Profil Bojan Hodak, Calon Pelatih Timnas Indonesia Setelah Patrick Kluivert Gagal Lolos Piala Dunia

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Kamis, 30 Oktober 2025 | 11:55 WIB
Profil Bojan Hodak, Calon Pelatih Timnas Indonesia Setelah Patrick Kluivert Gagal Lolos Piala Dunia
Bojan Hodak (Ileague)
  • Lord Atep merekomendasikan Bojan Hodak sebagai pelatih baru Timnas Indonesia.

  • Hodak sukses membawa Persib juara Liga Indonesia dua musim berturut-turut.

  • Rekam jejak Hodak gemilang dengan banyak gelar di Asia Tenggara.

Suara.com - Pencarian sosok juru taktik baru Timnas Indonesia kini memasuki babak krusial setelah Patrick Kluivert resmi meninggalkan jabatannya.

Kepergian Kluivert dipicu oleh kegagalan signifikan Skuad Garuda dalam mencapai target lolos ke putaran final Piala Dunia 2026.

Sorotan tajam tertuju pada kursi pelatih kepala yang panas, mencari figur kompeten untuk membangun kembali kekuatan tim nasional.

Muncul satu nama kuat yang secara terbuka didukung oleh legenda klub Liga 1, yaitu Bojan Hodak.

Lord Atep Rizal, mantan gelandang andalan Persib Bandung, memberikan usulan tegas agar Hodak dipertimbangkan.

Dukungan Atep kepada arsitek Maung Bandung itu didasari oleh rekam jejak kepelatihan yang terbukti berkualitas di Indonesia.

Hodak tercatat telah mempersembahkan dua gelar juara Liga Indonesia secara beruntun bagi Persib, menunjukkan kapasitasnya sebagai juara.

Atep menilai pengalaman serta kemampuan Hodak dalam membesarkan tim sudah sangat teruji dan ideal untuk level internasional.

Mantan pemain yang baru pensiun dari sepak bola profesional dua tahun silam ini juga mencermati skema permainan yang diterapkan Hodak.

Gaya bermain yang diusung oleh Hodak dinilai cocok dan berpotensi besar untuk diterapkan pada Timnas Indonesia.

Bojan Hodak adalah sosok pelatih profesional berkebangsaan Kroasia yang lahir pada 4 Mei 1971 di Zagreb, RFS Yugoslavia.

Sosok yang kini memimpin Persib Bandung ini semasa bermain berposisi sebagai seorang bek tengah yang tangguh.

Riwayat juniornya dihabiskan bersama klub lokal NK Trnje dari tahun 1984 hingga 1990.

Hodak dilahirkan di tengah keluarga yang memiliki tradisi militer sangat kental, dengan ayah dan saudara laki-lakinya sama-sama perwira militer.

Masa kecil Hodak dihabiskan dengan memainkan dua olahraga utama, yaitu bola basket dan sepak bola.

Meskipun awalnya tidak memiliki panutan di dunia olahraga, Hodak tetap berolahraga murni untuk kesenangan dan kebersamaan dengan teman-temannya.

Titik balik terjadi saat ia berusia 16 tahun, ketika NK Trnje mulai memberinya bayaran atas kontribusinya di lapangan.

Momen tersebut mendorong Hodak untuk mengambil keputusan penting meninggalkan basket dan hanya berfokus sepenuhnya pada karier sepak bolanya.

Sebagai pelatih, Hodak memiliki koleksi prestasi yang mengesankan di berbagai liga di kawasan Asia Tenggara.

Awal karier kepelatihannya dimulai bersama UPB MyTeam, di mana ia sukses membawa tim tersebut menjadi runner-up Liga Utama Malaysia pada 2007.

Pindah ke Kamboja, Hodak langsung menunjukkan taji dengan mengantarkan Phnom Penh Crown menjuarai Liga Kamboja pada tahun 2011.

Periode emas kemudian ia ukir bersama Kelantan FA, mengoleksi banyak gelar bergengsi di Malaysia.

Di Kelantan, ia berhasil merebut gelar Liga Super Malaysia 2012, membuktikan dirinya sebagai salah satu pelatih top di sana.

Hodak juga membawa The Red Warriors meraih Piala FA Malaysia dua tahun berturut-turut, yakni pada 2012 dan 2013.

Puncak kejayaan tahun 2012 dilengkapi dengan trofi Piala Malaysia yang juga berhasil diamankan oleh Kelantan.

Kelantan juga mencatatkan hasil runner-up di liga pada tahun 2013, dan runner-up Malaysia Charity Shield di tahun yang sama.

Prestasi Hodak berlanjut saat menukangi Johor Darul Ta’zim (JDT), klub raksasa Malaysia berikutnya.

