Suara.com - PSIM Yogyakarta bersiap memulai petualangan barunya di kasta tertinggi Super League Indonesia.
Tim berjuluk Laskar Mataram itu akan menghadapi laga berat melawan Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo.
Pertandingan ini menjadi debut PSIM Yogyakarta setelah belasan tahun absen dari Super League Indonesia.
Pelatih PSIM Yogyakarta Jean-Paul van Gastel mengaku sangat antusias menyambut laga perdana menghadapi Persebaya Surabaya.
“Saya sangat antusias untuk laga di Surabaya ini. Kami sudah mempersiapkan tim dengan baik juga karena saya tahu pertandingan nanti akan tidak mudah untuk kami,” kata Van Gastel.
Super League Indonesia musim ini dibuka dengan pertandingan seru antara PSIM Yogyakarta dan Persebaya Surabaya.
Atmosfer panas dipastikan terjadi di Stadion Gelora Bung Tomo yang bakal dipenuhi suporter fanatik Persebaya, Bonek.
Van Gastel tak gentar menghadapi tekanan dari para pendukung tuan rumah yang dikenal loyal dan berisik.
“Saya sudah lihat di media bagaimana (suporter) Surabaya. Saya merasa lebih muda lagi dengan adrenalin yang ada," ucap Van Gastel.
Meski PSIM Yogyakarta belum menunjukkan hasil memuaskan dalam beberapa laga uji coba, Van Gastel tetap yakin timnya akan berkembang.
“Sepak bola itu adalah sulit diprediksi. Suatu saat, kita tidak dapat hasil seperti yang diharapkan. Tapi inilah sepak bola. Saya penasaran tim ini dapat tampil dengan baik di laga pembuka nanti,” tambahnya.
Pelatih PSIM Yogyakarta itu sebelumnya merupakan asisten Giovanni van Bronckhorst, sosok penting dalam karier kepelatihannya.
Sementara itu, bek PSIM Yogyakarta Reva Adi Utama juga menyatakan tekadnya jelang laga kontra Persebaya Surabaya.
“Senang bisa kembali ke Stadion Gelora Bung Tomo. Tapi saya datang saat ini sebagai lawan. Saya sangat bersemangat dan antusias. PSIM baru saja naik ke kasta tertinggi dan bisa jadi pembuktian bagi kami kalau memang layak ke BRI Super League,” ujar Reva.
Reva Adi merupakan mantan pemain Persebaya Surabaya yang bermain dua musim dan mencatatkan 54 penampilan.