Mengenal Bodo/Glimt Klub Kutub Utara yang Lolos Pertama Kali ke Liga Champions

Ronald Seger Prabowo

Rabu, 27 Agustus 2025 | 20:51 WIB
Mengenal Bodo/Glimt Klub Kutub Utara yang Lolos Pertama Kali ke Liga Champions
Mengenal Bodo/Glimt Klub Kutub Utara yang Lolos Pertama Kali ke Liga Champions. [Twitter FK Bodø/Glimt]

Hasilnya spektakuler. Pada 2020, mereka memecahkan rekor dengan menjuarai Eliteserien untuk pertama kalinya.

Tak hanya juara, Glimt melakukannya dengan gaya, 26 kemenangan dari 30 laga dan 103 gol tercipta.

Itu adalah pencapaian yang belum pernah ada di sepak bola Norwegia.

Mereka mengulang sukses pada 2021, lalu kembali juara di 2023 dan 2024.

Empat gelar liga dalam lima tahun menjadikan Glimt kekuatan dominan di Skandinavia.

Kehebatan Glimt tidak hanya berhenti di level domestik.

Mereka juga membuat heboh Eropa. Pada 2021, publik dikejutkan ketika Glimt melumat AS Roma asuhan José Mourinho dengan skor telak 6-1 di ajang UEFA Conference League.

Itu menjadi kekalahan terbesar Roma di kompetisi Eropa non-Champions League.

Dua minggu kemudian, Glimt kembali menahan imbang Roma 2-2 di Stadio Olimpico.

baca juga

Nama mereka pun mulai diperhitungkan di panggung Eropa.

Petualangan itu berlanjut. Glimt menyingkirkan Celtic, mengalahkan AZ Alkmaar, hingga menembus perempat final Conference League 2022.

Prestasi luar biasa untuk klub yang markasnya, Aspmyra Stadion, hanya berkapasitas 8.300 penonton dan berada di lingkar Arktik.

Kisah dongeng itu berlanjut pada 2025. Glimt menjadi klub Norwegia pertama yang mencapai semifinal Liga Europa.

Mereka menyingkirkan Lazio lewat adu penalti dramatis, sebelum akhirnya dihentikan Tottenham Hotspur.

Meski gagal ke final, capaian itu membuat Glimt mencatat sejarah emas sebagai wakil Skandinavia paling sukses di Eropa dalam era modern.

Glimt bukan hanya soal hasil, tapi juga budaya unik.

Para suporter setia yang dijuluki Toothbrush Army dikenal membawa sikat gigi raksasa berwarna kuning ke stadion—tradisi sejak 1970-an.

Warna kuning cerah menjadi identitas klub, melambangkan energi dan semangat dari utara.

Di dalam lapangan, gaya main Glimt menekankan kolektivitas.

Mereka jarang mengandalkan satu bintang besar, melainkan sistem permainan yang membuat banyak pemain bersinar.

Nama-nama seperti Jens Petter Hauge, Philip Zinckernagel, dan Patrick Berg muncul dari sistem ini dan kemudian dijual ke liga besar Eropa.

Glimt pintar membangun pemain, menjual dengan harga tinggi, lalu menemukan pengganti dari akademi atau pasar murah.

Kontributor: M.Faqih

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dari Beton Soviet ke Elite Eropa: Evolusi Gila FC Kairat Almaty

Dari Beton Soviet ke Elite Eropa: Evolusi Gila FC Kairat Almaty

Bola | Rabu, 27 Agustus 2025 | 14:36 WIB

Kans Chelsea di Liga Champions, Ini Calon Lawan Berat The Blues di Fase Grup

Kans Chelsea di Liga Champions, Ini Calon Lawan Berat The Blues di Fase Grup

Bola | Rabu, 27 Agustus 2025 | 13:32 WIB

Arsenal Bersiap Hadapi Undian Liga Champions, Siapa Lawan Berat The Gunners?

Arsenal Bersiap Hadapi Undian Liga Champions, Siapa Lawan Berat The Gunners?

Bola | Rabu, 27 Agustus 2025 | 12:39 WIB

Terkini

Mulai Kekeringan, Langit Jakarta Masih Nihil Awan Hujan Usai 5 Kali Modifikasi Cuaca

Mulai Kekeringan, Langit Jakarta Masih Nihil Awan Hujan Usai 5 Kali Modifikasi Cuaca

News | Senin, 14 September 2026 | 18:49 WIB

Kunjungi SCCR Indonesia, Gubernur Khofifah Dorong Penguatan Riset Kesehatan di Jatim

Kunjungi SCCR Indonesia, Gubernur Khofifah Dorong Penguatan Riset Kesehatan di Jatim

Jatim | Senin, 14 September 2026 | 18:47 WIB

Hempas Kusam dan Noda Gelap! Ini 4 Sabun Muka Korea Kandungan Brightening

Hempas Kusam dan Noda Gelap! Ini 4 Sabun Muka Korea Kandungan Brightening

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 18:46 WIB

Jalan Teknokratis Suahasil Nazara Menuju Kursi Menteri Keuangan

Jalan Teknokratis Suahasil Nazara Menuju Kursi Menteri Keuangan

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 18:44 WIB

Bermodus COD, Polisi Sita 1.241 Butir Obat Keras Ilegal di Bekasi

Bermodus COD, Polisi Sita 1.241 Butir Obat Keras Ilegal di Bekasi

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 18:44 WIB

Sentimen Positif Market Global Dorong Pasar Derivatif Bursa Kripto CFX Naik 50% Sepanjang Agustus

Sentimen Positif Market Global Dorong Pasar Derivatif Bursa Kripto CFX Naik 50% Sepanjang Agustus

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 18:43 WIB

Gantikan Purbaya Jadi Menkeu, Intip Rincian Harta Kekayaan Suahasil Nazara yang Tembus Rp138 Miliar

Gantikan Purbaya Jadi Menkeu, Intip Rincian Harta Kekayaan Suahasil Nazara yang Tembus Rp138 Miliar

News | Senin, 14 September 2026 | 18:42 WIB

Polda Jatim Siagakan Posko DVI, 20 Personel Disiapkan untuk Penanganan KM Virgo Transport 8

Polda Jatim Siagakan Posko DVI, 20 Personel Disiapkan untuk Penanganan KM Virgo Transport 8

Jatim | Senin, 14 September 2026 | 18:38 WIB

Pria di Cengkareng Cekoki Mahasiswi Obat Keras hingga Tewas Demi Senang-senang

Pria di Cengkareng Cekoki Mahasiswi Obat Keras hingga Tewas Demi Senang-senang

News | Senin, 14 September 2026 | 18:37 WIB

Taksi Listrik di Palembang Dipersoalkan, Siapa yang Sebenarnya Diuntungkan?

Taksi Listrik di Palembang Dipersoalkan, Siapa yang Sebenarnya Diuntungkan?

Sumsel | Senin, 14 September 2026 | 18:34 WIB

×