-
Kekalahan Timnas U-22 di SEA Games menuai kritik Greg Nwokolo.
-
Indra Sjafri disorot karena peran ganda Pelatih dan Dirtek PSSI.
-
Greg Nwokolo menuntut PSSI mencari pelatih berkualitas baru.
Suara.com - Prestasi Timnas Indonesia U-22 di ajang SEA Games 2025 kembali menjadi sorotan tajam setelah menelan kekalahan tipis.
Hasil minor ini segera memicu gelombang kritik, dengan salah satu suara paling vokal datang dari mantan pemain naturalisasi skuad Garuda, Greg Nwokolo.
Komentar Greg kali ini berfokus pada potensi konflik kepentingan dan efektivitas peran ganda yang diemban oleh Indra Sjafri.
Pada pertandingan yang berlangsung di Stadion 700th Anniversary, Chiang Mai, Indonesia dipaksa mengakui keunggulan Filipina.
Garuda Muda harus menelan pil pahit setelah dikalahkan dengan skor 0-1 dalam laga lanjutan Grup C tersebut.
Gol penentu kemenangan Filipina dicetak oleh Banatao Otu Abang melalui sundulan kepala.
Gol tunggal tersebut bermula dari situasi lemparan ke dalam yang menunjukkan kelemahan antisipasi lini pertahanan Indonesia.
Menanggapi hasil buruk tersebut, pelatih Indra Sjafri sempat mengungkapkan kekecewaannya karena instruksi latihan yang ia berikan tidak dilaksanakan dengan baik oleh para pemain di lapangan.
Pernyataan pelatih tersebut langsung disambut dengan respons dari Greg Nwokolo yang sebelumnya juga pernah memberi masukan agar tidak mencari kambing hitam atas hasil satu pertandingan.
Kritik terbaru yang disampaikan oleh Greg kini menyoroti tentang keseriusan dan fokus Indra Sjafri dalam menjalankan tugasnya.
Penunjukan Indra sebagai pelatih Timnas U-22 hanya dilakukan dua bulan menjelang bergulirnya SEA Games 2025.
Perlu diketahui, sebelum mendapatkan tugas sebagai pelatih tim U-22, Indra Sjafri sudah menjabat sebagai Direktur Teknik PSSI.
Jabatan Direktur Teknik ini telah ia emban untuk waktu yang cukup lama, khususnya dalam pengelolaan tim usia muda.
Tuntutan Fokus: Pelatih atau Direktur Teknik?
Greg Nwokolo kembali menegaskan bahwa ketidakjelasan peran ini dinilai tidak akan menghasilkan kinerja yang maksimal.
Mantan pemain naturalisasi ini memberikan pandangan yang sangat tegas mengenai posisi yang seharusnya dipilih oleh Indra Sjafri.