Tak Masuk Kode PSSI, Timur Kapadze Batal Jadi Calon Pelatih Timnas Indonesia?

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 21 November 2025 | 13:25 WIB
Tak Masuk Kode PSSI, Timur Kapadze Batal Jadi Calon Pelatih Timnas Indonesia?
Timur Kapadze (Istimewa)
baca 10 detik
  • PSSI merahasiakan 5 kandidat pelatih Timnas yang masih terikat kontrak.

  • Indikasi ini menepis dugaan kuat Timur Kapadze akan menjadi pelatih Timnas.

  • Tim khusus PSSI dan Alexander Zwiers segera mewawancarai para kandidat.

Suara.com - Kursi kepelatihan Timnas Indonesia kembali menjadi topik hangat setelah PSSI mengisyaratkan bahwa calon juru taktik utama skuad Garuda saat ini masih terikat komitmen dengan tim lain.

Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, memberikan keterangan resmi mengenai proses pemilihan pelatih baru yang sampai detik ini masih dirahasiakan nama-namanya.

Sinyal ini seolah menepis dugaan kuat sebelumnya yang mengaitkan nama Timur Kapadze sebagai suksesor pelatih kepala Timnas Indonesia.

Pasalnya, juru taktik yang baru saja meninggalkan posisi asisten pelatih di Timnas Uzbekistan senior ini tidak sedang diikat oleh kontrak klub maupun tim nasional mana pun.

Spekulasi kedatangan Kapadze ke Tanah Air, yang dihubungkan dengan minatnya untuk menukangi Timnas, kini menghadapi fakta baru yang dikeluarkan oleh federasi.

Rahasia di Balik Lima Nama Kandidat

PSSI secara tegas menyebutkan alasan mengapa identitas kelima kandidat pelatih kepala tersebut belum dapat diumumkan ke publik.

Sumardji menjelaskan bahwa PSSI sangat menjunjung tinggi etika dan hak pribadi setiap individu yang masuk dalam daftar seleksi.

"Saya perlu jelaskan, rekan-rekan sekalian, bahwa berkaitan dengan lima nama ini, kenapa memang sampai dengan detik ini kami tidak akan buka dan memang tidak akan kami buka dulu," ujar Sumardji.

baca juga

Ia menambahkan, PSSI wajib menghormati segala aspek kerahasiaan personal para kandidat yang sedang dalam pantauan.

Faktor utama kedua yang menjadi penghalang pengumuman adalah status pekerjaan para pelatih tersebut saat ini.

Status Kontrak Jadi Kriteria Utama

Sumardji menyatakan bahwa calon pelatih potensial tersebut sedang berada dalam ikatan kerja formal.

"Satu, kami menghormati karena masing-masing pelatih kepala itu punya privasi."

Keterikatan kontrak ini bisa berupa posisi sebagai pelatih di sebuah klub sepak bola profesional.

Kondisi tersebut juga berlaku untuk ikatan dengan tim nasional suatu negara lain.

"Enggak mungkin akan kami buka," tutup Sumardji, menegaskan sikap PSSI yang tidak akan membuka diskusi publik mengenai nama-nama tersebut.

Implikasi dari pernyataan Ketua BTN ini adalah PSSI memprioritaskan pelatih yang memiliki jam terbang dan sedang aktif di klub atau timnas.

Pendekatan ini mengindikasikan bahwa PSSI mencari sosok yang tidak sedang berstatus bebas transfer atau menganggur.

Timur Kapadze, yang saat ini berstatus non-kontrak setelah mengundurkan diri, secara tidak langsung kini memiliki peluang yang kecil untuk memimpin Skuad Garuda.

Kedatangan Kapadze ke Indonesia sendiri diakui untuk mengamati lebih dekat perkembangan serta dinamika kancah sepak bola domestik.

Proses Seleksi Intensif dan Tim Khusus Wawancara

PSSI menunjukkan keseriusan dalam proses rekrutmen ini dengan membentuk sebuah tim khusus yang akan bertugas melakukan serangkaian wawancara mendalam.

Tim yang baru dibentuk ini akan memastikan bahwa pelatih yang terpilih benar-benar memenuhi kriteria dan visi yang dibutuhkan oleh Timnas Indonesia.

Wawancara calon pelatih baru ini akan dilaksanakan secara kolaboratif dengan Direktur Teknik PSSI, Alexander Zwiers.

Peran Alexander Zwiers sebagai direktur teknik akan sangat penting dalam mengukur kemampuan teknis dan filosofi kepelatihan para kandidat.

Pembentukan tim wawancara khusus ini menandai fase krusial dalam upaya federasi untuk memilih pelatih yang paling ideal.

Harapannya, Timnas Indonesia segera mendapatkan nakhoda baru yang kompeten untuk membawa perubahan signifikan.

Keputusan final mengenai siapa yang akan memimpin timnas akan diambil setelah proses seleksi yang ketat ini rampung.

Publik dan penggemar sepak bola nasional diimbau untuk bersabar menanti pengumuman resmi dari PSSI.

Proses seleksi yang dilakukan secara tertutup ini adalah bentuk profesionalisme PSSI dalam menghargai privasi dan komitmen kerja pihak lain.

Pencarian pelatih ini menjadi langkah strategis PSSI untuk meningkatkan kualitas dan prestasi Timnas Indonesia di kancah internasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dirtek PSSI Buka Suara, Sebut Sosok Ini Layak Tangani Timnas Indonesia

Dirtek PSSI Buka Suara, Sebut Sosok Ini Layak Tangani Timnas Indonesia

Bola | Jum'at, 21 November 2025 | 13:14 WIB

Ada Pelatih Keturunan Maluku, Prediksi 5 Pelatih Timnas Indonesia yang Baru

Ada Pelatih Keturunan Maluku, Prediksi 5 Pelatih Timnas Indonesia yang Baru

Bola | Jum'at, 21 November 2025 | 13:05 WIB

Gabung Ajax Usai Dipecat PSSI, Denny Landzaat Justru Diremehkan di Belanda

Gabung Ajax Usai Dipecat PSSI, Denny Landzaat Justru Diremehkan di Belanda

Bola | Jum'at, 21 November 2025 | 12:53 WIB

Terkini

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 02:22 WIB

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Bola | Senin, 14 September 2026 | 00:29 WIB

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 23:10 WIB

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 21:43 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 21:20 WIB

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 21:00 WIB

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 20:41 WIB

×