Bersama JDT, ia sukses membawa klub tersebut meraih gelar Liga Super Malaysia pada musim 2014.

JDT juga memenangkan Malaysia Charity Shield pada tahun 2015 di bawah arahan strategis Bojan Hodak.

Pada periode kepelatihan tersebut, JDT juga sempat meraih posisi runner-up Piala Malaysia pada tahun 2014.

Kapasitas Hodak untuk menangani tim dengan tekanan tinggi sudah tidak perlu diragukan lagi, menjadikannya opsi ideal.

Keputusan akhir PSSI akan sangat menentukan apakah mantan bek tengah tersebut akan menjadi arsitek baru Skuad Garuda.

PSSI memerlukan pelatih yang mampu mengembalikan mental juara dan performa terbaik tim pasca-kegagalan besar.

Bojan Hodak memiliki kombinasi pengalaman regional dan kesuksesan lokal yang menjadikannya kandidat yang sangat menarik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bojan Hodak Sebut Eks Penerjemah Shin Tae-yong Omong Kosong

Bojan Hodak Sebut Eks Penerjemah Shin Tae-yong Omong Kosong

Bola | Kamis, 30 Oktober 2025 | 11:42 WIB

Fenomena Popularitas Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Bikin Heran Rekan Kevin De Bruyne

Fenomena Popularitas Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Bikin Heran Rekan Kevin De Bruyne

Bola | Kamis, 30 Oktober 2025 | 11:38 WIB

Bojan Hodak Tanggapi Komentar Jeje Soal Eliano Reijnders

Bojan Hodak Tanggapi Komentar Jeje Soal Eliano Reijnders

Bola | Kamis, 30 Oktober 2025 | 11:50 WIB

Terkini

Penantian Panjang, Kapan Terakhir Kali AC Milan Datang ke Indonesia?

Penantian Panjang, Kapan Terakhir Kali AC Milan Datang ke Indonesia?

Bola | Kamis, 30 April 2026 | 18:50 WIB

Persija Belum Kibarkan Bendera Putih! Rayhan Hannan: Fokus Sapu Bersih, Gelar Masih Mungkin

Persija Belum Kibarkan Bendera Putih! Rayhan Hannan: Fokus Sapu Bersih, Gelar Masih Mungkin

Bola | Kamis, 30 April 2026 | 18:49 WIB

Timnas Vietnam Naturalisasi Pemain Jelang Piala AFF 2026, Hendro Segera Menyusul

Timnas Vietnam Naturalisasi Pemain Jelang Piala AFF 2026, Hendro Segera Menyusul

Bola | Kamis, 30 April 2026 | 18:22 WIB

Kalah Bersaing dengan Bocah Boyolali di Persija, Ini Reaksi Shayne Pattynama

Kalah Bersaing dengan Bocah Boyolali di Persija, Ini Reaksi Shayne Pattynama

Bola | Kamis, 30 April 2026 | 18:06 WIB

Timnas Indonesia Gagal Lolos, Jay Idzes Justru Nantikan Hal Ini di Piala Dunia 2026

Timnas Indonesia Gagal Lolos, Jay Idzes Justru Nantikan Hal Ini di Piala Dunia 2026

Bola | Kamis, 30 April 2026 | 17:31 WIB

Mauricio Pochettino Sedih Melihat Tottenham Hotspur yang Sekarang

Mauricio Pochettino Sedih Melihat Tottenham Hotspur yang Sekarang

Bola | Kamis, 30 April 2026 | 17:29 WIB

Degradasi dari Premier League, Burnley Resmi Berpisah dengan Pelatih Scott Parker

Degradasi dari Premier League, Burnley Resmi Berpisah dengan Pelatih Scott Parker

Bola | Kamis, 30 April 2026 | 17:26 WIB

Resmi! Indonesia Ditunjuk FIFA sebagai Tuan Rumah Divisi 1 ASEAN Cup 2026

Resmi! Indonesia Ditunjuk FIFA sebagai Tuan Rumah Divisi 1 ASEAN Cup 2026

Bola | Kamis, 30 April 2026 | 16:44 WIB

Persija Jakarta dan Dewa United Dominasi Skuad Timnas Indonesia Era John Herdman untuk Piala AFF

Persija Jakarta dan Dewa United Dominasi Skuad Timnas Indonesia Era John Herdman untuk Piala AFF

Bola | Kamis, 30 April 2026 | 16:10 WIB

Vietnam Resmi Tambah Naturalisasi Baru Jelang Piala AFF 2026

Vietnam Resmi Tambah Naturalisasi Baru Jelang Piala AFF 2026

Bola | Kamis, 30 April 2026 | 16:08 WIB