Imbas Kelakuan 'PSSI' Malaysia, Harimau Malaya Bisa Terjungkal ke Titik Terendah

Pebriansyah Ariefana | Adie Prasetyo Nugraha | Suara.com

Kamis, 18 Desember 2025 | 11:05 WIB
Imbas Kelakuan 'PSSI' Malaysia, Harimau Malaya Bisa Terjungkal ke Titik Terendah
Timnas Malaysia (IG FAM)
  • Malaysia dijatuhi sanksi kalah WO di tiga laga internasional karena memainkan tujuh pemain ilegal.

  • Poin FIFA Malaysia akan dikurangi 22,95 poin sehingga peringkatnya diprediksi disalip Timnas Indonesia.

  • Keputusan resmi terkait peringkat terbaru FIFA akan diumumkan pada tanggal 19 Desember 2025.

Suara.com - Nasib kurang beruntung tengah menghinggapi Timnas Malaysia terkait posisi mereka pada tabel peringkat dunia.

Federasi sepak bola internasional atau FIFA secara resmi telah menjatuhkan hukuman berat kepada skuad Harimau Malaya.

Hukuman tersebut muncul setelah adanya temuan pelanggaran serius mengenai status pemain dalam pertandingan internasional resmi.

Kondisi ini memicu spekulasi kuat bahwa posisi Malaysia akan segera tersalip oleh prestasi Timnas Indonesia.

Pecinta sepak bola kini menanti pengumuman resmi mengenai perubahan angka yang dimiliki oleh negara jiran tersebut.

Komite Disiplin FIFA secara tegas menyatakan Malaysia bersalah karena melanggar Pasal 19 Kode Disiplin FIFA.

Kesalahan fatal tersebut terjadi setelah Harimau Malaya menurunkan tujuh pemain ilegal pada tiga laga internasional.

Tiga pertandingan yang menjadi sorotan utama adalah saat mereka bertemu Tanjung Verde, Singapura, dan Palestina.

Meskipun laga telah usai, status hukum pertandingan tersebut kini berubah total akibat keputusan otoritas tertinggi sepak bola.

Status pertandingan Tier 1 tersebut kini dinyatakan sebagai kekalahan bagi pihak Malaysia secara sepihak oleh FIFA.

FIFA menetapkan sanksi berupa kekalahan walk-out dengan skor mencolok 0-3 untuk ketiga partai internasional tersebut.

Hal ini menjadi ironi karena secara faktual Malaysia tidak menderita satu pun kekalahan di lapangan saat itu.

Kemenangan yang sebelumnya dirayakan atas Singapura dan Palestina kini dianggap tidak pernah terjadi secara administratif.

Hasil imbang yang susah payah didapatkan kala menghadapi Tanjung Verde juga harus dihapus dari catatan sejarah.

Seluruh poin yang terkumpul dari rentetan hasil positif tersebut kini dipastikan hangus dan tidak lagi dihitung.

Berdasarkan data terakhir, Malaysia masih menduduki urutan ke-116 dunia dengan total raihan 1.168,41 poin.

Keberhasilan mereka menjaga tren positif dalam delapan laga selama tahun 2025 kini seolah menjadi sia-sia.

Lembaga Footy Rankings memprediksi akan ada pengurangan poin yang cukup signifikan mencapai angka sekitar 22,95 poin.

Penurunan jumlah poin tersebut secara otomatis akan menyeret posisi Harimau Malaya ke urutan yang lebih rendah.

Situasi ini menjadi peluang bagi Timnas Indonesia yang saat ini bertengger pada posisi 121 dunia.

Jika pengurangan poin tersebut benar terjadi, posisi Malaysia diperkirakan akan terjun bebas di bawah Indonesia.

Tim asuhan Kim Pan-gon tersebut diprediksi akan berada satu tingkat persis di bawah skuad Garuda.

Momentum ini menjadi titik balik bagi persaingan dua rival abadi di kawasan Asia Tenggara tersebut.

Seluruh pihak kini menaruh perhatian besar pada rilis resmi yang akan dikeluarkan oleh otoritas FIFA.

Kepastian mengenai perolehan poin terbaru ini dijadwalkan akan muncul pada tanggal 19 Desember 2025 mendatang.

Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh federasi sepak bola mengenai pentingnya verifikasi data pemain.

Pelanggaran terhadap Pasal 19 merupakan isu sensitif yang selalu mendapat perhatian ketat dari Komite Disiplin.

Kerugian yang dialami Malaysia bukan sekadar angka, melainkan juga menyangkut reputasi di mata sepak bola dunia.

