- Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, tiba di Surabaya pada Minggu malam (4/1) untuk mengenal kondisi tim secara menyeluruh.
- Tavares menekankan bahwa ia datang untuk bekerja keras dan tidak menjanjikan gelar juara kepada klub maupun suporter.
- Langkah awal meliputi evaluasi pemain, pemahaman terhadap stadion, serta perlunya kerendahan hati dan stabilitas tim.
Suara.com - Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares akhirnya tiba di Kota Pahlawan, Minggu (4/1/2025) malam.
Juru taktik asal Portugal itu sebelumnya ditunjuk sebagai pelatih tim Bajul Ijo menggantukan Eduardo Perez.
Tavares mengungkapkan rencana awal yang akan dijalankannya bersama tim usai tiba di Bandara Internasional Juanda, Surabaya.
"Saat ini kami perlu mengenal apa yang kami miliki," kata Tavares saat ditemui wartawan di Bandara Internasional Juanda Surabaya, melansir ANTARA, Senin (5/11/2025).
Ia menjelaskan, langkah pertama yang akan dilakukan adalah memahami secara menyeluruh “rumah” yang dimiliki Persebaya, mulai dari pemain muda hingga tim utama, sebelum melakukan perubahan yang dibutuhkan.
Pelatih asal Portugal itu mengaku telah menganalisis sejumlah pertandingan Persebaya serta mengamati karakteristik beberapa pemain yang sebelumnya bermain di klub lain dan di posisi berbeda, sebagai dasar evaluasi awal tim.
Ia juga menegaskan tidak datang ke Persebaya dengan membawa janji gelar juara, melainkan komitmen untuk bekerja keras bersama seluruh elemen klub.
“Saya tidak menjanjikan gelar. Saya datang untuk bekerja,” ucapnya.
Menurut Tavares, Persebaya merupakan klub besar dengan dukungan suporter yang sangat kuat, sehingga atmosfer stadion menjadi faktor penting dalam perjalanan tim, terutama pada laga kandang.
Baca Juga: Profil dan Statistik Lengkap Allano Lima Winger Brasil Tumpuan Persija Jakarta
Ia berharap dukungan penuh suporter dapat kembali terlihat saat Persebaya menghadapi Malut United pada pertandingan mendatang, mengingat lawan memiliki catatan performa yang konsisten.
Selain itu, Tavares menilai Persebaya juga harus bersikap realistis dengan kondisi klasemen saat ini, mengingat ketatnya persaingan dan jarak poin dengan sejumlah tim papan atas.
Ia menyebut kerja sama dan kerendahan hati menjadi kunci untuk membangun momentum secara bertahap, seraya menekankan bahwa kemenangan dan kekalahan merupakan bagian dari sepak bola.
“Yang terpenting adalah kami menunjukkan usaha maksimal di lapangan,” tuturnya.
Tak hanya itu, ia menekankan pentingnya menjaga stabilitas tim serta menciptakan lingkungan yang saling menghormati antara pelatih, pemain, manajemen dan suporter, karena tidak ada pihak yang bisa meraih hasil sendirian.
Mantan pelatih PSM Makassar itu juga menilai Persebaya memiliki fasilitas dan lingkungan yang baik, namun membutuhkan proses jangka panjang untuk membangun fondasi kuat, termasuk dengan memadukan pemain senior dan pemain muda dari akademi.