Apakah Simon Tahamata Ikut Dipecat Setelah Patrick Kluivert Out?

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 16 Oktober 2025 | 13:50 WIB
Apakah Simon Tahamata Ikut Dipecat Setelah Patrick Kluivert Out?
Simon Tahamata (PSSI)
baca 10 detik
  • PSSI pecat Patrick Kluivert gagal Piala Dunia 2026.

  • Seluruh staf Timnas Indonesia keluar, nasib Simon Tahamata misterius.

  • Perpisahan PSSI dan Kluivert berdasarkan kesepakatan bersama.

Suara.com - Keputusan mengejutkan PSSI untuk mengakhiri kontrak Patrick Kluivert sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia menjadi sorotan utama publik.

Kegagalan meraih tiket menuju putaran final Piala Dunia 2026 disebut-sebut sebagai pemicu utama dari perpisahan mendadak ini.

Namun, pertanyaan besar muncul mengenai posisi strategis Simon Tahamata di tengah gejolak pemecatan Timnas Indonesia oleh PSSI.

Apakah Simon Tahamata, sebagai Head of Scouting, turut serta dalam rombongan staf yang didepak PSSI bersama Patrick Kluivert?

PSSI telah memberikan pengumuman resmi terkait nasib Patrick Kluivert dan seluruh tim di tengah ambisi besar meraih tiket Piala Dunia 2026.

Kronologi Pemutusan Kerja Sama

Federasi sepak bola nasional, PSSI, secara definitif mengumumkan penghentian kemitraan mereka dengan Patrick Kluivert pada Kamis, 16 Oktober, melalui saluran resmi instansi.

Penyelesaian kerja sama dengan Patrick Kluivert serta jajaran staf pelatih lainnya diambil setelah Timnas Indonesia dipastikan tidak akan berlaga di Piala Dunia 2026.

Laman resmi dan seluruh akun media sosial PSSI serentak mempublikasikan rilis pers tentang putusnya hubungan kerja dengan eks bintang Belanda itu.

baca juga

Pengumuman yang disiarkan oleh PSSI menjelaskan secara gamblang bahwa seluruh anggota tim kepelatihan Timnas Indonesia tidak lagi bertugas mendampingi Patrick Kluivert.

Mekanisme yang digunakan PSSI untuk mengakhiri kontrak dua tahun dengan Patrick Kluivert dan stafnya adalah mutual termination, sebuah kesepakatan damai.

Detil Pengakhiran Kontrak Pelatih

Berikut adalah pernyataan yang dikeluarkan oleh PSSI mengenai pengakhiran kontrak seluruh jajaran tim yang dipimpin oleh Patrick Kluivert:

"Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dan Tim Kepelatihan Timnas Indonesia secara resmi menyepakati pengakhiran kerja sama lebih awal melalui mekanisme mutual termination."

Kesepakatan pengakhiran ini melibatkan PSSI dan semua pihak dalam Tim Kepelatihan yang sebelumnya terikat kontrak kerja sama selama dua tahun penuh demi lolos ke Piala Dunia 2026.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PSSI Pecat Patrick Kluivert, Berapa Kompensasi yang Harus Dibayar?

PSSI Pecat Patrick Kluivert, Berapa Kompensasi yang Harus Dibayar?

Bola | Kamis, 16 Oktober 2025 | 13:48 WIB

Karier Patrick Kluivert sebagai Pelatih: Terbaik di Twente II, Indonesia Rasio Kebobolan Terbanyak

Karier Patrick Kluivert sebagai Pelatih: Terbaik di Twente II, Indonesia Rasio Kebobolan Terbanyak

Bola | Kamis, 16 Oktober 2025 | 13:46 WIB

3 Calon Pelatih Timnas Indonesia Pengganti Patrick Kluivert, Ada STY

3 Calon Pelatih Timnas Indonesia Pengganti Patrick Kluivert, Ada STY

Bola | Kamis, 16 Oktober 2025 | 13:35 WIB

Terkini

Sistem AHWA Disepakati, Ribuan Muktamirin Padati Pleno Penentuan PBNU

Sistem AHWA Disepakati, Ribuan Muktamirin Padati Pleno Penentuan PBNU

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:17 WIB

Kenali Sebelum Salah Ucap! 5 Kata Kasar dalam Bahasa Batak dan Artinya

Kenali Sebelum Salah Ucap! 5 Kata Kasar dalam Bahasa Batak dan Artinya

Sumut | Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:15 WIB

Saat AI dan Teknologi Digital Bisa Membuka Akses Kesehatan hingga ke Pelosok Indonesia

Saat AI dan Teknologi Digital Bisa Membuka Akses Kesehatan hingga ke Pelosok Indonesia

Health | Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:08 WIB

Standar Rekrutmen Makin Tinggi, Mengapa Gaji Tak Ikut Mengimbangi?

Standar Rekrutmen Makin Tinggi, Mengapa Gaji Tak Ikut Mengimbangi?

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:05 WIB

Eksplorasi Cita Rasa Kopi Dunia: Mengenal Karakter Unik Biji Kopi Yirgacheffe

Eksplorasi Cita Rasa Kopi Dunia: Mengenal Karakter Unik Biji Kopi Yirgacheffe

Lifestyle | Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:03 WIB

4 Rekomendasi Cushion Travel Size Praktis Muat di Tas Kecil

4 Rekomendasi Cushion Travel Size Praktis Muat di Tas Kecil

Lifestyle | Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:02 WIB

Warna Lipstik Mauve vs Plum, Mana yang Cocok untuk Kulit Indonesia?

Warna Lipstik Mauve vs Plum, Mana yang Cocok untuk Kulit Indonesia?

Lifestyle | Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:01 WIB

Review Film Chiikawa the Movie: Misi Berbahaya Chiikawa di Pulau Duyung

Review Film Chiikawa the Movie: Misi Berbahaya Chiikawa di Pulau Duyung

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:00 WIB

Hendri Satrio Soroti 12 Ribu Peserta Merdeka Run: Jangan Dianggap Dukungan Politik

Hendri Satrio Soroti 12 Ribu Peserta Merdeka Run: Jangan Dianggap Dukungan Politik

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 11:51 WIB

Bukan Tak Laku, Ini Alasan Calon Emiten Menunda IPO

Bukan Tak Laku, Ini Alasan Calon Emiten Menunda IPO

Bisnis | Minggu, 30 Agustus 2026 | 11:47 WIB

×