-
Jayden Oosterwolde divonis penjara satu tahun empat bulan akibat kekerasan di Liga Turki.
-
Insiden penganiayaan menyebabkan direktur stadion Galatasaray mengalami cedera patah leher yang parah.
-
Kasus kriminal ini menutup peluang Jayden Oosterwolde untuk dinaturalisasi menjadi pemain Timnas Indonesia.
Suara.com - Kabar mengejutkan datang dari sepak bola Turki mengenai nasib pemain keturunan Indonesia, Jayden Oosterwolde.
Bintang klub Fenerbahce tersebut kini berada di bawah bayang-bayang hukuman kurungan penjara yang cukup lama.
Pengadilan resmi menjatuhkan vonis penjara satu tahun, empat bulan, serta 14 hari kepada bek berbakat tersebut.
Hukuman ini merupakan buntut dari kerusuhan fisik yang terjadi saat laga derbi kontra Galatasaray.
Proses hukum yang melelahkan di Turki akhirnya mencapai titik terang dengan penetapan sanksi bagi para pelaku.
Tragedi ini bermula pada pertandingan tanggal 19 Mei saat Fenerbahce menumbangkan Galatasaray dengan skor tipis.
Suasana memanas ketika para pemain Fenerbahce merayakan kemenangan dengan mencoba membentangkan spanduk kebesaran klub mereka.
Upaya provokatif tersebut segera diintervensi oleh pihak keamanan stadion guna mencegah terjadinya kericuhan lebih luas.
Namun, tindakan pencegahan tersebut justru memicu bentrokan fisik antara pemain, staf, dan petugas di lapangan.
Baca Juga: Satu Bek Dipastikan Kieran McKenna Hengkang, Posisi Elkan Baggott di Ipswich Town Aman?
Korban yang paling terdampak adalah Ali Celikkiran yang menjabat sebagai direktur stadion markas besar Galatasaray.
Berdasarkan laporan Voetbal Primeur, Ali Celikkiran menderita luka yang sangat serius akibat serangan tersebut.
Laporan tersebut menegaskan betapa brutalnya aksi kekerasan yang terjadi di dalam area stadion tersebut.
Oosterwolde tidak sendirian dalam menghadapi masalah hukum ini karena sejumlah rekan setimnya juga terseret.
Sosok lain yang terlibat adalah pemain Mert Hakan Yandas serta mantan dokter klub bernama Ertugrul Karanlik.
Selain itu, mantan direktur klub Hulusi Belgu dan anak mantan pelatih, Emre Kartal, turut menerima vonis.