Hilangnya poin krusial ini tentu akan mempersulit langkah mereka dalam pembagian pot turnamen di masa depan.

Sepak bola Malaysia kini harus bersiap menerima kenyataan pahit akibat kesalahan administratif yang sangat fatal tersebut.

FIFA tidak memberikan toleransi terhadap penggunaan pemain yang tidak memenuhi syarat sah dalam pertandingan resmi.

Langkah ini diambil demi menjaga integritas kompetisi dan keadilan bagi setiap negara yang bertanding secara jujur.

Meskipun berat, sanksi ini bersifat mutlak dan harus dijalankan sesuai dengan regulasi yang telah disepakati bersama.

Publik Malaysia kini hanya bisa pasrah menunggu pengumuman resmi yang akan segera dirilis pekan ini.

Semua mata akan tertuju pada laman resmi FIFA untuk melihat struktur baru peringkat sepak bola dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prediksi Ranking FIFA Malaysia Usai Kena Sanksi, di Bawah Timnas Indonesia?

Prediksi Ranking FIFA Malaysia Usai Kena Sanksi, di Bawah Timnas Indonesia?

Bola | Rabu, 17 Desember 2025 | 19:45 WIB

Timnas Indonesia Geser Ranking Malaysia Usai Harimau Malaya Disanksi FIFA

Timnas Indonesia Geser Ranking Malaysia Usai Harimau Malaya Disanksi FIFA

Bola | Rabu, 17 Desember 2025 | 19:08 WIB

Dalang Tak Terungkap, IIC Desak FAM Tempuh Jalur Hukum Kasus Skandal Naturalisasi Malaysia

Dalang Tak Terungkap, IIC Desak FAM Tempuh Jalur Hukum Kasus Skandal Naturalisasi Malaysia

Bola | Rabu, 17 Desember 2025 | 21:35 WIB

Terkini

Peraturan Baru BGN, SPPG Wajib Kelola Limbah MBG

Peraturan Baru BGN, SPPG Wajib Kelola Limbah MBG

Bola | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:39 WIB

Satu Posisi Penting di Timnas Indonesia Era John Herdman Justru Masih Kosong

Satu Posisi Penting di Timnas Indonesia Era John Herdman Justru Masih Kosong

Bola | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:10 WIB

Rival Timnas Indonesia Pusing, Pelatih Bulgaria Kekurangan Pemain Jelang FIFA Series 2026

Rival Timnas Indonesia Pusing, Pelatih Bulgaria Kekurangan Pemain Jelang FIFA Series 2026

Bola | Jum'at, 20 Maret 2026 | 11:03 WIB

Orleans Masters 2026: Tumbang dari Unggulan, Ubed Akui Petik Pelajaran Berharga

Orleans Masters 2026: Tumbang dari Unggulan, Ubed Akui Petik Pelajaran Berharga

Bola | Jum'at, 20 Maret 2026 | 09:02 WIB

Penyerang Galatasaray Jalani Operasi usai Nabrak Papan Iklan di Anfield

Penyerang Galatasaray Jalani Operasi usai Nabrak Papan Iklan di Anfield

Bola | Jum'at, 20 Maret 2026 | 08:54 WIB

Thibaut Courtois Alami Cedera Otot Paha, Harus Absen 1,5 Bulan

Thibaut Courtois Alami Cedera Otot Paha, Harus Absen 1,5 Bulan

Bola | Jum'at, 20 Maret 2026 | 08:50 WIB

Jadwal Perempat Final Liga Europa 2025/26, Inggris Punya Dua Wakil

Jadwal Perempat Final Liga Europa 2025/26, Inggris Punya Dua Wakil

Bola | Jum'at, 20 Maret 2026 | 08:46 WIB

Calvin Verdonk Cs Tersingkir, Berikut Hasil Lengkap Leg Kedua 16 Besar Liga Europa

Calvin Verdonk Cs Tersingkir, Berikut Hasil Lengkap Leg Kedua 16 Besar Liga Europa

Bola | Jum'at, 20 Maret 2026 | 08:40 WIB

8 Tim yang Lolos ke Babak Perempat Final Liga Conference, Berikut Jadwalnya

8 Tim yang Lolos ke Babak Perempat Final Liga Conference, Berikut Jadwalnya

Bola | Jum'at, 20 Maret 2026 | 08:36 WIB

FIFA Resmi Berikan 3 Sanksi untuk Israel

FIFA Resmi Berikan 3 Sanksi untuk Israel

Bola | Jum'at, 20 Maret 2026 | 08:32 WIB