedikit lebih kaku.
Kemampuannya untuk menjadi penghubung antara lini tengah dan depan adalah sebuah atribut yang sulit dicari penggantinya.
Mauro Zijlstra: Sang Predator Klasik di Kotak Penalti
Di sisi lain, Mauro Zijlstra adalah jawaban bagi mereka yang merindukan sosok striker nomor 9 klasik.
Ia adalah tipe pemain yang hidup dan berjaya di dalam dan sekitar kotak penalti lawan.

Gaya Main & Kelebihan
Baca Juga: 10 Fakta Brandon Scheunemann, Bek Timnas U-23 Berdarah Jerman Tapi Fasih Bahasa Jawa!
Zijlstra adalah seorang target man dengan fisik yang sangat kuat dan kemampuan duel udara yang mumpuni.
Menurut laporan media Belanda, ia dikenal sebagai finisher klinis yang tidak butuh banyak peluang untuk mencetak gol.
Kelebihan utamanya adalah insting predator di kotak 16 meter dan kemampuannya menjadi tembok pemantul bola bagi rekan-rekannya. Ia adalah titik fokus serangan yang jelas.
Catatan Gol
Statistik Zijlstra berbicara untuk dirinya sendiri.
Dilansir dari berbagai sumber data sepak bola, saat bermain untuk tim U-21 FC Volendam musim lalu, ia tampil fenomenal dengan torehan 17 gol hanya dari 18 pertandingan.