- Situasi nasional mulai berdampak pada sepak bola Indonesia.
- Jordi Amat menyerukan perdamaian dan solusi cepat.
- Solidaritas pesepak bola ikut terlihat
Suara.com - Bek keturunan yang memperkuat Persija Jakarta, Jordi Amat buka suara terkait situasi tidak kondusif di Indonesia khususnya Jakarta belakangan ini.
Situasi tersebut mulai berimbas ke sepak Indonesia. Beberapa pertandingan Super League 2025/2026 yang berpotensi terkena imbas harus ditunda.
Jordi Amat berharap situasi yang ada saat ini di seluruh Tanah Air bisa segara normal.
Ia mau masyarakat Indonesia khususnya Jakarta kembali bisa merasakan ketenangan dan kenyamanan.

“Saya berharap kita mendapatkan solusi secepatnya dan saya berharap semua orang di Jakarta dan Indonesia aman dan kita lihat apa yang akan terjadi,” kta Jordi Amat beberapa waktu lalu.
Aksi massa belakangan ini memang mulai mengkhawatirkan. Bahkan penjarahan sudah terjadi di rumah-rumah anggota DPR seperti Ahmad Syahroni, Uya Kuya, dan Eko Patrio.
Kerusuhan dan pengerusakan terjadi di mana-mana buntut aksi demonstrasi berujung tewasnya pengemudi ojek online (ojol) Affan Kurniawan yang dilindas mobil Brimob beberapa waktu lalu.
Meninggalkan Affan memantik kemarahan warga atas sikap semena-mena aparat Brimob.
Bahkan, sebagai bentuk solidaritas, kapten Persija Jakarta Rizky Ridho mengenakan pita hitam saat laga melawan Dewa United di Banten International Stadium (BIS) beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Kerusuhan Meluas, Bagaimana Nasib Laga Kualifikasi Piala Asia U-23 di Sidoarjo?
Jordi yang sempat memperkuat Johor Darul Ta'zim berharap segera ada solusi terkait permasalahan ini.
“Saya tahu Rizky Ridho menggunakan pita hitam. Tapi seperti yang saya katakan ini bukan situasi yang bagus untuk semua orang,” ucap Jordi Amat.
“Saya tidak suka melihat situasi ini dan saya harap semua orang baik-baik saja. Ini tidak baik untuk siapapun dan saya harap kita bisa mendapatkan solusi segera mungkin," pungkasnya.