-
Pemain KAFI Jogja FC melakukan tendangan brutal ke wajah pemain UAD FC.
-
Wasit hanya memberikan kartu kuning meski pelanggaran masuk kategori sangat berbahaya.
-
Komdis PSSI Jatim sebelumnya telah menghukum pemain pelaku kekerasan dengan sanksi seumur hidup.
Tanpa pemeriksaan medis yang mendalam, pemain nomor 24 dari UAD FC akhirnya terpaksa bangkit dari lapangan.
Pertandingan kemudian segera dilanjutkan kembali seolah tidak terjadi insiden serius yang mengancam keselamatan fisik atlet tersebut.
Kondisi ini memicu kritik pedas dari netizen yang menilai standar keselamatan pemain di Liga 4 sangat rendah.
Video aksi brutal ini menjadi pembicaraan hangat sepanjang hari Selasa karena dianggap mencederai nilai-nilai sportivitas olahraga.
Banyak pihak menuntut adanya evaluasi total terhadap kepemimpinan wasit serta keamanan para pemain di lapangan hijau.
Fenomena kekerasan di Yogyakarta ini bukanlah kejadian tunggal yang terjadi pada pekan pertama bulan Januari 2026.
Sebelumnya pada Senin (5/1/2026), kericuhan serupa juga pecah di wilayah Jawa Timur dalam ajang yang sama.
Laga antara Putra Jaya Pasuruan melawan Perseta Tulungagung berakhir dengan jatuhnya korban luka serius akibat tindakan anarkis.
Pemain Perseta, Firman Nugraha, menjadi korban keganasan pemain lawan hingga harus dilarikan ke rumah sakit karena kondisi kritis.
Baca Juga: Layangkan Tendangan Kungfu, Hilmi Gimnastia akan Disidang Komdis PSSI pada 11 Januari
Laporan medis menunjukkan Firman mengalami gangguan pernapasan, kejang hebat, hingga kerusakan permanen pada struktur tulang rusuknya.
Pelaku kekerasan di Jawa Timur, Muhammad Hilmi Gimnastiar, telah mendapatkan ganjaran yang sangat berat atas perbuatan brutalnya.
Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Timur bertindak cepat dengan melakukan investigasi menyeluruh terhadap kasus penganiaayan di lapangan tersebut.
Keputusan tegas diambil untuk memberikan efek jera agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan sepak bola.
Komite Disiplin (Komdis) Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Timur resmi menjatuhkan sanksi larangan beraktivitas seumur hidup kepada pemain Putra Jaya Pasuruan Muhammad Hilmi Gimnastiar atas tindakan kekerasan terhadap pemain Perseta 1970 Tulungagung di ajang Liga 4 Jatim tersebut.
Hukuman maksimal ini diharapkan menjadi peringatan keras bagi seluruh pemain di seluruh tingkatan kompetisi liga Indonesia.