Kisah Tragis Timnas Venezuela: Kalah, Dirombak, dan Dipolitisasi

Galih Prasetyo

Minggu, 04 Januari 2026 | 15:26 WIB
Kisah Tragis Timnas Venezuela: Kalah, Dirombak, dan Dipolitisasi
Kisah Tragis Timnas Venezuela: Kalah, Dirombak, dan Dipolitisasi [Suara.com]
baca 10 detik
  • Kegagalan Timnas Venezuela di kualifikasi Piala Dunia 2026 menjadi sorotan setelah kekalahan 3-6 dari Kolombia.
  • Kampanye Vinotinto sempat menyatukan rakyat Venezuela yang terbelah di tengah krisis politik dan ekonomi berkepanjangan.
  • Federasi Sepak Bola Venezuela (FVF) dan tim nasional terbukti erat kaitannya dengan pemanfaatan rezim politik kekuasaan.

Dalam beberapa tahun terakhir, kebangkitan Vinotinto telah dimanfaatkan rezim Maduro sebagai alat pencitraan. Prestasi tim nasional kerap dijadikan simbol stabilitas dan legitimasi kekuasaan.

Momentum itu semakin kuat setelah Venezuela mencapai perempat final Copa America 2024, sebuah pencapaian yang memikat hati publik.

Namun, hanya tiga minggu kemudian, Maduro mengklaim kemenangan dalam pemilu presiden 28 Juli yang banyak pihak internasional nilai penuh kecurangan.

Amerika Serikat, Uni Eropa, OAS, PBB, hingga lembaga pemantau pemilu seperti Carter Center menolak hasil tersebut.

Oposisi yang dipimpin María Corina Machado dan presiden terpilih Edmundo González bahkan mempublikasikan lebih dari 80 persen salinan formulir suara yang menunjukkan kemenangan mereka.

Protes besar pun meletus di seluruh negeri. Aparat keamanan dilaporkan menindak keras demonstran, menewaskan sedikitnya 23 orang dan menahan ratusan lainnya.

Sepak Bola dan Rezim: Hubungan yang Rumit

Keterkaitan politik dengan sepak bola terlihat jelas dalam struktur FVF.

Wakil presiden senior FVF, Pedro Infante, adalah mantan menteri olahraga sekaligus politikus yang berafiliasi dengan Maduro.

baca juga

Di level klub, situasinya tak kalah kontroversial. Universidad Central de Venezuela FC (UCV FC) dipimpin Alexander Granko Arteaga, kepala badan kontraintelijen militer Venezuela (DGCIM), yang berada di bawah sanksi Amerika Serikat dan diselidiki PBB atas dugaan pelanggaran HAM berat.

Bahkan, intervensi rezim juga terjadi di level internasional.

Usai Venezuela mengalahkan Bolivia 2–0 pada Juni lalu, pemerintah Maduro sempat menahan pesawat tim Bolivia di Bandara Maturín tanpa penjelasan jelas, memicu kemarahan publik Bolivia.

Di tengah politisasi sepak bola oleh rezim, sikap berbeda ditunjukkan tokoh oposisi María Corina Machado.

Peraih Nobel Perdamaian itu secara konsisten mendukung Vinotinto sebagai simbol kebanggaan nasional, bukan alat propaganda.

Machado menegaskan bahwa tim nasional milik seluruh rakyat Venezuela, bukan satu rezim atau kelompok politik. Bahkan dalam kekalahan, ia menggaungkan pesan solidaritas dan persatuan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mendunia, Spesifikasi Pesawat 'Buatan Indonesia' yang Dipakai AS dalam Operasi Senyap di Venezuela

Mendunia, Spesifikasi Pesawat 'Buatan Indonesia' yang Dipakai AS dalam Operasi Senyap di Venezuela

Otomotif | Minggu, 04 Januari 2026 | 13:08 WIB

AS Serang Venezuela, 40 Orang Tewas dan Presiden Maduro Ditangkap

AS Serang Venezuela, 40 Orang Tewas dan Presiden Maduro Ditangkap

News | Minggu, 04 Januari 2026 | 11:43 WIB

Korea Utara Luncurkan Rudal Balistik Tidak Lama Setelah Serangan AS ke Venezuela

Korea Utara Luncurkan Rudal Balistik Tidak Lama Setelah Serangan AS ke Venezuela

News | Minggu, 04 Januari 2026 | 11:04 WIB

Trump Sebut AS Bakal 'Keruk' Minyak Venezuela Usai Tangkap Presiden Maduro

Trump Sebut AS Bakal 'Keruk' Minyak Venezuela Usai Tangkap Presiden Maduro

Bisnis | Minggu, 04 Januari 2026 | 08:30 WIB

Trump Ancam 'Serang' Kuba Usai AS Tangkap Presiden Venezuela

Trump Ancam 'Serang' Kuba Usai AS Tangkap Presiden Venezuela

News | Minggu, 04 Januari 2026 | 07:57 WIB

Terkini

Tanpa Sertifikasi, Ali Tatto Sulam Sebut Pesolek Talenta Lokal Susah Tembus Pasar Global

Tanpa Sertifikasi, Ali Tatto Sulam Sebut Pesolek Talenta Lokal Susah Tembus Pasar Global

Jabar | Minggu, 23 Agustus 2026 | 18:44 WIB

Rektor Ditangkap KPK: Maba Korban Pemerasan Harus Diselamatkan?

Rektor Ditangkap KPK: Maba Korban Pemerasan Harus Diselamatkan?

Your Say | Minggu, 23 Agustus 2026 | 18:40 WIB

Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut

Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 18:35 WIB

Karhutla Kembali Kepung Kalimantan, Ini Dampaknya bagi Iklim

Karhutla Kembali Kepung Kalimantan, Ini Dampaknya bagi Iklim

Your Say | Minggu, 23 Agustus 2026 | 18:35 WIB

Kabut Asap Selimuti Palembang, Warga Tetap CFD: Sehat atau Malah Berisiko?

Kabut Asap Selimuti Palembang, Warga Tetap CFD: Sehat atau Malah Berisiko?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 18:24 WIB

Bruno Fernandes Banjir Kritik Usai Manchester United Dipermalukan Hull City

Bruno Fernandes Banjir Kritik Usai Manchester United Dipermalukan Hull City

Bola | Minggu, 23 Agustus 2026 | 18:16 WIB

Inter Milan Kunci Lautaro Martinez, Barcelona Harus Gigit Jari

Inter Milan Kunci Lautaro Martinez, Barcelona Harus Gigit Jari

Bola | Minggu, 23 Agustus 2026 | 18:15 WIB

AMAN Kalbar Minta Karhutla Ditangani Objektif, Jangan Kriminalisasi Masyarakat Adat

AMAN Kalbar Minta Karhutla Ditangani Objektif, Jangan Kriminalisasi Masyarakat Adat

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 18:15 WIB

Tarif Parkir Rp60 Ribu Jakarta: Bukan soal Angka, tapi Kepercayaan

Tarif Parkir Rp60 Ribu Jakarta: Bukan soal Angka, tapi Kepercayaan

Your Say | Minggu, 23 Agustus 2026 | 18:05 WIB

Viral Catatan Seskab Teddy Soal Karhutla Bikin Publik Geram: Siapa yang Gak Beradab?

Viral Catatan Seskab Teddy Soal Karhutla Bikin Publik Geram: Siapa yang Gak Beradab?

Entertainment | Minggu, 23 Agustus 2026 | 18:05 WIB

×