- Langkah Besar dalam Karier Calvin Verdonk
- Peluang untuk Tampil di Kompetisi Eropa
- Peran Penting untuk Timnas Indonesia
Suara.com - Bek Timnas Indonesia, Calvin Verdonk, bek andalan NEC Nijmegen, dipastikan segera meninggalkan klub untuk bergabung dengan tim Ligue 1, LOSC Lille.
Menurut laporan Voetbal International dan pakar transfer Fabrizio Romano, kepindahan ini tinggal menunggu detail akhir sebelum benar-benar diumumkan resmi.
Lille disebut mengeluarkan dana sekitar tiga juta euro atau setara Rp57 miliar untuk merekrut Verdonk.
Angka ini jadi keuntungan besar bagi NEC, mengingat sang pemain masih terikat kontrak panjang hingga 2028.
Namun, demi menghargai kesepakatan yang pernah dibuat bersama Verdonk, NEC akhirnya memberi lampu hijau.
Dalam kontrak baru yang ditandatangani setahun lalu, klub berjanji akan mempertimbangkan tawaran dari luar negeri bila ada kesempatan yang tepat.
Kabar hengkangnya Verdonk, menurut media Belanda, sebagai pukulan yang telak untuk NEC Nijmegen.
"Kepergian Verdonk menjadi pukulan telak bagi pelatih Dick Schreuder. Bek kiri berusia 28 tahun itu sangat penting dalam skema tiga bek yang diterapkan Schreuder, di mana Verdonk diplot sebagai bek kiri dalam trio pertahanan," tulis Voetbal International.
Semenjak kembali ke Nijmegen pada 2021, Verdonk menjelma menjadi salah satu pilar utama tim.
Baca Juga: Resmi Gabung ke Persib, Kenapa Thom Haye Belum Gabung Latihan?
Padahal sebelumnya, ia sempat dipinjamkan ke NEC pada musim 2017/18 sebelum benar-benar pulang ke klub ini.
Yang membuat situasi semakin sulit, NEC saat ini tengah kekurangan stok bek.
Jetro Willems dan Bram Nuytinck masih dibekap cedera panjang.
Artinya, setelah ditinggal Verdonk, opsi yang tersisa hanyalah Thomas Ouwejan, Philippe Sandler, Brayann Pereira, Yousri Sbai, dan rekrutan anyar Ahmetcan Kaplan.
Manajemen NEC pun dikejar waktu untuk mencari pengganti sebelum bursa transfer resmi ditutup.
Apabila gagal, Schreuder akan dipaksa mengutak-atik formasi atau memaksimalkan pemain muda.