- Manajer Pep Guardiola menyatakan Manchester City gagal meraih kemenangan setelah ditahan imbang Everton dalam laga Premier League terbaru.
- Hasil imbang tersebut membuat jarak poin Manchester City dengan pemuncak klasemen Arsenal melebar menjadi lima poin saat ini.
- Guardiola mengakui nasib gelar juara kini tidak lagi sepenuhnya berada di tangan Manchester City dan bergantung tim lain.
Suara.com - Manajer Manchester City, Pep Guardiola memberikan pandangan realistisnya mengenai persaingan gelar juara Premier League setelah timnya secara tak terduga ditahan imbang oleh Everton.
Pep Guardiola mengakui bahwa nasib gelar kini tidak lagi sepenuhnya berada di tangan mereka.
Meskipun memuji penampilan anak asuhnya terutama di babak pertama, Guardiola menyoroti kelengahan di babak kedua yang membuat timnya harus puas dengan satu poin.
"Performa yang sangat bagus. Kami main dengan luar biasa pada babak pertama. Itu cukup sulit mengingat kondisi fisik mereka," ucap Guardiola dikutip dari Sky Sports.
"Pada babak kedua mereka melakukan perubahan. Kami tidak bisa mengontrol dan kami memberi gol cuma-cuma. Setelah itu mereka bangkit dan memainkan pertandingan yang sangat Inggris sekali, sangat agresif dalam duel. Secara umum kami menampilkan performa yang sangat bagus," imbuhnya.
Hasil imbang ini membuat jarak antara Man City dan sang pemuncak klasemen, Arsenal kini melebar menjadi lima poin.
Walaupun The Citizens masih memiliki satu laga simpanan, Guardiola sadar betul bahwa kini mereka membutuhkan bantuan dari tim lain untuk bisa menyalip The Gunners.
Ia pun mencoba tetap positif dan menegaskan timnya akan terus berjuang hingga detik terakhir.
"Kami meraih satu poin dan sampai semua berakhir, kami akan terus berjuang. Ini lebih baik dibanding kalah," beber Guardiola.
"Kami bermain untuk menang. Ini menunjukkan seperti apa tim ini. Kami mencoba dan kami sudah melakukannya. Ini bukan di tangan kami. Sebelumnya ada di tangan kami. Sekarang, tidak," tambahnya lagi.
Pelatih asal Spanyol itu menegaskan bahwa fokus timnya kini adalah memaksimalkan empat laga sisa yang mereka miliki, sambil berharap Arsenal akan terpeleset.
"Kami harus melakukannya dalam empat pertandingan yang kami miliki di Premier League. Ini akan mirip seperti saat melawan Brentford. Kita lihat saja apa yang akan terjadi," jelas Guardiola.
Guardiola juga tak lupa memberikan kredit kepada Everton yang dinilainya tampil sangat solid dan menyulitkan timnya.
"Ini tidak mudah karena mereka bermain sangat baik dalam bertahan dengan 10 pemain dan ada transisi Beto dan Dewsbury-Hall. Bermain tandang melawan Everton selalu sulit dan saya memuji mereka atas ketenangan dan agresivitas mereka," tutup Guardiola.