- Masa depan Enzo Maresca di Chelsea dipertanyakan menyusul konferensi pers kontroversial pasca kemenangan Everton.
- Beberapa kandidat pengganti mulai muncul, termasuk Liam Rosenior, Oliver Glasner, dan Frank Lampard.
- Andoni Iraola dinilai kandidat ideal karena gaya bermain menyerang dan kemampuan mengembangkan pemain Bournemouth.
Suara.com - Masa depan Enzo Maresca bersama Chelsea mulai diselimuti tanda tanya. Padahal, beberapa pekan lalu pelatih asal Italia itu sempat diyakini bakal membawa The Blues meraih gelar Premier League pertama dalam satu dekade.
Namun satu konferensi pers kontroversial usai kemenangan 2-0 atas Everton justru memicu spekulasi soal posisinya di Stamford Bridge.
Dalam pernyataannya, Maresca mengaku mengalami 48 jam terburuk sejak bergabung dengan Chelsea karena merasa tidak mendapat dukungan penuh.
Meski menegaskan kritik tersebut tidak ditujukan kepada suporter, banyak pihak menilai ucapannya menyasar jajaran manajemen dan pemilik klub. Situasi ini membuat masa depan pelatih berusia 45 tahun itu menjadi bahan perbincangan hangat.
Menjelang laga perempat final Carabao Cup melawan Cardiff City, Maresca memilih meredam isu dengan menegaskan dirinya sepenuhnya berkomitmen kepada Chelsea.
Namun, sejarah menunjukkan bahwa kursi pelatih The Blues bukanlah tempat yang aman untuk jangka panjang, terlepas dari pencapaian, termasuk keberhasilannya membawa Chelsea menjuarai Piala Dunia Antarklub musim panas lalu.
Jika Chelsea memutuskan berpisah dengan Maresca, sejumlah nama mulai mencuat sebagai kandidat pengganti. Salah satunya adalah Liam Rosenior.
Pelatih berusia 41 tahun itu tampil impresif bersama Strasbourg, klub yang juga berada di bawah naungan BlueCo milik Todd Boehly.
Rosenior dinilai sukses mengembangkan sejumlah pemain pinjaman Chelsea, meski belum pernah melatih di Premier League.
Nama lain yang tak kalah menarik adalah Oliver Glasner.
Dengan anggaran terbatas, Glasner mampu membawa Crystal Palace menjuarai Piala FA dan kini bersaing di papan atas Liga Inggris, hanya terpaut dua poin dari Chelsea.
Meski begitu, kontraknya yang segera berakhir dan gaya bermainnya dinilai belum sepenuhnya cocok dengan filosofi Chelsea.
Opsi nostalgia juga muncul lewat Frank Lampard. Legenda klub tersebut tengah membangun ulang reputasinya sebagai pelatih bersama Coventry City.
Namun, meninggalkan klub yang sedang memimpin Championship untuk kembali ke Chelsea dinilai sebagai langkah berisiko besar.
Di antara semua nama, satu kandidat disebut paling ideal, Andoni Iraola.
Pelatih AFC Bournemouth itu menjadi sorotan setelah sukses mengubah The Cherries menjadi salah satu tim paling atraktif di Premier League.
Sejak datang pada 2023, Iraola dikenal piawai mengembangkan pemain muda seperti Antoine Semenyo, Milos Kerkez, hingga Dominic Solanke.
Gaya bermain menyerang Iraola, yang terinspirasi dari Marcelo Bielsa, dinilai sejalan dengan kebutuhan Chelsea. Bournemouth di bawah asuhannya tampil agresif, berani menekan tinggi, dan kerap mencetak gol-gol krusial di menit akhir.
Musim lalu, timnya mencetak 58 gol dan finis di papan tengah, hanya terpaut tipis dari zona Eropa.
Selain fleksibilitas taktik, Iraola juga dinilai mampu menghadapi dinamika skuad yang sering berubah.
Meski harus merombak lini belakang akibat kepergian sejumlah pemain kunci, Bournemouth justru menunjukkan peningkatan poin dibanding musim sebelumnya.
Kontributor: Adam Ali