- Calvin Verdonk menjadi pemain Indonesia pertama yang tampil di Ligue 1 Prancis bersama klub Lille sejak September 2025.
- Pemain kelahiran Belanda 1997 ini resmi mendapatkan kewarganegaraan Indonesia pada Juni 2024 sebelum bergabung Lille.
- Verdonk dianggap sebagai simbol era baru Timnas Indonesia yang ambisius dan solid dalam aspek pertahanan.
Suara.com - Keberadaan full back Timnas Indonesia, Calvin Verdonk di Ligue 1 bersama Lille tak sekedar numpang lewat. Verdonk jadi salah satu pemain andalan Lille di musim ini.
Verdonk menjadi pemain Indonesia pertama yang tampil di Ligue 1 Prancis, kompetisi kasta tertinggi sepak bola Negeri Menara Eiffel.
Verdonk, yang lahir di Dordrecht, Belanda, pada 26 April 1997, memperoleh kewarganegaraan Indonesia pada Juni 2024.
Sejak bergabung dengan Lille pada 1 September 2025, ia langsung mencatatkan namanya sebagai pionir pemain Timnas Indonesia di Ligue 1, sekaligus membuka jalan baru bagi eksistensi sepak bola Tanah Air di Eropa.
Verdonk menjadi salah satu pemain kunci di lini pertahanan Timnas Indonesia. Sosoknya dinilai tenang, berpengalaman, dan kuat dalam bertahan.
Influencer sepak bola asal Prancis, Mathias Even, yang memiliki ratusan ribu pengikut di Indonesia berikan pujian khusus untuk Verdonk.
Menurut Evan, Verdonk ialah simbol era baru Timnas Indonesia.
“Dia melambangkan tim nasional yang terbuka, ambisius, dan menatap masa depan. Verdonk adalah pemain yang menenangkan dan sangat solid secara defensif,” ujar dilansir dari Le Petit.
Calvin Verdonk mengawali karier profesionalnya di Feyenoord Rotterdam, salah satu akademi terbaik di Belanda.
Baca Juga: Comeback Pahit Calvin Verdonk! Main 74 Menit, Lille Tumbang di Kandang
Debut profesionalnya terjadi pada 2015 saat menghadapi NAC Breda. Demi mendapatkan jam terbang, Verdonk sempat menjalani sejumlah masa peminjaman ke PEC Zwolle, NEC Nijmegen, hingga FC Twente.
Bersama LOSC, Verdonk langsung bersaing di papan atas Ligue 1. Hingga awal Desember 2025, Lille berada di posisi empat besar klasemen dan tampil di kompetisi Eropa, menambah pengalaman internasional sang bek.
Kontributor: Adam Ali