Brutal Lagi! Kronologis Tendangan Kungfu ke Muka UAD FC vs KAFI Jogja FC Liga 4 Yogyakarta

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Rabu, 07 Januari 2026 | 07:29 WIB
Brutal Lagi! Kronologis Tendangan Kungfu ke Muka UAD FC vs KAFI Jogja FC Liga 4 Yogyakarta
Liga 4 UAD FC vs KAFI Jogja FC
  • Pemain KAFI Jogja FC melakukan tendangan brutal ke wajah pemain UAD FC.

  • Wasit hanya memberikan kartu kuning meski pelanggaran masuk kategori sangat berbahaya.

  • Komdis PSSI Jatim sebelumnya telah menghukum pemain pelaku kekerasan dengan sanksi seumur hidup.

Suara.com - Kompetisi kasta terendah Liga 4 sepak bola Indonesia kembali dinodai oleh tindakan kekerasan yang sangat membahayakan nyawa.

Insiden memprihatinkan ini berlangsung saat laga UAD FC melawan KAFI Jogja FC pada Selasa (6/1/2026) kemarin.

Pertandingan yang dilaksanakan di Lapangan Sitimulyo tersebut menjadi saksi aksi tidak sportif dari oknum pemain tertentu.

Publik sepak bola tanah air dikejutkan dengan rekaman video yang memperlihatkan tindakan brutal di tengah pertandingan.

Kejadian ini menambah daftar panjang catatan hitam kedisiplinan pemain dalam gelaran Liga 4 musim 2025/2026.

Memasuki menit ke-73 saat KAFI Jogja FC memimpin skor 1-0, atmosfer pertandingan mendadak berubah menjadi mencekam.

Seorang pemain KAFI dengan nomor punggung dua melakukan gerakan berbahaya dengan mengarahkan kaki ke area kepala lawan.

Tendangan ala bela diri tersebut telak mengenai wajah penggawa UAD FC bernomor punggung 24 yang sedang berlari.

Korban langsung terjatuh di atas rumput sambil memegangi bagian pipinya yang terkena hantaman keras sepatu lawan.

Momen mengerikan tersebut terekam jelas dan langsung menyebar luas melalui berbagai platform media sosial nasional.

Meski terjadi pelanggaran berat yang sangat nyata, sang pengadil lapangan justru mengambil keputusan yang sangat kontroversial.

Wasit utama hanya merogoh saku untuk mengeluarkan kartu kuning sebagai bentuk peringatan bagi pemain KAFI tersebut.

Tindakan ini dianggap tidak sebanding dengan tingkat bahaya dari pelanggaran yang dilakukan oleh oknum pemain tersebut.

Keanehan berlanjut saat wasit mendekati pemain UAD yang tergeletak namun tidak segera memanggil bantuan tim medis resmi.

Sang wasit justru terlihat meminta pemain yang sedang kesakitan tersebut untuk segera berdiri dan melanjutkan jalannya laga.

Tanpa pemeriksaan medis yang mendalam, pemain nomor 24 dari UAD FC akhirnya terpaksa bangkit dari lapangan.

Pertandingan kemudian segera dilanjutkan kembali seolah tidak terjadi insiden serius yang mengancam keselamatan fisik atlet tersebut.

Kondisi ini memicu kritik pedas dari netizen yang menilai standar keselamatan pemain di Liga 4 sangat rendah.

Video aksi brutal ini menjadi pembicaraan hangat sepanjang hari Selasa karena dianggap mencederai nilai-nilai sportivitas olahraga.

Banyak pihak menuntut adanya evaluasi total terhadap kepemimpinan wasit serta keamanan para pemain di lapangan hijau.

Fenomena kekerasan di Yogyakarta ini bukanlah kejadian tunggal yang terjadi pada pekan pertama bulan Januari 2026.

Sebelumnya pada Senin (5/1/2026), kericuhan serupa juga pecah di wilayah Jawa Timur dalam ajang yang sama.

Laga antara Putra Jaya Pasuruan melawan Perseta Tulungagung berakhir dengan jatuhnya korban luka serius akibat tindakan anarkis.

Pemain Perseta, Firman Nugraha, menjadi korban keganasan pemain lawan hingga harus dilarikan ke rumah sakit karena kondisi kritis.

Laporan medis menunjukkan Firman mengalami gangguan pernapasan, kejang hebat, hingga kerusakan permanen pada struktur tulang rusuknya.

Pelaku kekerasan di Jawa Timur, Muhammad Hilmi Gimnastiar, telah mendapatkan ganjaran yang sangat berat atas perbuatan brutalnya.

Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Timur bertindak cepat dengan melakukan investigasi menyeluruh terhadap kasus penganiaayan di lapangan tersebut.

Keputusan tegas diambil untuk memberikan efek jera agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan sepak bola.

Komite Disiplin (Komdis) Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Timur resmi menjatuhkan sanksi larangan beraktivitas seumur hidup kepada pemain Putra Jaya Pasuruan Muhammad Hilmi Gimnastiar atas tindakan kekerasan terhadap pemain Perseta 1970 Tulungagung di ajang Liga 4 Jatim tersebut.

Hukuman maksimal ini diharapkan menjadi peringatan keras bagi seluruh pemain di seluruh tingkatan kompetisi liga Indonesia.

Kini publik menantikan langkah serupa dari Asprov PSSI Yogyakarta terkait insiden tendangan ke wajah di Lapangan Sitimulyo.

Keamanan atlet harus menjadi prioritas utama di atas sekadar hasil akhir sebuah pertandingan sepak bola profesional maupun amatir.

Tanpa ketegasan sanksi, citra sepak bola Indonesia akan terus terpuruk akibat perilaku barbar yang tidak kunjung hilang.

Dukungan dari berbagai pihak diperlukan untuk menciptakan ekosistem olahraga yang sehat, aman, serta menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

Semoga rentetan kejadian di awal tahun ini menjadi titik balik perbaikan kualitas wasit dan perilaku pemain nasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

APPI Minta Pelaku Tendangan Kungfu Muhammad Hilmi Dihukum Tegas

APPI Minta Pelaku Tendangan Kungfu Muhammad Hilmi Dihukum Tegas

Bola | Rabu, 07 Januari 2026 | 07:01 WIB

Pelaku Cuma Ditegur, Ini Klarifikasi Kafi FC soal Tendangan Kung Fu Liga 4 Yogya

Pelaku Cuma Ditegur, Ini Klarifikasi Kafi FC soal Tendangan Kung Fu Liga 4 Yogya

Bola | Selasa, 06 Januari 2026 | 22:30 WIB

Horor Menit 73 Liga 4 DIY: Tendangan Kung Fu Leher Disasar, Wasit Tutup Mata

Horor Menit 73 Liga 4 DIY: Tendangan Kung Fu Leher Disasar, Wasit Tutup Mata

Bola | Selasa, 06 Januari 2026 | 20:49 WIB

Terkini

Timnas Indonesia dan Malaysia Saling Sikut Dapatkan Pemain Akademi Arsenal

Timnas Indonesia dan Malaysia Saling Sikut Dapatkan Pemain Akademi Arsenal

Bola | Kamis, 09 April 2026 | 16:00 WIB

Keganasan Penyerang Indonesia Era John Herdman di Klub Masing-masing, 14 Laga 11 Gol!

Keganasan Penyerang Indonesia Era John Herdman di Klub Masing-masing, 14 Laga 11 Gol!

Bola | Kamis, 09 April 2026 | 15:57 WIB

Takut, Patrick Kluivert Berani ke Indonesia setelah Dapat Jaminan Keselamatan

Takut, Patrick Kluivert Berani ke Indonesia setelah Dapat Jaminan Keselamatan

Bola | Kamis, 09 April 2026 | 15:48 WIB

Hansi Flick Optimistis Barcelona Bisa Comeback Lawan Atletico Madrid

Hansi Flick Optimistis Barcelona Bisa Comeback Lawan Atletico Madrid

Bola | Kamis, 09 April 2026 | 15:40 WIB

Pelatih Persija Mauricio Souza Masih Aman dari Pemecatan

Pelatih Persija Mauricio Souza Masih Aman dari Pemecatan

Bola | Kamis, 09 April 2026 | 15:38 WIB

Arne Slot Andalkan Magis Anfield untuk Comeback Lawan PSG

Arne Slot Andalkan Magis Anfield untuk Comeback Lawan PSG

Bola | Kamis, 09 April 2026 | 15:37 WIB

Format FIFA ASEAN Cup 2026 Bikin Timnas Indonesia Auto Juara?

Format FIFA ASEAN Cup 2026 Bikin Timnas Indonesia Auto Juara?

Bola | Kamis, 09 April 2026 | 15:05 WIB

Jelang Duel Klasik Lawan Persija Jakarta, Striker Persebaya Surabaya Tebar Psywar

Jelang Duel Klasik Lawan Persija Jakarta, Striker Persebaya Surabaya Tebar Psywar

Bola | Kamis, 09 April 2026 | 14:02 WIB

Eks PSM Bongkar Paspor Gate Pemain Keturunan Indonesia dan Alasan Tolak Jadi WNI

Eks PSM Bongkar Paspor Gate Pemain Keturunan Indonesia dan Alasan Tolak Jadi WNI

Bola | Kamis, 09 April 2026 | 13:56 WIB

Format FIFA ASEAN Cup 2026 Dirilis, Peluang Timnas Indonesia Juara Terbuka Lebar

Format FIFA ASEAN Cup 2026 Dirilis, Peluang Timnas Indonesia Juara Terbuka Lebar

Bola | Kamis, 09 April 2026 | 13:50 WIB