AS Serang Venezuela, 40 Orang Tewas dan Presiden Maduro Ditangkap

Erick Tanjung Suara.Com
Minggu, 04 Januari 2026 | 11:43 WIB
AS Serang Venezuela, 40 Orang Tewas dan Presiden Maduro Ditangkap
Ilustrasi--Nicolas Maduro, Presiden Venezuela ditangkap militer AS [Ist/via Military Leak]
Baca 10 detik
  • AS serang Venezuela, tewaskan 40 orang termasuk militer dan warga sipil.
  • Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya ditangkap oleh pasukan elite AS.
  • Venezuela dan Rusia mengutuk agresi tersebut dan menuntut pembebasan Maduro.

Suara.com - Sedikitnya 40 orang, termasuk personel militer dan warga sipil, tewas dalam serangan Amerika Serikat terhadap Venezuela pada Sabtu (3/1/2026). Laporan ini dikutip oleh New York Times dari pejabat senior Venezuela.

Sebelumnya, Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez telah mengonfirmasi bahwa serangan tersebut menewaskan pejabat, anggota militer, dan warga sipil.

Presiden AS Donald Trump pada Sabtu mengumumkan bahwa AS telah melancarkan serangan besar-besaran terhadap Venezuela. Ia juga mengklaim bahwa Presiden Venezuela Nicolas Maduro beserta istrinya, Cilia Flores, telah ditangkap dan diterbangkan ke luar negeri.

Media setempat melaporkan adanya sejumlah ledakan di Caracas dan mengklaim bahwa operasi penangkapan tersebut dilakukan oleh anggota unit elite Delta Force.

Otoritas Venezuela mengaku belum mengetahui keberadaan Maduro dan meminta AS untuk memberikan bukti bahwa ia masih hidup. Menanggapi hal itu, Trump merilis sebuah foto yang diklaimnya memperlihatkan Maduro berada di atas sebuah kapal milik AS.

Di dalam negeri, sejumlah anggota Kongres AS menyebut operasi tersebut ilegal, sementara pemerintah menyatakan bahwa Maduro akan menghadapi proses persidangan.

Menanggapi situasi ini, Kementerian Luar Negeri Venezuela mengumumkan akan mengajukan banding ke organisasi-organisasi internasional atas tindakan Washington. Mereka juga mendesak Dewan Keamanan PBB untuk menggelar rapat darurat.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan solidaritas dengan rakyat Venezuela. Moskow menyampaikan keprihatinan mendalam atas laporan bahwa Maduro dan istrinya telah dipaksa meninggalkan negara itu sebagai bagian dari agresi AS, serta menyerukan pembebasan mereka. (Antara/Sputnik/RIA Novosti)

Baca Juga: Korea Utara Luncurkkan Rudal Balistik Tidak Lama Setelah Serangan AS ke Venezuela

×
Zoomed

VIDEO TERKAIT

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI